SERDADU KUMBANG

Written By Muhammad Yuliawan on Rabu, Juni 15, 2011 | 6/15/2011



Serdadu Kumbang
- Film layar lebar yang digarap oleh Ari Sihasale sebagai Produser dan Director dan Nia Sihasale Zulkarnaen sebagai Executive Producer itu menyuguhkan keindahan alam di desa Kantar, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Dengan memakan waktu hampir dua bulan, kedua pasangan itu berharap bisa memberikan suguhan yang edukatif. "Kami ingin menyuguhkan suatu yang beda untuk anak-anak di luar sana. Bahwa, setiap anak memiliki cita-cita yang pasti bisa tercapai walaupun ada satu kekurangan yang dimilikinya," ungkap Nia di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Film yang dibintangi oleh Ririn Ekawati, Titi Sjuman, Putu Wijaya, Lukman Sardi, Surya Saputra, Melly Zamri dan Putu Wijaya itu memang sengaja kembali mengangkat tema anak-anak dan pendidikan. Hal ini disebabkan karena selama ini perfilman Indonesia terlalu memanjakan hantu-hantu.

"Umumnya film di Indonesia hantu. Gimana mau mencintai film sendiri kalau filmnya begitu semua? Hiburan untuk masyarakat sangat kurang," jelas Ari Sihasale.

Sinopsis Film Serdadu Kumbang

Tahun lalu, murid-murid di hampir seluruh Indonesia banyak yang tidak lulus ujian nasional. Berbekal pengalaman itu, guru-guru SD & SMP 08 semakin memperketat sistem belajar dan mengajar. Namun penegakkan kedisiplinan yang kaku, menimbulkan dampak bagi murid-murid yang masih dalam usia pertumbuhan. Paling tidak bagi Amek, Acan dan Umbe

Amek adalah salah satu murid dari sekian banyak murid SDN 08 yang tidak lulus ujian tahun lalu. Sebetulnya Amek adalah anak yang baik, namun sifatnya yang introvert, keras hati dan cenderung jahil, membuat ia sering dihukum oleh guru-gurunya disekolah. Sebaliknya Minun kakaknya, ia duduk dibangku SMP dan selalu juara kelas. Ia juga sering menjuarai lomba matematika sekabupaten. Sederet piala dan sertifikat berjejer diruang tamu mereka. Minun adalah ikon sekolah, kebanggaan keluarga dan masyarakat

Minun dan Amek tinggal bersama ibunya, Siti, di desa Mantar. Suatu desa yang terletak dipuncak bukit, jauh dari perkotaan. Suami Siti, Zakaria, sudah tiga tahun bekerja di Malaysia tapi tidak pernah pulang, apalagi mengirimkan mereka uang. Diluar desa indah yang tertata rapi itu, ada sebuah pohon yang tidak begitu tinggi namun letaknya persis dibibir tebing, menghadap kelaut lepas. Orang kampung sekitar menyebutnya pohon cita-cita. Pohon itu memang unik. Hampir disetiap dahan diikat dengan tali yang menjulur kebawah karena ujungnya diberi pemberat. Secarik kertas bertuliskan nama seseorang berikut cita-citanya, dan dimasukan ke dalam botol berwarna-warni hingga pohon cita-cita itu terlihat begitu indah

Minun sangat menyayangi Amek, bukan saja karena adiknya itu tidak lulus ujian tahun lalu, lebih dari itu, Amek memiliki kekurangan lahir, bibirnya sumbing dan sering menjadi bahan lelucon teman-temannya. Namun di balik kekurangannya yang di miliki, Tuhan memberikan Amek banyak kelebihan, salah satunya ia mahir berkuda. Sering orang bertanya, apa cita-cita Amek kelak? Amek tidak pernah menjawabnya, bahkan jika gurunya yang bertanya sekalipun. Amek takut kalau orang-orang akan mentertawakannya. Ia sadar betul, kekurangan yang ia miliki telah menjauhkan dirinya dari cita-citanya.

Amek, Acan, Umbe, Minun dan anak-anak sekolah Mantar sangat dekat dengan Ibu Guru Imbok, dia adalah guru favorit. Dia yang paling mengerti keinginan murid - muridnya. Apakah Ibu Guru Imbok bisa membuat anak muridnya lulus semua? Apakah Amek mau menjawab apa cita-citanya? Kita akan tahu cita-cita Amek dengan menonton film ”SERDADU KUMBANG”...!

Trailer Film Serdadu Kumbang





CLIK HERE 3 Buah iPad 2 16 GB GRATISPhotobucket
Share this article :

5 comments:


KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI

MOHON MAAF, KOMENTAR YANG MENGANDUNG LINK TERPAKSA SAYA HAPUS.

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : METROLISA
Copyright © 2013. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger