Home » » FILM MERANTAU : UPAYA PELESTARIAN PENCAK SILAT HARIMAU

FILM MERANTAU : UPAYA PELESTARIAN PENCAK SILAT HARIMAU

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Agustus 04, 2009 | 8/04/2009

Aku juga belon sempat nonton sih, cuman iklannya doang yang membuat saya menarik untuk mengetahui lebih banyak tentang film ini, makanya saya browsing di beberapa situs, yaitu : vimeo.com ; kapanlagi.com ; buayafilm.blogspot.com , yang saya rangkum berikut ini.

Tema film laga sempat menjadi primadona juga di kancah perfilman Indonesia dulu, tapi seiring bangkitnya lagi dunia film kita saat ini, belum ada satu film pun yang bisa membangkitkan momentum kembalinya film aksi yang menampilkan budaya bela diri khas Indonesia ini yaitu Pencak Silat. Menilik kesuksesan Thailand dalam mempopulerkan seni bela diri khas negara mereka dalam film “Ong Bak”, harusnya Indonesia juga bisa berusaha menampilkan hal yang serupa.

Tapi sesaat lagi sepertinya hal ini akan segera terwujud lewat kepedulian beberapa anak bangsa yang bakal memproduksi film berjudul “Merantau”, sebuah film yang coba membangkitkan dan mengharumkan kembali budaya Pencak Silat di perfilman Indonesia, yang juga moga moga bisa berbicara banyak di kancah mancanegara nantinya.

Yang lebih unik lagi film ini justru ditulis ceritanya dan disutradarai oleh seorang yang bukan asli Indonesia tapi sutradara bule asal Inggris bernama Gareth Evans. Gareth yang adalah fans berat film aksi laga ini sendiri telah bermukim di Indonesia sejak satu tahun yang lalu, tepatnya setelah menyelesaikan juga sebuah film dokumenter tentang Pencak Silat berjudul “Land of Moving Shadows”. Sesuai dengan judulnya yaitu “Merantau” tadi, sedikit banyak film baru ini juga akan mengangkat cerita dari tradisi yang sangat terkenal dari masyarakat Sumatra Barat itu, sebuah budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sejak berabad-abad silam.

Pemain: Iko Uwais, Siska Jesika, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Yusuf Aulia, Laurent Buson, Alex Abbad, Mads Koudal.

Merantau adalah sebuah tradisi yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat yang wajib dijalankan bagi setiap laki-laki yang tinggal di Minangkabau untuk pembelajaran diri. Tak terkecuali bagi Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat Harimau. Ia harus merantau ke Jakarta, dan meninggalkan Minangkabau. Meski sang ibu, Wulan (Christine Hakim) melarangnya, tapi karena sudah bagian dari tradisi, maka Yuda tetap pergi meninggalkan ibunya, dan kakaknya Yayan (Donny Alamsyah) dengan tujuan menjadi guru silat.

Dari Minangkabau yang tenang dan penuh kenyamanan, Yuda harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan di Jakarta. Tak kunjung menjadi guru silat, nasib pun mempertemukan dirinya dengan Adit (Yusuf Aulia) dan Astri (Siska Jesika), kakak beradik yang akhirnya menjadi korban sebuah organisasi human trafficking, pimpinan Ratger (Mads Koudal). Yuda pun tergerak hatinya untuk membantu Astri dan adiknya.

Yuda pun harus berhadapan dengan organisasi mafia, dan ia harus melawan kaki tangan Ratger, Luc (Laurent Buson) dan Johni (Alex Abbad) dan anak buahnya. Demi sebuah kebebasan, Yuda bersama Astri dan Adit melarikan diri dari para preman-preman dan mucikari yang terus mengejar mereka.

Sebelum menggarap MERANTAU, Gareth terlebih dahulu melakukan research ke seluruh Indonesia mengenai pencak silat, dan pilihannya jatuh kepada pencak silat Harimau asal Minangkabau. Sebagai film dengan genre drama action, MERANTAU menyuguhkan adegan-adegan penuh action yang belum pernah ditayangkan di film laga lokal.

Dari sisi sinematografi, Gareth mampu menampilkan tontonan yang apik meski dengan budget 'terbatas', sekitar 15 miliar rupiah. Alhasil, adegan kejar-kejaran dan perkelahian melewati gang-gang sempit dan bahkan adegan ketika Yuda berkelahi di atas tumpukan-tumpukan bambu, terlihat sangat apik. Tak heran jika sebelum premier di Tanah Air, film ini telah mendapatkan standing applaus saat diputar di ajang film internasional di Korea dan Jogya beberapa waktu lalu.

Selain untuk mengangkat pencak silat, yang merupakan budaya asli Indonesia ke dunia internasional, MERANTAU ingin mengajak semua generasi muda Indonesia lebih mencintai dan bangga terhadap budaya asli Indonesia. Karena sesungguhnya, budaya asli Indonesia harus dipertahankan. Jika orang luar saja tertarik untuk membuat film dengan latar belakang budaya Tanah Air, kenapa kita yang lahir di Indonesia justru tidak bangga dengan budaya milik kita sendiri?

Berikut adalah Traillernya dan anda juga bisa berkunjung di site khusus film ini, DISINI

Merantau Trailer (SD) from Merantau Films on Vimeo.


Share this article :

42 comments:

  1. wah jadi ingat waktu kecil, sempet belajar silat waktu kecil

    BalasHapus
  2. Aku tadi udah komen sudah muncul belum yaa.... ? sekarang pakai moderasi kah?

    Kapan saya sempet nonton pilm nih?

    BalasHapus
  3. Resensi yang mantap, jadi pengen nonton neh bang. Padahal, jarang-jarang lho saya suka film laga, hehe.

    BalasHapus
  4. Mau nonton filem beginian penuh perjuangan pak.. perlu berkendara selama 8 jam untuk mencapai cinema XXI *sigh*...
    baca repiyunya sajah...

    BalasHapus
  5. ella dulu waktu SD ikut tuh belajar silat.....mmm di padang memang jadi tradisi untuk anak2 belajar silat...seruuuuu....

    jadi pengen nontn filmnya....secara itu ttg padang, daerah asal ella hohoho...sekalian ajak ortu juga hehehehe

    BalasHapus
  6. sepertinya bagus nih.. tayang di 21cineplex ga ya, kmaren malam juga ada iklannya. hahahaha...

    hehehehe

    BalasHapus
  7. jadi ceritanya kayak film hongkong bukan??? hmmm aq juga belum tau niy, cuman sekelebat liat iklannya sajo.....

    wuaaahhhh aq kagak bisa nyepamm banyak2 masih banyak tempat yg harus dibagi spamm niy, hehehehehe

    yg penting aq ngevote bang iwan....

    BalasHapus
  8. aku juga lagi merantau ni ke blog ini. he he he...selamat pagi bang Kumis....

    BalasHapus
  9. Sharingnya mantap .... jadi pengen banget nonton ini film ...sebuah awal yang bagus ntuk menyambut 64 tahun Indonesia merdeka.

    BalasHapus
  10. aku udh liat trailernya bang iwan, film ini keknya emang blom diputer kok di bioskop2 and klo liat silatnya sih oke jg, cara kameranya jg bgs cmn kok jd kliatan kek filmnya jacky chan ya hmm...

    BalasHapus
  11. Duh, ko saya tertarik banget yah pengen nonton film ini? secara, saya suka tradisi minangkabau. Sepertinya penuh dengan adegan seru. makasih yah pak reviewnya. Tapi, kalopun dah ada filmnya, saya juga gak tahu kapan nontonnya...???

    BalasHapus
  12. wah harus nonton nih...saatnya indonesia menampilkan jadi dirinya melalui film yang mempunyai rasa yang tinggi..ya seperti ini..hehe

    BalasHapus
  13. kok baca resensinya... agak jadullss ya bang...

    ia cinta tanah air bangsa dan negara.. hidup Indonesia! Merdekaaa!

    BalasHapus
  14. ciattt.... ayo budayakan kelestarian budaya bangsa.

    BalasHapus
  15. Salam..
    Met pagi sobat.. He he he h e disini baru pagi...
    Iya tuh, film merantau kalo saya liat dari trailernya lumayan mantap, menunjukkan ciri kas budaya bangsa..

    BalasHapus
  16. Wow!!! Review yg mantaBBB!!! I like this post!!!
    Btw, sudah lama saya nunggu sineas kita membuat film laga tarung yang bermutu. Apalagi setelah lihat aksi (Thaiboxer Thailand) Tony Jaa di Ong Bak 1-2 dan Tom Yum Goong, yang begitu terampil memperagakan kedahsyatan beladiri Muay Thai, dengn penggarapan artistik yang keren! Saya yakin, Silat tidak kalah dgn beladiri khas Thailand itu. Dan saya juga yakin, asal serius, kita bisa bikin film laga tarung yang bagus (walaupun harus nyewa strdara luar. Duluuuu banget, sy smpat berkhayal, film Wiro Sableng digarap serius dgn bintang Dede Yusuf [walo backgroundnya tae kwon-do] dgn sutrdr Tsui Hark, hehehe...).
    Sy berharap --sesuai review Bro iawan-- MERANTAU benar2 menyuguhkan fighting scenes yg ga basi, tp kreatif dan matang serta balutan plot dan logika kisah yang cerdas!
    Semoga juga sukses film ini ga melahirkan penyakit "terus-menerus" dan "asal laku". Contoh kasus: JAELANGKUNG, film horor bermutu di masanya. Pembuatan spin off SUSTER NGESOT, masih wajar. Yg ga wajar saat bermunculan film horor nyaris persis dngn garapan sinematographi dan suspens --kebanyakan-- a la J-movies; lha kalo unsur suspensnya di ulang2 di banyak film, kan ga 'ngagetin' lagi? Hehehe...

    BalasHapus
  17. mm..
    bgs jga nih film...
    bsa mngangkat bdya lma indonesia...

    BalasHapus
  18. mantap. resesensi film yg bagus nih. hidup film Indonesia.

    BalasHapus
  19. mas aku cuma mau kasih tau, kalo kamu dapet award dariku, di ambil yahhh,makasihh...

    BalasHapus
  20. Mampirnya tadi pagi, sempat komennya siang ini, btw aku dah lihat trailernya n bikin ngiler untuk segera nonton nih film... kalau lihat di websitenya film ini sudah diikutkan di festival film internasional yah.... semoga film ini bisa mengangkat budaya indonesia di kancah internasional.

    BalasHapus
  21. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku yang baik

    Hahaha..

    BalasHapus
  22. wow menarikk jugaaaaaaaa.......ma sapa yah aku nontonn huhuh

    BalasHapus
  23. filmnya waiting list nih, seperti film merah putih juga.
    kyknya mulai mengeeliat lg deh perfilm-an Indonesia.. :)

    BalasHapus
  24. filmnya waiting list nih, seperti film merah putih juga.
    kyknya mulai mengeeliat lg deh perfilm-an Indonesia.. :)

    BalasHapus
  25. Film Indonesia semakin kreatif..
    Tidak melulu bertema percintaan...
    Siip...

    BalasHapus
  26. Film Indonesia semakin kreatif..
    Tidak melulu bertema percintaan...
    Siip...

    BalasHapus
  27. inget film2 jaman dulu ya hehehe...
    ketika film laga indonesia ditaburi bintang yg itu2 saja, kyk barry prima, advent bangun dll..

    hehehe....nanti kalo udah diputer di bioskop, nonton gak yaaa...???

    BalasHapus
  28. ga sempat nonton neh.padahal kemarin pulang kemedan. Promosinya di Medanpun lumayan gencar.

    BalasHapus
  29. Siiiipp bang, semoga film ini meledak ya....:)

    BalasHapus
  30. Jadi tertarik buat nontonnya. Apalagi kisahnya diangkat dari budaya kita. Izain pasang link boleh tidak.
    Salam kenal

    BalasHapus
  31. jadi tertarik diriku kapan beredar dimanado yah?

    BalasHapus
  32. Judulnya Indonesia banget...
    AKu kok baru tahu ya tentang film ini?
    Tapi aku tak terlalu suka nonton sih..

    BalasHapus
  33. wah..kayaknya asiik nih filmnya.Moga DVDnya dah nyampai sini.Thanks bro infonya.

    BalasHapus
  34. Eilm Negeri yg sangat menarik sekali. Layak dicoba nih. Pasti petualangannya di kota Jakarta yg "ganas" sangat menarik sekali ya?!
    Thanks infonya bang iwan,
    mampir sambil ngevote juga nieh. Af1 lama gag berkunjung:)

    BalasHapus
  35. budaya kita memang harus kita lestarikan

    BalasHapus
  36. pernah ada niatan ngBeksi sama nyampur2in tinju bintang utara sama selatan saiia kang... tp kalap sendiri jd binun dee... iia uda ngalah en gag belajar apa2 malah :( huhuhuuhhuuuuuuuu...

    BalasHapus
  37. saya tertarik dengan gambarnya bang, kayaknya halus bgt

    salah satu film yang harus mesti ditonton :D

    besok nonton ahhh :D, kayaknya besok premiere nya

    BalasHapus
  38. salam kenal bro, imagenya bgs nih, oya templatenya mirip saya..minta tips dikit ya, ngecilin lebar (height) bground hijau yg dibwh judul posting gmn ya? trus banner sy pasang ya ok, tks n sukses

    BalasHapus
  39. oya URL blog Http://javabis99.blogspot.com ; titel : javabis99 , ok

    BalasHapus
  40. Pertama melihat trailernya langsung terkesima. Pingin nontoooooooooon!!!!!

    BalasHapus
  41. hidup pencak silat indonesia....!!!

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger