Home » , , » Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional

Written By Muhammad Yuliawan on Minggu, Oktober 02, 2011 | 10/02/2011


Berawal dari Pengesahan secara resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengakuan dilakukan pada 28 September 2009 dan penghargaan resmi pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.

Pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Penghargaan itu juga diberikan karena pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun-temurun.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap Batik Indonesia, Presiden SBY waktu itu meminta kepada seluruh warga negara Indonesia untuk memakai batik. "Semoga ini menjadi awal yang baik, untuk selalu nguri-uri kebudayaan Indonesia. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik".

Setelah proses pengakuan ini apa yang harus dilakukan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia selaku pemilik sah batik? Apakah akan membiarkannya begitu saja? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan sekaligus mempromosikan batik secara kontinyu, dengan memakai batik sebagai busana kita sehari-hari. Disamping untuk menghidupkan industri batik secara tidak langsung, kita ikut menjaga kebudayaan Indonesia.

Seperti pada tahun sebelumnya dibawah ini saya lampirkan foto saya dalam busana Batik bersama teman-teman beberapa waktu yang lalu,... (Yang manakah diriku???? silahkan tebak....)




~~~~~~~~

Sejarah Batik

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing.

Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.

Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix.

Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India.

Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Sumber :

1. Suara merdeka.com

2. Wikipedia.org






Denaihati
Share this article :

22 comments:

  1. Di malaysia, kalau kain batik dari Indonesia dinamakan Batik Jawa. Industri batik sekarang sudah banyak dikembangkan n dimodenkan. Cthnye baju kurung dan kebaya. Harga pun ade yg cecah ribu2(MYR).

    BalasHapus
  2. Sebagai bangsa Indonesia kita musti bangga dengan pengakuan dunia atas batik Indonesia.

    BalasHapus
  3. Benar kata denaihati... Designer dan agency modeling sudah mula cuba mengangkat taraf batik di pesada model :D

    BalasHapus
  4. waduh, mohon semuanya ..... kl kemarin saya gk bisa ikut memperingati hari batik nasional ..... mfin aku ya gan ....

    BalasHapus
  5. semoga generasi selanjutnya bisa melestarikan budaya batik

    BalasHapus
  6. semoga batik menjadi semakin berkembang,, heheheh bair ga di akuin lagi ma orang2 lain,,,

    BalasHapus
  7. Mari terus kampanyekan batik :D

    BalasHapus
  8. Saya pengen kaos t-shirt yang bermotif batik... :(

    BalasHapus
  9. harus menjadi identitas kita di mata dunia

    BalasHapus
  10. bangga menjadi indonesia punya pakaian khas.. :)

    BalasHapus
  11. ngomong . ngomong masalah batik , emang indonesia banget tuh .
    semua orang ngrayain hari batik nasional seru kali yya .
    pakek batik*gitu .
    hhhhaaaaaahhhhhhhaaaaa
    kembangkan budaya kita :D
    salam kenal .
    www.hajarabis.com

    BalasHapus
  12. batik indonesia memang lagi trend ya sekarang ,, selamat hari batik indonesia .

    BalasHapus
  13. Wah..... Bang Iwan kelihat ganteng kalau pakai baju batik. Wibawanya tambah terlihat.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  14. Bang Iwan saya sudah pakai batik lho, cuma saya khawatir ternyata yang bisa memanfaatkan peluang ini malah orang lain, kain dengan motif batik yang kita pakai jangan2 malah impor dari China. Batik asli untuk pembatiknya juga dibayar sangat murah mesti pada akhirnya batik itu hargnya mahal

    BalasHapus
  15. siapa lagi yang akan melestarikan budaya batik kalo bukan kita ...

    BalasHapus
  16. selalu dukung batik indonesia ,, jangan sampe batik indonesia di akui negara lain ..

    BalasHapus
  17. batik juga ada hari kebangkitannya,..

    BalasHapus
  18. batik INDONESIA memeng keren...
    aku bangga jadi anak INDONESIA.

    BalasHapus
  19. Batik Emang Keren ,,
    Apalagi itu Asli Indonesia ..

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger