Home » , , , » SBY-Boediono ; Menguji Kesetiaan Koalisi Cikeas.

SBY-Boediono ; Menguji Kesetiaan Koalisi Cikeas.

Written By FATAMORGANA on Kamis, Mei 14, 2009 | 5/14/2009


Nama: Prof. Dr. Boediono
Lahir : Blitar, 25 Februari 1943
Agama: Islam
Pekerjaan:
  • Gubernur Bank Indonesia.
  • Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)
  • Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
  • Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
  • Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
  • Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
  • Dosen Fakultas Ekonomi UGM
Alamat: Jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan.

Sosok Boediono yang santer akan digaet SBY sebagai cawapresnya, rupanya menggoyahkan koalisi Cikeas. Hal ini juga merupakan indikator bagaimana politik dimainkan iramanya sebagai sebuah seni berbagai kemungkinan. Masyarakat yang diposisikan laiknya penonton, belakangan tentu makin sulit mencerna jalan cerita lakon para aktor yang tak lain adalah para elit politik. Cukup berbahaya memang, karena akan semakin memperlihatkan borok mereka di tengah-tengah masyarakat. Kendati merupakan hak penuh SBY, penunjukan Boediono, diam-diam menohok elit parpol peserta koalisi. Siang kemarin, empat partai peserta koalisi Cikeas, PKS, PAN, PKB, dan PPP mempertanyakan keputusan sepihak SBY itu. Pertanyaannya adalah apakah alasan paling rasional mengapa pilihan itu jatuh di luar parpol. Setidaknya jawaban SBY bisa menjadi perisai praktis argumentatif bagi elit kepada konstituennya masing-masing.

Tapi begitulah. Kenyataan politik tidak selalu berjalan lurus dan bebas intrik tingkat tinggi. Perubahan dalam hitungan menit pun bukan sesuatu yang langka, sehingga tebakan sangat mungkin meleset meski secara kasat mata sudah dapat dipastikan hasilnya. Selain soal cawapres dari luar partai, tampaknya para aktivis parpol sangat menyayangkan tidak cairnya komunikasi antara SBY dengan parpol koalisi. Sehingga penunjukan Boediono dinilai kurang nyambung.

Dari kasus ini dipetik dua poin penting, pertama ada ego sektoral parpol yang ingin ditegakkan, menjual kadernya sendiri kendati keputusan sepenuhnya ada pada SBY. Kedua, kurang lancarnya komunikasi politik di pihak SBY sebelum penunjukan Boediono mencuat di permukaan. Padahal, sejatinya sebuah kehendak baik (koalisi) harus tuntas pembicaraannya di awal, agar tidak justru menyendat jalannya platform koalisi di masa mendatang.

Kita berharap, intrik elit parpol segera berakhir dan menemukan jalan keluar. Ini penting, sebab tantangan bangsa ke depan jauh lebih berat ketimbang hanya memikirkan bagaimana memenangkan pertarungan menuju RI-1. Jika koalisi harus tercerai-berai, lakukanlah sekarang sebelum semuanya amburadul. Tapi bila memang sudah bulat, maka jalankan sesuai fatsun politik yang ada. Tidak perlu memainkan sandiwara terlalu lama, sebab toh akan menyeruak juga nantinya kebosanan rakyat. Komitmen itu sangat penting dipegang teguh. Sebab dari komitmenlah, seseorang akan dicitrakan baik atau buruk.

Loyalitas segera mengikutinya tanpa diminta. Demikian pula di ranah politik, komitmen dan loyalitas menjadi modal penting menjalankan misi-misi keumatan dan kerakyatan. Terkait dengan itu, ikrar bersama di parlemen yang digagas Golkar, PDIP,Gerindra, dan Hanura seyogianya menjadi pertaruhan nama baik para elit parpol untuk senantiasa tetap bersama, kecuali bila mereka sudah siap dicap sebagai politisi tidak matang, inkonsisten, atau bahkan pengkhianat. (^^)

Sumber :
http://www.fajar.co.id
http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/boediono/index.shtml

Share this article :

39 comments:

  1. Say No To Boediyono Say Yes To BoediAnduk
    :27

    BalasHapus
  2. Mell gak bisa comment ttng politik..hehe,otak Mell jadi dudul klw bicara politik..haha..!
    Kita doain aja yang terbaik untuk bangsa kita ya Mas...!

    BalasHapus
  3. egopartai tenampak ke permukaan untuk menjunjung orang yang tidak patut.
    yang sememang dibutuhkan orang pekerja jujur untuk memajukan Indonesia Raya

    BalasHapus
  4. Semoga bangsa ini memilih yang terbaik..
    Semoga bangsa ini mendapatkan yang terbaik..
    Btw,punya dua blog yach Pak? Selamat ya,menjadi blogger pilihan minggu ini di bacablog. Keep happy blogging..

    BalasHapus
  5. Terima kasih pembelajaran politiknya, namun sayang ndak berani beri komentar, masalahnya ndak mudeng blas. Ndak ngerti dan ndak paham.

    Terima kasih kunjungan ke blog saya. salam kenal juga.

    BalasHapus
  6. yups politik susah yak...
    moga ajah siapapun yg terpilih ntar, adalah yang terbaik deh

    BalasHapus
  7. Kalau aku melihat dari sisi SBY bahwa yang dia inginkan adalah bagaimana agar dalam menjalankan pemerintahan 5 tahun mendatang (kalau terpilih lagi), dapat lebih bisa bekerjasama dengan orang pilihannya. Itu wajar-wajar saja karena yang akan menjalaninya kan SBY, bukan koalisi partai.
    Sementara dari sisi partai lain yang menentang penunjukan Boediono , karena merasa kepentingannya sebagai bagian dari koalisi tersebut tidak tersalurkan. Itu juga sah-sah saja.
    Jadi sekarang ini yang penting untuk kepentingan bangsa aja deh... Jangan kepentingan partai.

    BalasHapus
  8. monggo pak bud... nampak ke permukaan siapa yg ngeyel ehehehehhe

    BalasHapus
  9. Emang ngaruh bro.
    mau budiono, baduono, bedaono, budeono
    semua sama saja .....

    BalasHapus
  10. Siapapun Presiden dan wakil Presidennya
    minumnya teh botol sosro

    BalasHapus
  11. politik memang tak bisa ditebak,dan munculnya Pak Budi juga agak diluar dugaan,sepertinya SBY berjudi untuk mendapatkan pemerintahan yg kuat dan lancar untuk 5 tahun kedepan,namun taruhannya suara dari sumbangan parpol..menarik untuk diikuti

    BalasHapus
  12. makin ga ngerti dunia perpolitikan yang bribet..hanya berfikir dan berharap semoga negeri ini bisa lebih baik. siapapun presiden dan wakil presidennya kelak

    BalasHapus
  13. :69 main om..
    http://pandu-an.blogspot.com/2009/05/download-twilight.html

    BalasHapus
  14. wah,, saya terserah keputusan SBY, alnya saya belum punya hal pilih, he...

    BalasHapus
  15. kayaknya boedi anduk oke juga tuh...min orang miskin lupa akan kelaparan dan penderitaan yang dia hadapi...:69

    BalasHapus
  16. saya paling suka sama pasangan SBY - Budiono, disamping SBY - JK karena saya melihat ada korelasi antara pengalaman budiono dengan pendidikannya. dan harapan saya semoga saya bisa lebih baik dari sebelumnya.. ehehe

    BalasHapus
  17. semoga semua berjalan apa adanya dan menuju ke arah yang lebih baik yaa kang... amien :)

    BalasHapus
  18. kok partai2 itu pada resistan ya sama pak boediono? :66

    BalasHapus
  19. Ujung ujungnya, kepentingan kelompoknya juga yang jadi raja. Kenapa semua mesti ada pamrih ya?. Aduh naif banget saya, ini kan soal kekuasaan, mosok bicara soal dermawan ya gak nyambung toh :55

    BalasHapus
  20. heuheuheu, jadi bingun mau komeng apa, takut salah heuheuheu.

    tapi kasian ya pa SBY, mundur kena maju kena ...

    BalasHapus
  21. Pasti semua keputusan sudah dipikirkan masak-masak. Tapi begitulah dunia politik, seringkali keputusan yang diambil sangat tidak terduga.
    Semoga saja yang terbaiklah yang akan memimpin Indonesia.

    BalasHapus
  22. Ada award utkmu. Diambil ya di sini http://awalsholeh.blogspot.com/2009/05/perdana-tentang-award-n-tlat-nntn-xmen.html

    BalasHapus
  23. betapa dudulnya GONDES kalau ngomongin masalah politik.
    jadi cuma bisa berdoa saja
    moga moga indonesia makin sukses dan makmur

    BalasHapus
  24. sama seperti yang diatas... siapapun presiden & wakilnya yang penting keduanya mau berusaha menjadikan indonesia jadi lebih baik

    BalasHapus
  25. selamat pagi
    walaupun jaringan net lagi ngadat tapi ku tetap bloging neh

    BalasHapus
  26. Menurut penerawanganku, melihat reaksi Amien rais...
    Ada rivalitas antara ke dua dosen UGM ini...
    Fisipol vs ekonomi.
    Dari ranah pendidikan berlanjut ke politik. Tidak heran...karena posisi AS adalah 'outsider'.
    PS: Tx dah mampir mas...salam kenal balik yaow..

    BalasHapus
  27. sebelum hari H oasangan-oasangan ini masih rawan berubah jadi ya kita tunggu saja.

    BalasHapus
  28. terseah sp aj yg d plih ato yg jd pres n wakilx. yg jlas bs bwt negara kita lbh "baik"

    BalasHapus
  29. eh lupa dpt award dr sayahhhh....ambil yahyahyah...

    BalasHapus
  30. Hm....saya kok agak kurang sreg ya sama duet ini. Bukan karena saya meragukan kapasitas pak Boediono, sy gak ragu sama sekali soal kejagoan beliau di bidangnya. Cuma, kl untuk cawapres, knp gak figur lain saja ?, dan pak Boediono ttp memback-up bidang perekonomian kt.
    Cuma pendapat pribadi sy sj, mmgnya siapa ygt perduli, hehe......

    BalasHapus
  31. Calon pemimpin kita Ono-Ono ya, Susilo Bambang YudhoyONO - BoediONO...
    Aku rasa SBY memang selama ini lema di bidang Ekonomi. Boediono kayaknya pilihan yg bagus, aplagi dia bukan dr parpol

    BalasHapus
  32. semoga aja ini yang terbaik..ngomong politik ga ada ujung dah

    BalasHapus
  33. Gak mo komen soal politik ah Pak
    tapi berharap siapapun yang terpilih
    bisa membawa bangsa menuju arah yg lebih baik lagi
    memperhatikan rakyat
    gak cuma numpukin harta pake ajian aji mumpung
    prihatin ama semua lapisan masyarakat khususnya menengah kebawah
    dan mengambil tindakan yang bener dari rasa keprihatinan itu. Amin

    BalasHapus
  34. biarin ajah banyak yang pada ga setuju, tetap lanjutkan!

    BalasHapus
  35. kayanya sih SBY pilih budiono, biar tugasnya jadi presiden bisa optimal.. ga kaya waktu duet dengan JK, dimana JK mau porsi yang sama & golkar jg banyak campur tangan yg buat kebijakan SBY sedikit terhambat......

    BalasHapus
  36. banyak tuh spanduk spt itu say no to boediono di bandung..sblmnya bingung ngapain jg ada disini (aku kan di bdg) baru tau klo pencalonannya dilaksanakan di bdg hehe...

    yaahh....gak tau deh pak boediono ini bgs apa kagak...tp pastinya udh dipertimbangkan matang2 lah ama sby

    gile..sabtu ini udh liat postingan capres ampe 3blog hehehe...lg ngetop bgt nih boediono

    BalasHapus
  37. Masalah sebenernya adalah komunikasi.
    Dan, jangan menganggap enteng.

    Spt yg saya denger di TV, mereka bilang: "Sebenarnya masalahnya 'hanya' kurang lancarnya komunikasi".
    Saya kurang suka dg pernyataan spt itu.

    Btw, terjawab sudah.

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger