Home » » ILUSI ; SANG PEMIMPI

ILUSI ; SANG PEMIMPI

Written By Muhammad Yuliawan on Rabu, Juli 08, 2009 | 7/08/2009

Halimun biaskan jatidiri
Angan berada di ujung cakrawala
Sukma bertaut dalam semu yang tak berakhir
Kehampaan akrab dalam kesejatian

Kau berwujud tanpa makna
Aku ditelan debu
Diterbangkan oleh angin
Diombang-ambingkan riak yang nisbi
Dihempas dalam asa yang tak pasti

Kehilangan........
Kekosongan.......
Keharuan.......
Kehampaan.....
Kekhawatiran......
Ketakutan........
Berkumpul berbaur jadi satu
Berpesta dalam benak yang terlanjur picik

Harfa cinta yang menggairahkan
Yang gemanya membuat tujuh langit berputar
Yang gaungnya membuat tujuh samudera bergetar
Yang bahananya membuat tujuh bidadari terpikat,

Ada misteri dibalik makna yang tak terungkap
Ada rahasia dibalik kiasan yang mana realitas berwujud
Ada cinta yang setiap saat mewarnai segala yang lain.

Aku tersesat di tengah keramaian hati Sang Pencinta
Di satu arah nampak keteguhan, ketegaran dan keperkasaan
Di arah lain nampak kepasrahan, kelembutan dan kebutuhan

Yang datang sebagai pemuja dan pencinta
Berkorban dengan gairah sebagi tumbal
Berharap jadi pilihan yang terkasih
Menanti dengan tulus
Menunggu dengan sabar

Namun...................................

Kebersamaan adalah sebuah takdir


Share this article :

29 comments:

  1. wadduh, sori... gak paham bahasa puisi. maklum istrinya paklum™, sejak esde, pelajaran bahasa indonesia paling nggak bisa ya masalah puisi.. hehehe...

    BalasHapus
  2. hadeuh suhuu!! bagus sekali rangkaian kata²nya!!

    BalasHapus
  3. Halimun itu kadang indaH lho. Halimun jiwa, ayo kita sibak, hehe. Puisi yang manis.

    BalasHapus
  4. jadi inget sandiwara radio jaman dulu, ada Ilmu aji Halimunnya.. we..ke..ke..

    BalasHapus
  5. Wooooow keramaian hati sang pencipta.....hhhmmmmmmmm.....dalem bang...

    BalasHapus
  6. kebersamaan adalah takdir.. bagus kata2nya bank...

    nice poem.. :36

    BalasHapus
  7. waduh jrang bgt aku bisa diurutan ke-8 nee... heheheh, bangga juga ni

    wah keren bang pusinya boleh copas buat someone gak nee ??? hehehhe,
    gak boleh ,,, kaburrr**** ..aja

    BalasHapus
  8. gmna bang?banner anda dah tak pasang lho...gantian ya.....btw puisinya bagus

    BalasHapus
  9. Kebersamaan - perpisahan adalah takdir, namun tak berarti kita berdiam diri....semua perlu usaha tuk mencapai....

    Takdir bukan berarti pasrah bongkok'an.....

    BalasHapus
  10. lagi ngomongin siapa sih?

    BalasHapus
  11. GITU AJA KOQ REPOT.

    REPOT KOQ GITU_GITU AJA.

    OMMMMMMMMMMMMMMMMMM
    SAAAMMMMMMMMMMMMMMM
    CAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    Hidup adalah menjalani.
    Ketika harus berpasrah maka iklash kau dapat.
    Ketika harus berkeinginan Niat yang utama.
    Ketika harus memilih, bijak yang meng-ada.

    Karena hidup adalah Pilihan.
    Pahit,
    Pedih.
    Manis,
    Indah.

    Semua berpasangan, berkesinambungan.
    Saling bergelut, saling mngisi.

    Karena bila semua itu tiada.
    Semua kan tenang.
    senyap...........
    Hingga kelak kau dibangunkan.

    BalasHapus
  12. apa aku mimpi???

    apa ini bang amri???

    loh..ini kan puisi??

    keren puisinya...

    bang amri... kau kah itu???

    BalasHapus
  13. :37 masih nggak percaya ahh... btw bang puisinya tentang apa ya? maklum bukan sastrawan...

    BalasHapus
  14. semoga mimpi indah bos

    BalasHapus
  15. Aduh Jadi terharu Nh dngan postingan Oom yang saNgat menyentuh..

    BalasHapus
  16. masih dalam suasana pemilihan dan sang pemimpin. tapi sayang birokrasi dan peraturan yang harus membuat saya tdk bisa mencontreng. 1 suara hilang buat 5 tahun ke depan

    BalasHapus
  17. Siapa yg ditakdirkan untuk bersamaku yaaa... :39

    BalasHapus
  18. puisinya bagus pak
    maknanya dalem banget
    ampe harus baca 2 kali nih baru nemu maknanya
    ato karena dirku lg gak sehat y jadi rada gimana gitu otakke

    BalasHapus
  19. udah saya link balik bang......jangan lupa pasang banner saya....cz banner blog anda udah tak pasang......kode html nya ada di bagian link sahabat di blog saya,trims

    BalasHapus
  20. Kasih:
    sayang yang tak merisih,
    cinta yang tak kenal perih...

    Rindu:
    asa rapat-rekat selalu,
    di relung terdalam kalbu...

    Sepasang insan berkasih lekat,
    karena Allah cinta terpahat;
    (tersebab Allah) mereka merapat jabat,
    (atas Cinta-Nya pula) mereka melepas dekat.
    Ini jelas bukan 'cinta' si kamuflase maksiyat,
    ini jelas bukan 'cinta' yang menuai laknat!

    BalasHapus
  21. Sepasang insan berkasih lekat,
    karena Allah cinta terpahat;
    (tersebab Allah) mereka merapat jabat,
    (atas Cinta-Nya pula) mereka melepas dekat.
    Ini jelas bukan 'cinta' si kamuflase maksiyat,
    ini jelas bukan 'cinta' yang menuai laknat,
    ini jelas bukan 'cinta' menggelap pekat!

    BalasHapus
  22. kebersamaan adalah takdir.. hmmmm argumen yang cukup sulit untuk dibantah..

    BalasHapus
  23. bang iwan,di atas...tepat di logo blog fatamorgana.....saya kok membaca tulisan yang familiar bgt dgn yang saya selami selama ini.........bunyinyA gini :
    Yesterday is history...tomorrow is mistery but to day is a gived....that is must be called surpriced.
    yang ngomong master oughway di film kungfu panda
    coba lihat di side kanan blog saya......
    bahkan saya buat tempat khusus untuk kata-kata itu,
    pertanyaan saya...apakah bang iwan juga suka film kungfu panda?
    trus........apa bang iwan jga menyelami pepatah tersebut sebagai motivasi?
    saya tunggu balasanya.

    BalasHapus
  24. Kebersamaan adalah takdir, akan halnya pertemuan :)

    BalasHapus
  25. Bang... bisa juga to buat puisi yang keren ? Saluuuttt.... !

    BalasHapus
  26. Bersama emang lebih baikkk ...

    bersatu kita teguh, bercerai ke KUA ... :D

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger