Monday, September 06, 2010 | 9/06/2010 | 8 Comments

Puasa Melahirkan Kesadaran Baru



Ini sebuah cerita pengalaman puasa dari seorang sahabat. Tapi dia mengutarakannya bukan dalam istilah lazim “agama”. Dia tidak menggunakan istilah berkah, rahmat, ampunan, pahala dan sebagainya.

Katanya, puasa itu berat tapi asyik. Beratnya, bagi dia, bukan karena menahan lapar atau haus. Juga bukan berat karena menahan diri dari hubungan suami istri pada siang hari (he… he… di luar bulan puasa pun dia tidak pernah lakukan itu, katanya).

Yang berat, katanya, mengubah kebiasaan waktu makan dan minum. Dia punya kebiasaan, buka mata buka mulut. Artinya, begitu bangun pagi dia langsung sarapan, misalnya naskun (nasi kuning), nasgor (nasi goreng) atau naspur (nasi campur).

Setelah sarapan, dia lalu menyeruput kopi panas yang masih mengepul-ngepul. Dia tambah lagi dengan sebuah kebiasaan buruk, merokok. Jadinya, gelas kopinya berasap mulutnya berasap. Katanya, itulah yang paling nikmat dia rasakan, dan itulah kebiasaan yang berat dia ubah.

Ngopi dan merokok sudah jadi “ritualnya” setiap pagi. Karena itu setiap pagi di bulan puasa, dia selalu membayangkan nikmatnya menyeruput kopi panas itu. Apalagi sebelumnya, saat dia makan, dia kepedasan. Kopi diseruputnya masih mengepul, bukan dari cangkir tapi dia tuang dulu ke piring kecil.

Lalu dia bayangkan lagi nikmatnya hisapan nikotinnya. Katanya enak sekali. Selain dia merasa nyaman dengan kebiasaannya itu, dia juga merasa aman. Dia percaya, bahwa bahaya rokok bisa dieliminasi oleh kopi atau sebaliknya. Entah siapa yang mengajari dia pengetahuan keliru itu.

Jadi bagi orang itu yang berat dari puasa bukanlah lapar dan haus tapi mengubah kebiasaan nyeruput kopi.

Dia merasa loyo, justru diwaktu masih pagi, bukan karena lapar, tapi akibat berubahnya kebiasaannya.

Pada sepuluh hari pertama di setiap pagi Ramadan, dia merasa amat berat. Seolah-olah ada sesuatu yang tercabut dari dirinya. Sedikit lagi naik tingkatannya, mungkin seperti pecandu narkoba yang lagi sakau.

Kebiasaan, apalagi dirasakan nikmat, walaupun itu buruk, memang amat sukar diubah. Kebiasaan menciptakan kepada seseorang semacam comfort zone yang enggan dia tinggalkan.

Pada tingkatan yang serius, sebuah kebiasaan yang mengasyikkan telah menjadi semacam “tuhan” bagi seseorang. Kebiasaan itu lalu memperbudaknya. Kebiasaan itu membuatnya tidak bisa tidur jika belum dia lakukan.

Kebiasaan itu yang mengatur hidupnya dan memerintah dia apa yang harus dia lakukan atau tidak lakukan. Bahkan orang bisa demikian taat kepada suatu kebiasaan kendatipun melabrak ketaatannya kepada Tuhan yang sesungguhnya.

Tapi, orang itu akhirnya gembira juga. Setelah melalui masa-masa yang berat, ia memasuki yang disebutnya phase asyik, yaitu kebahagiaan hati setiap kali jelang magrib, menjelang buka.

Bahkan ia terharu. Ia yang tadinya merasa telah menjadi tawanan sebuah kebiasaan, sekadar segelas kopi panas dan sebatang rokok, berhasil melepaskan diri.

Yang dia rasakan kini betapa indahnya dan betapa bahagianya menaati Allah, Tuhan yang sesungguhnya, ketimbang menaati “tuhan kebiasaan” yang telah diciptakannya sendiri lalu memperbudaknya.

Dia menutup puasanya di bulan Ramadan dengan sebuah kesadaran baru. Dia tidak hapal bagaimana bahasa agamanya, tapi menurutnya begitulah seyogianya hasil puasa bagi seseorang, yaitu lahirnya sebuah kesadaran baru dalam dirinya.

Kesadaran melepaskan diri dari tuhan-tuhan selain Tuhan yang sejati, Allah swt.


Read more
Saturday, September 04, 2010 | 9/04/2010 | 37 Comments

Yes I am the Winner


Yes I am the Winner. Rasanya tidak percaya saya bisa menjadi pemenang dalam Spread Ask Ralarash Contest. Ralarash mengadakan Kontes ini sehubungan dengan perkenalan situs baru miliknya “Online Virtual Tarot berbahasa Indonesia..":iloveindonesia



Yes I am the Winner,... Berawal dari Artikel Online Virtual Tarot Indonesia | Spread Ask Ralarash . Ternyata Blog saya berhasil membawa pengunjung terbanyak ke url http://ask.ralarash.com dan menjadi pemenang.

Para juri melakukan penilaian dengan mengecek reffering site yang memberikan UNIQUE PAGEVIEW terbanyak menggunakan Google Analytics.

Kemenangan saya dalam Kontes ini tentunya tidak terlepas dari dukungan sahabat semuanya yang telah mengklik Banner yang pernah saya pasang di widget serta beberapa postingan saya. Oleh karena itu melalui postingan ini saya menghaturkan banyak terima kasih.

Ucapan terima kasih juga saya ucapkan pada ralarash serta Para Yuri atas Kreasi dan kerja kerasnya sehingga Kontes ini bisa terlaksana dengan baik.

Untuk pengumuman pemenangnya secara lengkap, dapat dilihat dalam Artikel Pengumuman Pemenang AskRalarash Contest

Yes I am the Winner, Shared Hosting; 1000 mb with UNLIMITED bandwidth + domain.com




Read more

Ulang Tahun Buckyball ke-25



Buckyball... Awalnya saya mengira bahwa koneksi saya agak lambat, karena huruf O yang kedua pada Google tidak muncul, namun setelah beberapa saat ditempat huruf O tersebut muncul bola kecil yang berputar-putar dalam bentuk bola berongga, elipsoid, atau tabung yang berbentuk bulat fullerene juga disebut buckyballs, serta silinder yang disebut nanotubes karbon atau buckytubes.

This artist's impression illustrates fullerenes being formed in a planetary nebula.

Fullerene serupa dalam struktur grafit, yang terdiri dari lembaran graphene ditumpuk cincin heksagonal terkait, tetapi juga dapat berisi pentagonal (atau kadang-kadang heptagonal) cincin.

Sebelum 1985, para ilmuwan hanya mengetahui dua bentuk struktur karbon murni yaitu intan dan grafit. Keduanya merupakan material yang seluruhnya hanya tersusun oleh atom-atom karbon. Setiap atom karbon dalam material intan, terikat dengan empat atom karbon lainnya membentuk pola tetrahedron. Struktur ini menyebabkan intan bersifat sangat keras.

Sementara dalam grafit, atom-atom karbon membentuk lapisan karbon yang terikat heksagonal. Setiap lapisan heksagonal terikat lemah dengan lapisan heksagonal lain. Struktur ini menyebabkan grafit bersifat lunak dan seperti berminyak. Struktur seperti ini juga menerangkan mengapa grafit pada pensil dapat tertinggal di atas kertas sehingga dapat digunakan untuk menulis.

Hari ini 25 tahun yang lalu, tepatnya 4 September 1985 ditemukan struktur baru dari karbon murni di alam. Penemuan inilah yang menjawab pertanyaan di awal paragraf. Struktur molekul baru yang disebut buckyball memiliki pola mirip bola sepak yang terdiri atas 20 heksagon (segienam) dan 12 pentagon (segilima). Struktur molekul tersebut membawa Smalley, Kroto, dan Curl ke podium Nobel pada tahun 1996.

Molekul tersebut terdiri atas 60 atom karbon dengan simbol kimia C60. Sementara itu, nama buckyball diambil dari nama seorang arsitek, R. Buckminster Fuller, yang merancang kubah dengan struktur mirip molekul baru tersebut ketika berlangsung pameran di Montreal pada tahun 1967. Molekul karbon dengan struktur mirip bola sepak ini disebut juga dengan nama buckminsterfullerene atau fullerene.

Molekul baru tersebut juga memiliki efek seperti bola, dapat memantul dan berputar. Buckyball dapat berputar 100 juta kali per detik. Molekul ini dapat memantul jika diempas ke suatu permukaan keras seperti baja. Kemudian jika diremas atau ditekan, molekul akan kembali seperti bentuk semula, seperti bola karet. Dan jika dimampatkan hingga 70 persen dari ukuran aslinya, buckyball menjadi lebih keras dua kali lipat dibanding intan.

Curl, Kroto, dan Smalley mendapatkan molekul tersebut pada kondisi temperatur tinggi dan dalam atmosfer gas helium. Namun, mereka hanya mendapatkan sedikit produk buckyball. Padahal, diperlukan jumlah yang besar untuk mempelajari sifat dan potensi molekul tersebut di masa depan. Hingga pada tahun 1990 ditemukan cara sintesis buckyball menghasilkan jumlah yang cukup banyak menggunakan metode plasma. Metode ini ditemukan oleh ilmuwan dari Jerman dan Amerika.

Ketika Smalley dan koleganya mensintesis buckyball atau fullerene, tidak hanya senyawa C60 yang ditemukan. C60 ditemukan dalam jumlah besar di dalam fasa ruah. Struktur lain yang ditemukan dalam komposisi yang lebih sedikit adalah C70, C540, dan fullerene lain yang mengandung beratus-ratus atom karbon. Pada metode sintesis buckyball oleh ilmuwan Amerika dan Jerman tersebut, dihasilkan 75 persen C60, 23 persen C70’ dan sisanya adalah molekul karbon yang lebih besar. Karena itulah, ilmuwan umumnya mempelajari buckyball C60 dibandingkan dengan buckyball lain yang jumlah atom karbonnya lebih banyak.

Setelah buckyball dapat diproduksi dengan jumlah cukup besar, baik Smalley maupun ilmuwan lain mulai merekayasa, meneliti, dan mempelajari sifat-sifat molekul unik ini. Salah satu keunikannya adalah ruang kosong di dalam struktur bola buckyball. Para peneliti mencoba untuk mengisinya dengan atom atau ion lain untuk mengubah sifat atau mempelajari ikatan yang terjadi di dalam bola.

Berbagai kemungkinan seperti membuat plastik dari buckyball, mengubah karbon buckyball menjadi intan pada temperatur ruang, serta mempelajari fiber buckytube atau disebut fiber-nano karbon (carbon nanotube) telah dilakukan oleh para peneliti.

Layaknya pemain sepak bola yang akan memainkan bola di lapangan, peneliti dan ilmuwan berbagai bidang juga memainkan molekul berstruktur bola-sepak dengan cara dan aturan yang berbeda di laboratorium pada perhelatan ilmu pengetahuan dan mempelajari kebesaran Maha Pencipta.


.
Read more

Stephen Hawking : Bumi Bukan Ciptaan Tuhan

Suatu ketika, seorang mahasiswa Universitas Cambridge dengan penuh percaya diri menyanggah teori yang dikemukakan Fred Hoyle, seorang fisikawan ternama saat itu pada acara ceramah ilmiah di Royal Society yang sangat prestisius itu.

Fred Hoyle yang sering menyampaikan gagasan-gagasannya, mengenai alam semesta di hadapan publik sebelum diterbitkan dan dibuktikan, merasa gusar karena seluruh hadirin menertawakannya. Ironisnya, mahasiswa tersebut pernah ditolaknya untuk melakukan riset dibawah bimbingannya. Dialah Stephen Hawking, mahafisikawan jenius yang fisiknya lumpuh, namun mampu menjelajahi pikiran alam semesta dari level kuantum sampai asal mula alam semesta.

Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942; umur 68 tahun), adalah seorang ahli fisika teoretis. Ia adalah seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge.

Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Salah satu tulisannya adalah A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.

Meskipun mengalami tetraplegia (kelumpuhan) karena sklerosis lateral amiotrofik, karier ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari empat puluh tahun. Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan ia sebagai seorang selebritis akademik dan teoretikus fisika yang termasyhur di dunia.

Hawking, yang hanya dapat berbicara dengan bantuan voice synthesizer yang dihasilkan komputer, mengalami distrofi otot saraf yang telah berkembang selama bertahun-tahun dan membuat dirinya hampir sepenuhnya lumpuh. Dia juga muncul sebagai bintang tamu dalam "Star Trek" dan kartun "Futurama" serta "The Simpsons."

Tahun lalu ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Lucasian Professor of Mathematics di Cambridge University, sebuah posisi bergengsi yang dijabatnya sejak 1979. Salah satu nama besar yang menduduki jabatan itu adalah Sir Issac Newton.

Stephen Hawking kembali menyodorkan teori yang menggelitik. Menurutnya, Tuhan tidak menciptakan alam semesta karena "Big Bang" adalah konsekuensi yang tak terelakkan dari hukum-hukum fisika. Pendapat terakhir Hawking itu tertuang dalam buku baru yang ditulisnya bersama fisikawan AS, Leonard Mlodinow, berjudul "The Grand Design."

Hawking mengatakan serangkaian teori baru menjadikan "pencipta" alam semesta merupakan sesuatu yang berlebihan. "Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta dapat dan akan membuat dirinya dari nol. Penciptaan spontan adalah alasan adanya sesuatu, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada," tulis Hawking. "Tidak perlu meminta Tuhan untuk merancang dan mengatur terjadinya alam semesta."

Tentu saja pernyataan kontroversial Hawking ini mendapat tantangan keras dari berbagai pihak terutama kalangan rohaniawan.

Sebelumnya, pada 1988 ilmuwan 68 tahun itu mendapat pengakuan global melalui bukunya berjudul "A Brief History of Time," yang berisi penjelasan tentang asal-usul alam semesta, teori Black Hole yang terkenal, kosmologi dan gravitasi kuantum. Sementara buku terbarunya yang berjudul "The Grand Design" akan mulai dijual minggu depan.

Pendapat terbaru Hawking menunjukkan bahwa ia telah keluar dari pandangan sebelumnya pada agama. Sebelumnya, dalam "A Brief History of Time" Hawking berpendapat ; "Jika kita menemukan suatu teori yang lengkap, itu akan menjadi puncak kemenangan nalar manusia, untuk itu kita perlu tahu pikiran Tuhan." Namun dalam buku terakhirnya itu, Hawking justru mendekonstruksi teori Issac Newton tentang campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam Semesta.


Read more
Friday, September 03, 2010 | 9/03/2010 | 15 Comments

HIDUP SEORANG BLOGGER dan Tradisi Mudik


HIDUP SEORANG BLOGGER
menjelang lebaran tentunya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang sudah merupakan rutinitas tahunan yang harus dijalani. Ada yang sibuk bikin kue, ada yang sibuk antri pesan tiket pulang kampung, ada pula yang pergi ke mall beli baju dan sepatu baru, hingga mall dan pusat perbelanjaan padat manusia sementara masjid mulai kosong melompong nyaris tak berpenghuni.

Biasanya, awal Ramadhan Masjid penuh. Kini, di sepuluh hari terakhir, shalat tarawih hanya menyisakan beberapa shaf saja, itupun kebanyakan yang sudah berumur.

Stasiun, terminal dan bandara menjadi lautan manusia. Jalan macet dan angka kecelakaan meningkat tajam. Situasi seperti itu sudah menjadi hal yang biasa menjelang lebaran. Mudik, ya....... tradisi yang sudah begitu melekat. Seolah-olah tanpa mudik lebaran tak bermakna.

Sedihnya lagi, kebanyakan diantara yang mudik lebaran atau yang sibuk dengan baju baru dan kue lebaran justru melalaikan puasanya. Naudzubilahi min dzalik...... Puasa yang sedianya 29 hari atau maksimal 30 hari itu hanya bersisa hitungan jari.

Bulan Ramadhan
adalah bulan penuh berkah. Satu kebajikan dibalas sepuluh kali lipat. Allah SWT menurunkan rahmat, menghapus dosa dan mengabulkan do’a. Allah SWT juga membangga-banggakan orang yang berpuasa kepada para malaikat-Nya. Namun tidak sedikit orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah SWT pada bulan ini

Sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan yang didalamnya terdapat malam kemuliaan, yang lebih mulia dari seribu bulan berlalu tanpa kesan. Sedangkan kebanyakan diantara kita menyibukkan diri dengan mudik, baju baru dan kue lebaran. Uang, mungkin jutaan rupiah kita rogoh untuk bertemu sanak famili di kampung sementara malam kemuliaan berlalu begitu saja. Seakan malam kemuliaan itu tidak penting dan bukanlah sesuatu yang dinanti-nanti, sebaliknya yang menjadi penantian justru mudik, baju baru dan kue lebaran.

Akankah malam kemuliaan itu pergi tanpa kesan?. Manakah yang lebih penting mudik untuk bertemu sanak keluarga dan bermaaf-maafan yang dapat kita lakukan tidak hanya saat lebaran dibandingkan dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan yang umur kita saja belum tentu bisa menggapainya?

Semoga saja tradisi mudik yang merupakan rutinitas HIDUP SEORANG BLOGGER bisa menjadi bahan perenungan kita semua untuk ditinjau kembali. Tidak ada salahnya kita mudik, tidak ada salahnya beli baju baru dan tidak ada salahnya menyediakan kue lebaran . Namun yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas ibadah kita perlu lebih dimantapkan menjelang lebaran.

Puasa dalam bulan ramadhan bagaikan memintal benang yang terurai semrawut, yang setelah dipintal dengan tekun, menjelmalah dalam wujud yang baru, yaitu benang kokoh yang tak mudah putus, benang yang banyak memberikan manfaat bagi segenap keperluan.

Puasa adalah wajib,
Bersilaturahmi adalah baik kendati tak usahlah terpatok cuma setahun sekali Kapan dan dimanapun silaturahmi karena Allah itu mulia terlebih lagi pada hari Idul Fitri.

Kalaupun kita berbuat salah kepada orang tua atau kerabat lainnya, bukankah kita bisa minta maaf saat kita berbuat salah ketimbang kita tidak mendapatkan malam kemuliaan itu. Apakah kita menganggap mudik lebih penting dari malam kemuliaan?. Semoga saja tidak.


Read more
Thursday, September 02, 2010 | 9/02/2010 | 8 Comments

26 Tersangka Korupsi Kasus Travellers Cheque


Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan 26 anggota DPR periode 1999-2004 sebagai tersangka kasus travellers cheque (TC) sebagai suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom pada 2004.

"Pada pengembangan penyidikan TC, KPK tetapkan 26 tersangka baru dalam dugaan tindak pidana korupsi penerimaan pemberian TC anggota DPR periode 1999-2004," kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Penetapan sebagai tersangka tersebut, ia mengatakan karena berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya berkaitan dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

Berikut adalah 26 mantan anggota DPR periode 1999-2004 yang diduga menerima suap cek pelawat:

Fraksi Partai Golkar

  1. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta
  2. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta
  3. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta
  4. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta
  5. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta
  6. TM Nurlif (MN) Rp550 juta
  7. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta
  8. Reza Kamarullah (RK) Rp500
  9. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta
  10. Hengky Baramuli (HB)

Fraksi PDI Perjuangan

  1. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta
  2. Max Moein (MM) Rp500 juta
  3. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta
  4. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta
  5. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta
  6. Panda Nababan (PN) Rp1,45 miliar
  7. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta
  8. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta
  9. Budiningsih (B) RP500 juta
  10. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta
  11. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta
  12. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta
  13. Soewarno (S) Rp500 juta
  14. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta

Fraksi PPP

  1. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta
  2. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta.

Sementara itu, anggota Fraksi TNI/Polri yang diduga ikut menerima yakni, R Sulistiyadi Rp500 juta, Suyitno Rp500 juta, Darsup Yusuf Rp500 juta, berkasnya diserahkan ke pihak Militer.

Sebagaimana diberitakan, dalam persidangan 4 terdakwa kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) muncul 39 nama anggota DPR RI penerima traveller’s cheque dugaan suap terpilihnya Miranda Goeltom.

Source
http://kabarnet.wordpress.com
http://id.news.yahoo.com

Read more
Share/Bookmark

SAHABAT SETIA

STATISTIK PENGUNJUNG

 
Copyright FATAMORGANA © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.
12810870