Home » , , » PETUAH SANG AYAH

PETUAH SANG AYAH

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Juli 21, 2009 | 7/21/2009



Entah kenapa hari ini kembali teringat keseharian saya waktu kecil bersama Almarhum Ayah tercinta, mungkin karena hari ini bertepatan dengan tujuh tahun beliau dipanggil oleh Sang Khaliq.

Beliau adalah sosok seorang Ayah yang sekaligus menjadi sahabat yang sangat banyak menanamkan nilai-nilai kehidupan pada pribadi saya yang sampai sekarang ini belum sepenuhnya saya bisa terapkan.

Biasanya pada hari minggu, kami bersama meluangkan waktu untuk pergi ke ladang yang terletak di atas bukit yang tidak jauh dari rumah.

Pada hari itu,.... disaat Ayah lagi sibuk menyiangi tanaman yang batangnya mulai ditumbuhi banyak rumput, aku minta izin untuk manjat jambu air yang ada di pinggir ladang yang kebetulan lagi berbuah lebat, sedang asyik-asyiknya menikmati buah jambu yang kebetulan banyak ranum di pohon, tiba-tiba Ayah berteriak, "Wan !,.... Hati-hati", belum sempat aku menjawab teriakan Ayah, dari bukit sebelah juga terdengar, "Wan !,.... Hati-hati", meskipun dengan sedikit heran saya balas berteriak, " Iya yah,..." kembali dari bukit sebelah terdengar teriakan yang persis sama dengan suara saya.

Ketika turun dari pohon jambu, aku langsung tanyakan hal ini pada Ayah, "yah !..... siapa sih yang tinggal di ladang seberang bukit ? koq sukanya menirukan terikan kita ? Dengan senyum penuh kearifan Ayah menjawab, "Wan,... coba dengarkan baik-baik," Lalu Ayah berteriak keras, "Kamu anak pintar!" Suara di kejauhan menjawab "Kamu anak pintar!", sekali lagi Ayah berteriak,"Kamu anak cerdas!" dan terdengar lagi teriakan yang sama dari bukit sebelah.

Saya hanya bisa terheran-heran dengan perasaan yang tidak mengerti. Lalu Ayah menjelaskan, "Wan !.... suara yang kamu dengar itu bukanlah suara siapa-siapa, tapi itu adalah suara Ayah juga yang terdengar karena pantulan dari bukit sebelah. Pantulan suara itu disebut juga GAUNG atau GEMA".

Sejenak Ayah terdiam sambil menghirup kopi yang dibawa dari rumah, lalu melanjutkan bicaranya, "Wan !, pada dasarnya GEMA itu sama dengan KEHIDUPAN yang kita jalani sekarang ini. Suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa kehidupan ini pada dasarnya akan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan ini adalah sebuah pantulan atau bayangan atas semua tindakan kita. Bila suatu saat kelak kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta dan kasih sayang di dunia, yah..... maka kamu harus menciptakan cinta dan kasih sayang terlebih dahulu dalam hati kamu".

Matahari sudah bersinar agak terik, Ayah mengajak aku segera pulang. Dalam perjalanan, Ayah masih menambahkan penjelasannya. "Wan !,...kamu harus ingat bahwa hidup ini akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya, dan perlu kamu pahami juga hidup ini bukanlah sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dari dirimu, makanya jangan pernah menuntut lebih banyak dari apa yang pernah kamu perbuat".

Kalimat yang terakhir ini, nampaknya sangat berbekas dalam benak saya dan memang maknanya sangat dalam....... terima kasih Ayah................!

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
(Ada Band – Yang Terbaik Bagimu)

Share this article :

40 comments:

  1. kangen ya mas sama ayah...
    kata2nya sangatlah bijak...

    BalasHapus
  2. Waaaaaah.. jadi ingat ayahku dulu.. mudah mudahan beliau mendapatkan sebaik baiknya tempat disisiNYA
    Salam Sayang

    BalasHapus
  3. Aku jadi teringat dengan ayahku yg sama persis usia wafatnya dengan almarhum ayah pak Iwan..

    Ayah kau tak pernah mengeluh walau peluh sudah membasahi dahi..
    Dan kami tak pernah tahu betapa berat tanggung jawabmu untuk kami ..
    Kami hanya tahu kau beri aku uang saku ,tanpa tahu kerasnya kau mebanting tulang ...
    Terimakasih ayah..doaku selalu mengalir kealam tempat berbaringmu kini...

    BalasHapus
  4. Sahabatku yang baik dah sembuh yaaaaaaa..
    Salam Sayang

    BalasHapus
  5. waduh ...jadi sedih nih baca postingan ini ...ingat ayah lagi bro.

    BalasHapus
  6. Siang ini saya dapat pencerahan
    Terlalu banyak pengorbanan orang tua kita
    terlalu kecil bakti kita kepada mereka
    Yaa Alloh ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Amiin

    BalasHapus
  7. waaaaahhh ayah yang bijaksana bang, dan tepet sekali tentang petuahnya....apa yang kita tanam itu lah yang kita panen....selama hama2 berhasil kita singkirkan tentu nya...heheheehehheh
    buwel juga suka lagu ada band itu bang, pernah menangis neh gara2 ndenger lagu itu...*lho* jiaaaaahhh kok jadi curhat yak....kakakakakkakk...udah ah nice posting bang...siiip

    BalasHapus
  8. wah... jadi ingat Ayahku juga... hick...

    BalasHapus
  9. untungnya kemaren baru sowan ke bapak...klw gak ikutan sedih ingat bapak... :)

    salam kenal bang iwan :)

    BalasHapus
  10. Jadi ingat petuahnya Pak Harfan dalam Laskar Pelangi:
    "Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya"

    BalasHapus
  11. Saya terharu membaca ayat-ayat ini.

    "...Suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa kehidupan ini pada dasarnya akan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan ini adalah sebuah pantulan atau bayangan atas semua tindakan kita. Bila suatu saat kelak kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta dan kasih sayang di dunia, yah..... maka kamu harus menciptakan cinta dan kasih sayang terlebih dahulu dalam hati kamu".

    Benar sungguh!

    BalasHapus
  12. semoga orang tua kita selalu mendapat kan perlindungan dan berkahNya

    BalasHapus
  13. Ayahku malah ayah terhebat di dunia.....gimana tidak...dia bisa ngasih makan tiga istrinya sekaligus.......termasuk mamiku istri pertamanya.......walah,waktu tak tanya....apa rahasianya....dia cuma ngasih aku bulu perindu....katanya bisa naklukin cewek...bulu perindu itu langsung tak bakar.....ternyata benda itu yang buat aku punya banyak adik dan ibu....duh ruwet....ruwet.....

    BalasHapus
  14. Kelak aku akan bikin seremonial "Hari Ayah Nasional".....

    BalasHapus
  15. semoga beliau tenang di alam sana
    seluruh dosanya diampuni oleh Sang Khalik
    semoga keluarga yang ditinggalkan
    diberikan kesabaran

    BalasHapus
  16. Tulisan yang mantap tentang kenangan pada Ayah. Hm..., lagu Ada Band itu sekarang jadi terngiang di telinga saya.

    BalasHapus
  17. Hmm... jadi ingat ayah saya juga.

    BalasHapus
  18. keknya masih aman2 aja bang
    antivirusku ga kasi peringatan

    kalo ditempat temennya masih kasi peringatan
    mungkin masalah pop up aja

    BalasHapus
  19. adaband yah??? hemmm,... band favoritq.
    postingannya siip

    BalasHapus
  20. dg kata lain, apa yg kita tabur itu yg kita tuai ya? apa yg kita ucapkan dan lakukan itu jadi umpan balik.

    BalasHapus
  21. dosa saiia banyak banget sama orang tua, ayah rterlebih lagi... mungkin saiia org yg paling mengecewakan buat beliau... moga saiia diapuni-Nya... semoga kita semua terus bisa berbakti -tentunya bagi yg masih memiliki- kpd orang tua kita... menghaturkan do'a tuk yg telah tiada :(

    BalasHapus
  22. Salam Cinta damai dan kasih sayang.. semoga sahabatku sembuh dan bertambah sehat saja

    BalasHapus
  23. ya kita jangan samapi lupakan jasa ayah

    BalasHapus
  24. Bang.., ayahnya bijak ya... Mengajarkan ilmu sekalian menamamkan akhlaq.
    Makasih banget udah berbagi...

    BalasHapus
  25. asking nothing in return.. kaya lirik lagunya celine dion :)

    BalasHapus
  26. bener2 kenanganayah yang tak terlupakan
    maseta --> Bloging For Beginners

    BalasHapus
  27. Pak, ada rinai kesedihan membaca kisah ini. Saya suka lagi itu. dan membaca kisah bapak, mengingatkan saya pada alm bapak saya :(.. beredar sekejap... :((

    BalasHapus
  28. Damailah sang ayah dalam rahmah,
    bersama doa terdesah,
    bersama alunan syahdu al fatihah...

    BalasHapus
  29. ayahku adalah
    ayah yang paling top markotop dech
    hehehehehe

    BalasHapus
  30. kunjungan malam sahabat apa kabar

    BalasHapus
  31. bang... setelah pengakuan dosa saiia tadi.. bole kah saiia memberikan award 9walaupun tak sepantasnya, karena siapa lah saiia wong cilik iki)... namun psotingan telah bertabur, marathon telah terjalani, silahkan di ambil, dipajang..?!?!? itu sii terserah Sir ajja ^:)^
    matur tengkyu sedalem2nya :)

    BalasHapus
  32. teringat akan ayah ya bang dan sekarang aq yakin bang setiawan pasti menjadi ayah yg baek juga bagi anak2..... sedangkan ayah bang setiawan pastinya bangga mempunyai anak seperti bang setiawan....

    ehm bang aq barusaja dari google dan icon gambarnya google berubah itu ada apa gerangan??? soalnya kan biasanya dikupas niy disini..... xixixixixi aq pengen tau ada apa kok gambarnya seperti gerhana gitu google-nya...

    BalasHapus
  33. Ayah adalah sosok lelaki hebat yang pernah kita semua miliki

    Salam kenal mas

    BalasHapus
  34. aku masih berusaha mengartikan kata2 itu bang. Jangan menuntut, lebih dari yang kamu perbuat ... mmm apa ya ???

    BalasHapus
  35. saya jd rindu pada ayah saya.. walaupun sy tau, saya takkan pernah berjumpa lg dgn beliau di dunia ini..

    BalasHapus
  36. banyak ilmu dan wawasan yang saya dapatkan disini, khususnya yang aku baca saat ini tentang kisah kisah hikmah yang bermanfaat, o iya semoga ayah handa mendapatkan temapat yang baik, terimakasih dan salam ukhuwah wahai sauadaraku.

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger