Home » , » TAKABONERATE ISLAND EXPEDITION 2009

TAKABONERATE ISLAND EXPEDITION 2009

Written By Muhammad Yuliawan on Sabtu, Oktober 24, 2009 | 10/24/2009

Sebagai point interesting dari masyarakat Sulawesi Selatan untuk dunia pariwisata, saat ini sedang berlangsung Takabonerate Island Expedition 2009 di kabupaten Selayar. Event ini akan digelar hingga 25 Oktober 2009 .

Selain itu, juga digelar culture events yang diadakan di Benteng, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Selayar, yakni grand launcing Takabonerate Island Expedition, Festival Budaya Konjo, serta atraksi seni tari dan musik.

Acara kuliner juga ambil bagian dengan memamerkan makanan dari hasil laut penduduk setempat. Untuk acara marine events, ratusan peserta diikutkan dalam ekspedisi tersebut, terdiri dari 220 penyelam dari 14 klub di Indonesia, 114 divers Sulsel, dan lainnya berasal dari provinsi DKI Jakarta, Jogjakarta, serta Surabaya.

Nantinya, mereka akan dipandu 34 diving master dan rescue due yang akan menjadi guide bagi peserta penyelam di bawah laut.

Sementara Lomba Mancing Internasional yang juga menjadi salah satu kegiatan dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 170 tim. Di lokasi itu juga, gubernur diagendakan menyerahkan hadiah lomba mancing kepada para pemenang. Hadiah yang akan diserahkan itu antara lain satu unit mobil APV, satu unit mobil Avansa, dan uang tunai sebesar Rp 200 juta.

Menariknya, semua peserta menumpangi Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar. Mereka berangkat, Jumat (23/10), dari pelabuhan Soekarno-Hatta menuju Benteng, Kepulauan Selayar. Dan selama pelayaran, diatas kapal diadakan Seminar kemaritiman sebagai bagian dari Takabonerate Expedition Island yang dimaksudkan sebagai upaya menyatukan mindset kemaritiman untuk mengembangkan pariwisata.

Acara menyelam juga diikuti oleh tiga selebriti, Nadine Chandrawinata, Lusy Rahmawaty, dan Putri Patricia. Takabonerate Islands Expedition berlangsung dari 23-25 Oktober.

oooo0000oooo

Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak.

Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).

Untuk kemeriahan event ini, sejumlah acara digelar dalam ekspedisi tersebut, seperti International Fishing Tournament, Underwater Exhibition (diving dan snorkling), serta exploring.

Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).

Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).

Sebanyak 15 buah pulau di Taman Nasional Taka Bonerate dapat dilakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Mengg-gunakan bis dari Makassar ke Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh lima jam, kemudian ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Koordinator Sekretariat Takabonerate Island Expedition, Yulianus B Saleh, mengakui pemetaan titik potensi pariwisata Takabonerate yang sangat luas tidaklah mudah. Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memajukan sarana dan prasarana di Kabupaten Selayar.

Koordinasi lintas sektor inilah yang akan dicapai pada pelaksanaan seminar kemaritiman di KRI Makassar selama dalam perjalanan dari Makassar menuju Selayar. "Pariwisata memerlukan keterikatan sektor satu dengan lainnya," kata Yulianus.

Potensi masyarakat di Kabupaten Selayar, kata dia, sangat mendukung untuk pengembangan kawasan Takabonerate dan sekitarnya menjadi destinasi wisata. Apalagi, masyarakat bakal memperoleh keuntungan dari penyewaan kapal, penginapan, dan potensi lain yang menjual.

Dari beberapa even yang digelar di Selayar, telah mulai tercipta kunjungan wisata dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Hanya saja, promosi yang dilakukan harus secara berkelanjutan dan lebih fokus.

Salah satu upaya yang sedang direncanakan untuk pengembangan kawasan wisata Taman Laut Takabonerate dengan konsep new wave marketing. Promosi tidak hanya dilakukan melalui media massa atau even yang digelar di luar negeri. Pengenalan potensi wisata juga melalui promosi horizontal memanfaatkan komunitas.

"Kami telah mengundang komunitas blogger untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Selayar dan kabupaten lain melalui kegiatan mereka. Promosi ini sangat efektif, karena melalui tulisan dapat tersebar ke seluruh dunia," jelasnya.

Semua komponen masyarakat harus membangun kerangka berpikir agar semakin banyak orang yang mau berkunjung ke Selayar.



Selain itu, masyarakat Selayar harus lebih menggali kearifan lokal yang dapat menjadi penarik wisatawan mau berkunjung. "Keramahtamahan dan keindahan alamnya dapat menjadi jualan pariwisata yang dapat diandalkan."

Share this article :

42 comments:

  1. Aku mau yang pertamaxx melkihat indahnya laut sulawesi..

    BalasHapus
  2. Komentarku harus diapprovel ya pak..indah seakli ya pak..semoga suatu saat aku bisa kesana...salam

    BalasHapus
  3. Pak Setiawan ikut ke Selayar juga, nggak? Ditunggu liputannya yaa..

    BalasHapus
  4. Baru denger nih mas ada tempat exotic taka bonerate di sulsel. Keren banget :)

    BalasHapus
  5. Wew...jadi pengen kesana mas...
    Keren banget kayaknya...
    Apalagi pemandangan bawah lautya, takjub banget ue...

    BalasHapus
  6. soreee..komentku tadi berhasil gak ya? inet lemot nih

    BalasHapus
  7. semoga kelestarian alam di indonesia akan dapat terus terjaga khususnya terumbu karang yang semakin banyak yang rusak,,,
    marilah sama2 kita menjaganya...

    BalasHapus
  8. wwowww kereeennnn... pengeennnn *tapi ga bisa berenang*

    BalasHapus
  9. hiohoho baru inget ada moderasiiii
    aahh curaaanggg

    BalasHapus
  10. yang pastinya marine eventnya ga bisa menyaingii sail bunaken Manado hohohoh
    hidup manadoo hehehe
    waktu sail bunaken ada artikel yang bapak tulis ga hikzz kelewatan coz sayah saat itu sangat sibuk sibuk se sibuk sibuknyaahh ^^

    met wiken pak

    BalasHapus
  11. Taman laut Taka Bonerate, terlihat sangat indah. Event yang spektakuler, semoga berjalan sukses dan lancar.

    BalasHapus
  12. Rupanya, negara kita begitu kaya. Masih banyak tempat yang belum ku jelajahi dan ku sambangi. Semoga kelak, satu demi satu, aku mampu mengunjunginya. (kira2, saya bisa ke Makassar gak yah?) "Apa kareba?", Bacik2. hehehe.. hanya itu bisanya.

    BalasHapus
  13. salam super,,,
    sangat informatif mas,,
    masyarakat harus membangun kerangka berpikir agar semakin banyak orang yang mau berkunjung ke Selayar.
    saya bantu promosi mas...

    BalasHapus
  14. lomba mancing....
    pengen... hehe.. :)

    BalasHapus
  15. btw yang bener Takabonerate ato Taka Bonerate? dan artinya apa?

    pagi bang iwan!!!

    BalasHapus
  16. wah tambah satu penyelam bang, hehe lumayan nyelam bareng Nadine Chandrawinata, Lusy Rahmawaty, dan Putri Patricia.
    Mustinya event2 seperti ini perlu digagas oleh banyak pihak di berbagai tempat, sbg ajang pengenalan semua potensi khususnya wisata yang dimiliki daerah di indonesia.

    BalasHapus
  17. Takabone emang indah katanya nadine pingin nulis buku tentang itu

    BalasHapus
  18. Selamat pg bang knp header sy tidak menunjuk ke url sy posting sy menuju ke blog orang lain kl dì bk pake google

    BalasHapus
  19. penegn ke sana...tapi kapan yah...wah pantai...

    BalasHapus
  20. saya bikin blog baru kanda Alhamdulillah saya sudah bisa edit sendiri Menunya btw kenapa yah sekarang inet sering lemot dan kayaknya orang yang aktif mulai berkurang

    BalasHapus
  21. subhanallah... keren ya taka bonerate itu. hm.. kalo pemetaan pariwisata di dunia bahari emang sulit, soale aku pernah ikutan jadi bagian itu.

    jauh banget kab. selayar itu.. 5jam plus 5jam plus 5jam.. duuuuuuu padahal pengennn bangett bisa ikutan snorkling or diving... *penasaran kenalan ma ikan plus trumbukarangnya*

    BalasHapus
  22. Muantabbs daeng. Seorang teman saya yg ditugaskan meliput baru saja Live Report di radio langsung dari sana.

    BalasHapus
  23. salam perkenalan

    izib kpan sebagai refensi..

    sekalian minta tukar2 link

    harap diknfirmasi

    BalasHapus
  24. Lautan indonesia itu emang indah buanggetttt ... nggak hanya di sulawesi, namun juga di daerah - daerah lain di Indonesia ...........

    BalasHapus
  25. Takabonerate,wah begitu indah dan mempesona...tapi sayang jauh sekali ya.

    * Gimana bang ritual mati lampu masih berlangsung ? semoga sudah tidak ya...

    BalasHapus
  26. met mallllleeeeemmm paakk

    BalasHapus
  27. Infonya mantap dan lengkap..!! Makasih ya Bang dah berbagi informasi.
    Jadi pengen bisa kesana... Kapan ya ?

    BalasHapus
  28. salam sobat
    keren dan indah sekali pemandangan dibawah laut...
    jadi ingin lihat langsung nich..
    kapan bisa kesana ya,,,

    BalasHapus
  29. wah....pemandangannya indah banget

    BalasHapus
  30. Bang iwan....blog nya makin mewah aja kaya mall kelip2 hehehehe....sip2.....selalu eksis ya bang....bisa posting terus.......sukses deh!

    BalasHapus
  31. wah... keren ya pak... eh ada award untuk bapak... diambil ya...

    BalasHapus
  32. semoga bisa kesana tahun depan :) amiiinnn

    maaf yah mampir2, hehe

    salam

    BalasHapus
  33. Kapan ya aku bisa ke Sulawesi? Mau gak mas ngeguide aku di sana? hehehe...

    BalasHapus
  34. Hanya melihat potonya saja sudah terlihat begitu indah, apalagi datang kesana seperti himbauan pak gubernur. Pengen sih...tapi sapa yang mau sponsorin ya..!?

    BalasHapus
  35. blm ada yg baru? ato inetku lelet ya?

    BalasHapus
  36. selayar tuh makasar kan,..... wah boleh juga ,...
    moga2 aja pemerintah sulsel bisa mengembangakan kabupaten selayar menjadi pariwisata kayak di bali gitu,....

    Ewako Makasar,...

    BalasHapus
  37. ternyata, keindahan Sulawesi bukan hanya BUNAKEN....

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger