Home » , , » Say NO to HALLOWEEN

Say NO to HALLOWEEN

Written By Muhammad Yuliawan on Minggu, Oktober 30, 2011 | 10/30/2011

Menjelang akhir bulan Oktober ini, masyarakat Barat Eropa tampak sibuk memakai kostum aneh dan freak, mereka berkostum dengan pakaian menakutkan ala setan-setan ala imajinasi dan mitos mereka. Buah labu pun dipotong dan diukir dengan wajah mengerikan kemudian diberi lilin atau lampu di dalamnya, dan dipajang di rumah-rumah. Anak-anak berkeliaran dengan kostum anehnya pada malam hari, berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya sembari berteriak ”Trick or Treat!”, untuk mendapatkan permen dan gula-gula. Rumah-rumah, halaman, lapangan, mall-mall, plaza, tempat perbelanjaan dan tempat umum lainnya, sibuk menyambut perayaan aneh ini dengan dekorasi-dekorasi aneh. Ya, perayaan ini adalah perayaan Halloween.
Ironinya, hal ini turut menyebar pula di kalangan kaum muslimin. Para pemuda Islam turut meramaikan syiar kaum kuffar yang jahiliyah ini, hanya untuk dikatakan tidak ketinggalan zaman ataupun takut disebut remaja ”jadul” tidak gaul. Menurut mereka, ini hanyalah perayaan belaka, tidak ada sangkut pautnya dengan agama dan keyakinan… Namun, benarkah klaim mereka ini?!! Padahal, apabila mereka mau berfikir kritis dan tidak bersikap latah alias membebek begitu saja dengan budaya atau pemikiran asing, niscaya mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Halloween ini bukanlah perayaan biasa tanpa ada tendensi keyakinan apa-apa. Karena, segala bentuk perayaan dan peringatan, pastilah berangkat dari tendensi suatu keyakinan atau ideologi tertentu…

Halloween sendiri menurut akar kata, berasal dari bahasa Inggris ”Hallow” yang artinya keramat atau suci. Upacara Haloween ini, sebenarnya berasal beberapa abad sebelum Kristiani. Kaum paganis bangsa Inggris dan Irlandia kuno, meyakini bahwa pada malam 31 Oktober, Tuhan memainkan tipu muslihat terhadap para penyembahnya yang tidak abadi (mortal), dengan membawa bahaya, ketakutan dan supernatural. Mereka juga meyakini bahwa, ruh (souls) orang-orang yang telah meninggal dibiarkan berkeliaran bebas dan dapat mengunjungi kembali rumah-rumah mereka, serta serombongan besar arwah jahat bergentayangan menejelajahi bumi.

Intinya, mereka (kaum paganis Inggris dan Irlandia Kuno) meyakini bahwa malam 31 Oktober adalah malam yang mencekam dan mengerikan, yang dipenuhi oleh arwah bergentayangan, hantu, penyihir, hobgoblin (hantu yang berpostur pendek), black cats (kucing hitam, sebagai simbol penyihir), para peri jahat dan iblis. Untuk menangkal kejahatan malam tersebut dan mencegah kemarahan para dewa (’tuhan’), mereka mengorbankan dan memberikan ’sesajen’ serta menyalakan api unggun yang besar di puncak bukit untuk menakuti dan menjauhkan arwah jahat.

Setelah kaum paganis Romawi menaklukkan Inggris, mereka menambahkan beberapa mitos pada tanggal 31 Oktober ini berupa festival panen buah-buahan, dalam rangka menghormati dan memuliakan Pomona, dewi buah-buahan. Beberapa tahun kemudian, gereja Kristian Barat pertama, merayakan peringatan hari ”All-Saints” atau ”All-Hallows” pada siang hari 31 Oktober, dan pada malamnya mereka merayakan ”Hallows-Eve” (Malam Suci/Keramat) atau ”Halloween”. Mereka tetap mengadopsi beberapa warisan pagan (berhalais) dengan tetap meyakini bahwa pada malam tersebut, orang-orang mati berjalan diantara mereka dan para penyihir serta warlock terbang berseliweran di tengah-tengah mereka, dan api unggun tetap dinyalakan untuk menjauhkan para arwah jahat dari mereka.

Secara perlahan-lahan, Halloween pun berubah menjadi bagian peribadatan dan kebiasaan keluarga. Pada abad ke-19, ritual kebiasaan ini mulai berkembang, dan seloroh tentang penyihir pun dirubah dan diganti dengan tricks (permainan) dan games yang dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Halloween masih tetap menyimpan akar paganis berhalais, rumah dan halaman masih dipenuhi oleh dekorasi gambar-gambar menyeramkan dan menakutkan pada malam Halloween. Anak-anak mewarnai wajah mereka dan memakai kostum aneh, lalu berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lain, sembari berteriak ”TRICK-OR-TREAT!!!”. Ritual menyediakan ’sesajen’ makan dan minum bagi para arwah digantikan dengan memberikan permen dan gula-gula kepada anak-anak berkostum, dan api unggun untuk mengusir roh jahat dirubah dengan ”Jack-O-Lantern”, yaitu sebuah labu yang tengahnya berlubang dan diukir dengan wajah menyeramkan serta diberi lilin di dalamnya.

Secara prinsip, Halloween sebenarnya berangkat dari ritual kuno yang melibatkan keyakinan terhadap arwah orang mati dan penyembahan kepada setan.

Halloween, menurut mereka adalah hari keramat, dimana pada saat itu setan, iblis, penyihir dan segala bentuk makhluk supranatural berkeliaran bebas. Sehingga untuk mengusir arwah ini, diperlukan ritual-ritual khusus. “Dalam beberapa kasus, orang-orang ini menebar ketakutan, khususnya bagi kaum manula. Merayakan Halloween berarti kita berada di pihak setan dan segala perbuatannya.” Hal ini tentu saja di dalam Islam adalah terlarang dan haram hukumnya.

Rasulullah SAW. Bersabda “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kelompok mereka” (HR .Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Umar).



Denaihati
Share this article :

25 comments:

  1. Seluruh Umat Islam Jaga diri dan keluargamu selamatkan aqidah mereka dari ghaswul fikri dan pengaruh sesat dari thagut dan kroninya

    BalasHapus
  2. kita sewajarnye tidak mengikuti acara yg haram ini.

    BalasHapus
  3. Kalau Halloween sich kayaknya belum begitu dilakukan orang kita.
    Tapi kalau Valentine, remaja kita sudah bener2 kecanduan

    BalasHapus
  4. Sebenarnya hal ini sudah menjadi kelatahan umat manusia khususnya di negeri mana saja. Kita dapat melihat dari suatu penylenggaraan perdukunan yang ada di dunia. Itu sama juga pengimplementasian imajinasi kan Bang ? Apa lagi sekarang sudah pada pasang iklan segala. He.....x9

    Semoga para ulama dan pemuka agama negeri ini dapat meningkatkan pola dakwah yang selalu dapat menyejukkan hati dan selalu dapat digugu dan ditiru oleh umat.

    Karena dalam jiwa seorang mubaliq yang tidak terkontaminasi dan yang selalu dekat dengan Nya, bicaranyanya selalu membawa kesejukkan setiap makhluk yang ada di dunia ini.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  5. Makasih mas Iwan, jadi tahu asal muasal halloween. Semoga diri ini tidak termasuk orang yang mengikuti dan meniru tingkah laku kaum itu.


    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  6. betul sekali tp sayangnya banyak yang takut disebut jadul tidak gaul padahal mereka meniru yang tidak ada manfaatnya buat diri sendiri apalagi orang lain...

    BalasHapus
  7. Jangan bawa pengaruh budaya asing yang jelek masuk ke dalam budaya Indonesia ...

    BalasHapus
  8. Setuju gan, dengan berkostum halloween, nanti perilakunya bisa2 seperti kostumnya.

    BalasHapus
  9. Pastinya yang ikut-ikutan haloween gitu orang=orang Islam yang bener-bener cetek ilmu agamanya, ya mas.
    Lagian gak pantes banget muke Indo ikut2an gituan :D

    BalasHapus
  10. seharusnya kita mengikuti acara yang bermanfaat

    BalasHapus
  11. indonesia ikut-ikutan saja, itukan budaya non muslim..jangan diikuti

    BalasHapus
  12. apa arti dari hallowen itu sendiri ? kita hanya ikut2x saja tanpa tahu maknanya. di indonesia cukup oleh hiburan rumah hantu saja kan seru.

    BalasHapus
  13. sesuatu yg berlebihan akan mendatangkan keburukan. yah sewajarnya saja.

    BalasHapus
  14. Ada -ada saja. Sebagai orang yang berpikir kita tentunya harus bisa memilah mana yang baik dan tidak. Kuatkan terus iman kita dan jangan ikut-ikutan hanya untuk mendapat predikat kata gaul.

    BalasHapus
  15. informasi yang unuk mas,
    makasih atas infonya....

    BalasHapus
  16. Mampir sini..Bagus artikelnya bang iwan. emangnya ini bukan perayaan kita. ngak usah ikutan perayaan agama lain :D

    BalasHapus
  17. tidak ikut merayakan halloween bukan berarti kuper atau apalah namanya,,tapi kita harus bisa lebih mengkaji lagi makna dari perayaan itu,,jangan sampai kita termasuk orang yang merugi karena hal seperti itu,,

    makasih mas sharenya,,sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman kita akan setiap budaya,dan tidak salah kaprah,,
    sukses selalu

    BalasHapus
  18. terus bagimna kalo acara hallowinya dijadikan ajang perlombaan,kankemarin ada perlombaan hallon yang diikuti oleh kanak-kanak.
    pertanyaanya,apakan perlombaan tersebut sama seperti ikut meramaikan upacara hallowin???

    BalasHapus
  19. biar saja kita di bilang kuper,,asalkan kita tidak melupaka dan tidak kuper akan moral agama,,
    karena islam tidak pernah membenarkan sesuatu yang salah,,dan selayaknya kita sebagai umat muslim harus bisa memilah dan memilih hal-hal yang baik untuk kita tiru,,dan bukan yang menyesatkan dan membuat kita menjadi musyrik,,

    semoga dengan artikel ini,banyak orang yang sadar

    BalasHapus
  20. huuhh,, serem,, untung aq gak pernah ikud perayaan model model kyak gitu, selain karna gak minat juga perayaan aneh dn gak penting mnurutku :)

    BalasHapus
  21. saya rasa, ngapain ngerayain Halloween yang nggak jelas tujuannya bagi umat Islam? udah tau buat nyembah selain Tuhan, masih aja dirayain. namanya juga gengsi dan gaul ^^

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger