Home » , , , » MAWAR TAK BERSERI LAGI

MAWAR TAK BERSERI LAGI

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, Mei 25, 2009 | 5/25/2009


Pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah oknum Poltabes Makassar benar-benar membuat Mawar (bukan nama sebenarnya) trauma. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Makassar ini tidak berani lagi kuliah karena malu.

Menyusul beredarnya rekaman pemaksaan bugil tersebut, korban tiba-tiba bak selebritis yang setiap hari dibahas di kampusnya. Tidak hanya kalangan mahasiswa, seluruh staf dan dosen korban telah menyaksikan rekaman tersebut.

Lokasi kejadian di salah satu kawasan wisata Tanjung Bunga, Makassar, beberapa waktu lalu. Rekaman berdurasi sekitar satu menit tersebut kini beredar luas di di Makassar.

Pada rekaman itu, terlihat korban dipaksa melucuti celana dalamnya hingga bagian terlarangnya tersingkap oleh oknum yang mengaku aparat keamanan saat melakukan razia di kawasan tersebut. Saat itu korban kedapatan bermesraan dengan pacarnya oleh oknum yang mengaku aparat keamanan.

Semua perbuatan biadab itu direkam oleh pelaku dengan menggunakan handphone (HP).
Tidak hanya itu, Mawar juga diminta menyetor uang Rp 500 ribu jika tak ingin rekaman tersebut beredar luas. Karena tak memiliki uang, Mawar pun terpaksa menjual HP-nya di sebuah mal. Mawar berharap, setelah uang diberikan semua gambar yang direkam para pelaku dihapus.

Namun harapannya tidak menjadi kenyataan. Sebulan setelah peristiwa itu, rekaman kejadian pilu yang dialami Mawar malah beredar luas. Hal ini tentu sangat membuat Mawar terpukul. Diantar oleh kedua orang tuanya, Mawar kemudian mengadukan kasus ini ke LBH Makassar

Keempat oknum Aparat pelaku rekaman pemaksaan bugil ini sudah resmi berstatus tersangka, dan telah dinonaktifkan oleh Polda.

Semoga tidak ada mawar lain yang mengalami nasib serupa,................ dan tidak ada lagi oknum aparat yang bertindak bejat seperti itu.


Share this article :

25 comments:

  1. Beginilah kalau negara yang tidak mempunyai undang2 untuk hak perempuan. jadi kacau dan amburadul!

    BalasHapus
  2. Itulah kalo jiwa manusia sudah dikuasai oleh nafsu binatang. Wujudnya saja manusia, tapi dalamnya...

    BalasHapus
  3. Yah semoga Hukuman bwt aparat itu beraatttt banget. coz tuh mahasisiwi pasti mempunyai luka trsndiri yg tdk akan muda hilang

    BalasHapus
  4. semakin menambah citra buruk polisi indonesia

    BalasHapus
  5. semakin lama
    kok semakin banyak berita seperti ini
    apa akan kiamat

    BalasHapus
  6. sama nih di sini juga terjadi yang dilakukan oleh oknum rt/rw
    kena hukuman 4 tahun

    BalasHapus
  7. kasihan ya pak si mawar. hmmm kejadian seperti ini banyak lho terjadi di mana-mana.
    dan lagi-lagi perempuan yg jadi korban

    BalasHapus
  8. Di mana - mana pun sama masalahnya! Yang penting seseorang itu perlu berfikir secara rasional dan bukannya emosional! Ikut hati mati, ikut rasa binasa!

    BalasHapus
  9. ck ck ck *geleng-geleng kepala
    ini kah potret buram kepolisian negara kita tercintah *mengenaskan* :39

    salam kenal ya pak. ditunggu kujungan silaturahmi dan komentarnyanya. terutama dalam tulisan 'manjakan mata, telinga....'

    BalasHapus
  10. saya tdk habis pikir..ini yang salah polisi(sbg lembaga)atau personal(oknum)..apa mereka tidak di tes dulu waktu rekrutmen..kok mental2 penjahat bisa masuk ke polisian...yang nota bene polisi adalah pelayan masyarakat...atau ganti aja motonya menjadi polisi menzalimi masyarakat...tapi saya yakin tidak semua polisi bejat..toh masih ada satu yang baik dari sepuluh..saran saya polisi sering2 di berikan bimbingan agama saja...

    BalasHapus
  11. ya mas, menurut saya gara2 kekuasaan bisa jadi semena2 sekarang maklum jaman sekarang neh. maap bukannya menjust. tapi sekarang yang berkuasa dia yg menang. http://awalsholeh.blogspot.com/

    BalasHapus
  12. mas seting cooment otomatis keliatan apa yah? template yg dulu otomatis loh padahal. sekarang kok gak yah?

    BalasHapus
  13. Semoga pula, ga ada mawar laen yang berbuat serupa...

    BalasHapus
  14. Memang aparat2 sini sudah banyak yang tidak punya hati nurani ya? bayangkan aparat yang tugasnya melindungi warga malah membuat warga sengsara dan malu...

    BalasHapus
  15. Dunia makin dekat dengan hari akhir

    BalasHapus
  16. KITA JUGA HARUS TAU DAN SADAR BAHWA POLISI KAN JUGA MANUSIA SEPERTI KITA YANG TAK LEPAS DARI KHILAF DAN SALAH,TAPI BAGAIMANAPUN PERBUATAN PARA OKNUM TAK BISA DI MAAFKAN,KARNA SEHARUSNYA MEREKALAH YANG MENGAYOMI,MELINDUNGI MASYARAKAT.MAKA HARUS DI HUKUM SESUAI HUKUM YANG BERLAKU,SALAM

    BalasHapus
  17. MORAL PARA PENEGAK HUKUM DI NEGERI KITA MAKIN HANCUR,PADAHAL BANGSA KITA DI KENAL BANGSA YANG BERBUDI LUHUR SERTA MULIA,NAMUN APA LACUR SEMUA RUSAK HANYA GARA-GARA SATU ATAU DUA MANUSIA YANG TAK BERMORAL,APA KATA DUNIA,SALAM

    BalasHapus
  18. DAN BAGI PARA OKNUM PELAKU YANG TELAH MENODAI NAMA KEPOLISIAN HENDAKNYA DI HUKUM SEBERAT-BERATNYA AGAR KAPOK DAN JADI PELAJARAN BUAT SEMUA PENEGAK HUKUM KHUSUSNYA POLISI,AGAR JANGAN SEMENA-MENA LAGI DALAM BERTINDAK,SALAM

    BalasHapus
  19. SANGAT DI SAYANGKAN MEMANG,KELAKUAN YANG TAK HARUS DI CONTOH OLEH KITA SEMUA,DAN AKIBAT KEJADIAN INI KORBAN AKAN MENDERITA SEUMUR HIDUPNYA,TRAUMA SERTA KETAKUTAN AKAN MENGHANTUI SELAMANYA,TERKUTUKLAH PARA PELAKU YANG TAK PUNYA MORAL,SALAM

    BalasHapus
  20. Wee termasuk yang rada2 antipati sama yg namanya polisi... Kalo sering denger berita model ginian, waah... ^^

    BalasHapus
  21. Benar2 tak bisa dimaafkan hal seperti itu :39

    BalasHapus
  22. menjijikan banget dan muak dan marah bacanya!!!! benci sekali pada oknum ga tahu diri dan lupa apa sebenarnya kewajibannya pada masyarakat yang begini!!!

    ah... pasti masih banyak mawar lainnya... kalau coba buat membuka mata...

    kesalnya ga bisa berbuat apa apa!

    BalasHapus
  23. Itulah. Aparat yang seharusnya memberi kenyamanan, ketentraman malah berbuat seperti itu.

    Paling jawab mereka ini OKNUM, kalau kata saya ini kegagalan Profesi.

    Perlu telaah dalam untuk menyelesaikannya. Karena kejadian ini bukan yang pertama. Mungkin ke seribu, atau ke sejuta. Itupun yang tampak oleh kita. Yang diam karena Takut,...BANYAK.

    BalasHapus
  24. Mengapa aparat kepolisian tidak memberikan pengayoman kepada masyarakat ya ?
    Duh... jahat sekali polisi-2 yang telah melakukan pelecehan kepada Mawar !!

    BalasHapus
  25. :45
    kenapa sih, korban perkosaan/pelecehan seksual selalu diberi nama ganti bunga-bungaan?
    mawar, melati, anggrek....

    kenapa gak buah-buahan aja ya??
    Apel, Markisa, strawberry...
    kan lucu juga tuh!

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger