Home » , , » Uang Seratus Ribu Rupiah Tidak Salah Cetak

Uang Seratus Ribu Rupiah Tidak Salah Cetak

Written By Muhammad Yuliawan on Jumat, Oktober 08, 2010 | 10/08/2010



Beberapa waktu yang lalu muncul isu bahwa uang pecahan nominal seratus ribu rupiah akan ditarik dari peredaran karena salah cetak. Pangkal dari salah cetak ini adalah dimuatnya angka '05 pada naskah proklamasi yang ada di uang nominal itu. Menurut sebagian orang, seharusnya adalah '45, mengingat kita merdeka pada 17 Agustus 1945.

Untuk sejenak saya berpikir, ternyata masih ada sebagian dari kita yang tidak mengenal sejarah. Namun bagi kalangan kita yang mengerti sejarah dan pernah melihat teks proklamasi (dalam bentuk asli, fotokopian atau digital) maka akan tahu kalo tahun '05 dalam naskah proklamasi pada uang seratus ribu rupiah adalah benar.

Berikut copy naskah teks proklamasi yang berupa tulisan tangan Boeng Karno pada atas sebuah kertas terlihat seperti sebuah draft karena masih terdapat coretan dan tulisan-tulisan koreksi.

Pada bagian akhir setelah pencantuman tanggal tulisan itu dibuat tertera tulisan Wakil2 bangsa Indonesia, pada naskah ini tidak terdapat tanda tangan kedua Proklamator . Nugroho Notosusanto menilai naskah tersebut bukan Teks Proklamasi yang otentik.

Naskah proklamasi yang merupakan hasil pengetikan Sajoeti Melik dimana pada naskah terdapat tandatangan Soekarno dan Hatta dan sama sekali tidak terdapat coretan . Pada bagian bawah kanan naskah, setelah pencantuman tempat dan tanggal pernyataan kemerdekaan : Djakarta, hari 17, boelan 8, tahoen 05, tertulis kalimat atas nama Bangsa Indonesia, yang diakhiri dengan tanda tangan kedua proklamator .




Dan melalui Yahoo! ID sudah di muat klarifikasi Bapak Difi A. Johansyah, Humas Bank Indonesia, saya tahu bahwa uang tersebut tidak salah cetak. Bagi banyak orang yang mengerti sejarah dan pernah melihat teks proklamasi (dalam bentuk asli, fotokopian atau digital) maka akan tahu kalo tahun '05 dalam naskah proklamasi pada uang seratus ribu rupiah adalah benar.


Photobucket


Berikut kutipan lengkapnya :

Bank Indonesia menyatakan uang kertas Rp100.000 yang beredar sekarang tidak salah cetak dan tidak akan ditarik peredarannya karena tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu mengatakan pernyataan ini dikeluarkan sehubungan dengan beredarnya isu akan ditariknya uang kertas pecahan Rp100.000 bergambar Soekarno- Hatta yang diisukan mengalami kesalahan cetak pada bagian naskah proklamasi, khususnya pada pencantuman tahun `05.

"Uang Kertas pecahan Rp100.000 bergambar Soekarno-Hatta tidak mengalami kesalahan cetak dan tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah," katanya.

Menurut Difi, Bank Indonesia telah melakukan prosedur perencanaan desain dan pencetakan uang sesuai ketentuan, termasuk berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kebenaran dan keabsahan seluruh aspek yang tertera pada uang dimaksud.

"Pencantuman teks proklamasi pada Uang kertas Rp100.000 sudah sesuai dengan naskah asli-nya yaitu tertulis "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen `05"". Tahun `05 mengacu pada fakta sejarah dimana Jepang masih berkuasa pada saat itu, sehingga penanggalan yang dipergunakan adalah penanggalan Jepang yaitu tahun 2605 yang disingkat `05," katanya.

Untuk itu, kepada seluruh masyarakat, BI mengimbau untuk tidak terpengaruh oleh isu ataupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.






Share this article :

14 comments:

  1. Bener bgt bos...Uang itu sdh sesuai dengan prosedur desain

    BalasHapus
  2. ow...baru tahu kalo ternyata ada penanggalan Jepang...hm...info yang menarik... :p

    BalasHapus
  3. Wow, ternyata emang sejarah kita misterius,,,,

    BalasHapus
  4. Yang bingung itu mungkin karena dengar pidatonya Bang...
    Di pidato proklamasi Bung Karno nggak mbaca 05 tapi 1945 kayaknya...

    Hal seperti ini mestinya jadi pelajaran untuk Bank Indonesia. kalau mau ambil icon jangan yang kira2 mengundang masalah

    BalasHapus
  5. jadi, sekarang dah terbukti kalau gak salah cetak ya Bang
    salam

    BalasHapus
  6. Waduw..saya malah baru nyadar ni mas.
    Baru tau beritanya juga :D
    Beberapa minggu ini emang jarang ngenet, jadi telat berita :D

    BalasHapus
  7. Teks asli proklamasi memang memakai penanggalan tahun jepang, 2605.
    Seharusnya materi kek gini sudah diajarkan di bangku sd, kok. Orangnya yang pada lupa atau gurunya yang dulu lupa ngajarin, ya?

    BalasHapus
  8. barangkali yg kritik i2 gak blajar sejarah waktu SD bang, anak SD aja tau klo yg trtulis i2 mmang '05 bkn 1945.........
    :D

    salam kenal Bang Yul...!!!!
    :)

    BalasHapus
  9. yang mungkin salah sih...mungkin salah cetak warnanya...

    Bolehngeblog

    BalasHapus
  10. iya... thn 05 itu adalah thn cina,,

    BalasHapus
  11. Baru tau ternyata ad isu beginian

    BalasHapus


KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI

MOHON MAAF, KOMENTAR YANG MENGANDUNG LINK TERPAKSA SAYA HAPUS.

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : METROLISA
Copyright © 2013. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger