Home » , , » Mengajar dan Melatih Yang Membumi dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Mengajar dan Melatih Yang Membumi dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Written By Muhammad Yuliawan on Kamis, Juni 14, 2012 | 6/14/2012

Mengajar pada dasarnya adalah upaya menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa, maka nampak bahwa aktivitas mengajar lebih dominan oleh guru sebagai pelaku pengajar. Sedangkan siswa hanya bertindak sabagai obyek pelajar . Jadi guru dengan segala aktivitasnya berupaya memberikan pengajaran kepada para siswa. Sedangkan siswa cenderung bersifat pasif.

Kemudian dalam makna yang lebih luas, mengajar dapat diartikan dengan segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai tujuan yang telah di tetapkan.

Pendidikan pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu mendidik, mengajar, dan melatih. Ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda-beda secara sepintas bagi orang yang awam mungkin akan dianggap sama artinya.

Dalam praktik sehari-hari dilapangan kita sering mendengar kata-kata seperti pendidikan olahraga, pengajaran olahraga, latihan olahraga dan sebagainya.

Mengajar berarti memberi pelajaran tentang berbagai ilmu yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berpikir. Sedangkan melatih ialah usaha memperoleh keterampilan dengan melatihkan sesuatu secara berulang.
Tujuan dari kedua jenis kegiatan itu juga berbeda, tujuan .Tujuan pengajaran yang menggarap kehidupan intelek anak ialah supaya anak kelak memiliki kemampuan berpikir seperti yang diharapkan dari orangdewasa secara ideal yaitu diantaranya mampu berpikir abstrak, logis, obyektif, kritis, sistematis analitis, sintesis, integratif, dan inovatif.

Sedangkan Tujuan latihan ialah untuk memperoleh keterampilan tentang sesuatu perbuatan yang berlangsung secara mekanis yang mempermudah kehidupan sehari-hari dan dapat pula membantu proses belajar seperti kemampuan berhitung, membaca, menulis, mempergunakan bahasa, dan sebagainya. Baik keterampilan maupun kemampuan berpikir akan membantu proses pendidikan yang menyangkut pembangunan kepribadian seseorang.

Cara mengajar dan melatih yang membumi menurut PakDe Kholiq sesuai dengan Kisah yang diungkap dalam postingannya hari ini . Kisah I tentang Pak Mangku yang menerangkan tentang perbedaan Stalaktit dab Stalagmit pada dasarnya adalah sebuah metode mengajar yang dikembangkan sekarang ini. Sebuah model pembelajaran yang lebih dikenal dengan nama Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.

CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat sehingga nantinya melekat dalam ingatan para peserta didik. Seperti halnya Pak Mangku yang memberi petunjuk cara mengingat Stalaktit ambil kata TIT, ada huruf T nya bukan, nah bayangkan kata Manthur, itu berarti air yang menetes dari atas kebawah. Sedangkan untuk stalakmit ambil kata MIT, ada huruf M.
Sedangkan Untuk Kisah II tentang Pakde Ndar yang mempunyai trik jitu untuk membiasakan para hansip arek ndeso tersebut melakukan gerakan balik kanan maju jalan. Pada saat hansip melakukan gerakan berjalan beliau memberikan aba-aba ” Balik kanan majuuuuuuuu JALAN”, Pada saat itulah Pakde Ndar membimbing dengan hitungan “SATU DUA SETENGAH PUTER BANTING..BRAK…..”. Kata SETENGAH PUTER BANTING itulah kuncinya. Melatih gaya ndeso itu pas untuk mereka sehingga lambat laun gerakan balik kanan maju jalan selalu mulus.

Saya teringat akan Confucius yang menyatakan, What I hear, I forget (apa yang saya dengar, saya lupa). What I see, I remember (apa yang saya lihat, saya ingat), What I do, I understand (apa yang saya lakukan, saya paham). Tiga pernyataan yang mudah diingat dan mudah dipahami, serta sangat menarik untuk diterapkan.

Apa yang PakDe Ndar lakukan pada dasarnya adalah What I do, I understand. sehingga dengan latihan yang berulang kali disertai dengan motivasi dan aba-aba dari pelatih, maka pastilah peserta didik akan lebih cepat memahami. Dan hal ini juga sangat cocok dengan tugas guru sebagai Motivator.

Saya sangat setuju akan penutup postingan PakDe bahwa : Cara mengajar dan melatih anak didik perlu diselipi penjelasan yang lebih membumi,lebih dari sekedar yang ada di buku. Dengan cara itu mereka akan memahami dengan baik materi yang dipelajarinya. Terima Kasih banyak PakDe.

Artikel ini untuk menanggapi menanggapi artikel BlogCamp berjudul Cara mengajar dan melatih dalam rangka Jambore On the Blog 2012 : Sehari Bersama BlogCamp

Denaihati
Share this article :

12 comments:

  1. ikut menyimak pak !! :D

    BalasHapus
  2. Semoga sukses acara jambore blognya sahabat.
    Jadi teringat bapak yang profesinya sebagai guru, tetapi sekarang sedang menjalani masa pensiunnya

    BalasHapus
  3. mantep gan artikel nya,.,.,., lancar acaranya, sukse terus thanks

    BalasHapus
  4. Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi anda.
    Salam hangat dari Surabaya.

    BalasHapus
  5. selamat menyertai kontes pakdhe saya nih lama sekali nggak ikutan kontes

    BalasHapus
  6. mengajar itu memang sebaiknya jgn terlalu terpaku sama text book.. sebaiknya di kondisikan dengan masing2 karakter yg akan didiknya..

    BalasHapus
  7. Sebenarnya Pelajaran yang benar adalah Learning by doing, dimana dengan begitu kita akan mengingat nya selalu, sepaerti para enterpreuner dan praktisi ...

    BalasHapus
  8. Menjadi pengajar dalam hal ini seorang guru yang profesional harus memiliki bekal pengetahuan, keberanian, kemampuan serta pengalaman yang cukup

    salam dari pamekasan madura

    BalasHapus
  9. wah mantap gan infonya, thank ya buat infonya....

    BalasHapus
  10. info yang bagus gan
    terimkasih
    semoga sukses

    BalasHapus
  11. thanks gan informasinya semoga bermnafaat

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger