Home » , » SELAKSA RINDU BUAT IBU

SELAKSA RINDU BUAT IBU

Written By Muhammad Yuliawan on Sabtu, November 07, 2009 | 11/07/2009

Rindu Ibunda
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang salehyang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepadaanak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Adalah wajar seorang Nabipun pernah bersedih mengingat kisah penuh duka pada orang yang ditinggalkan keluarganya. Sesudah Hijrah, Nabi bercerita dihadapan sahabat-sahabatnya mengenai kisah perjalanan pertama beliau menuju Madinah dengan ibunya. Sebulan lamanya mereka tinggal di Madinah. Hingga suatu hari, Siti Aminah (ibunya) bersiap-siap akan pulang. Ia dan rombongan kembali pulang dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di tengah perjalanan, ketika sampai di Abwa', ibunda Aminah menderita sakit, yang kemudian meninggal dan dikuburkan di tempat itu.

Nabi yang masih belia pada waktu itu oleh Umm Aiman dibawa pulang ke Mekah, beliau pulang menangis dengan hati yang pilu, sebatang kara. Ia makin merasa kehilangan; sudah ditakdirkan menjadi anak yatim. Terasa olehnya hidup yang makin sunyi, makin sedih. Baru beberapa hari yang lalu ia mendengar dari Ibunda keluhan duka kehilangan Ayahanda semasa ia masih dalam kandungan. Kini ia melihat sendiri dihadapannya, ibu pergi untuk tidak kembali lagi, seperti ayah dulu. Tubuh yang masih kecil itu kini dibiarkan memikul beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu.

Sejatinya, dengan sedikit saja menyelami shirah ini kita dapat memahami bahwa bunda adalah lautan berjuta kasih, karena itu tak cukup senandung dan jutaan kata-kata mutiara memaknai kasih-sayangnya. Sampai disini saya yakin tanpa menggunakan riset sekalipun bahwa 100 % anak perantauan menjadikan ibu sebagai satu-satunya alasan mengapa mereka tetap bertahan dari gempuran hidup. Mengapa? karena kesuksesan mereka ditandai dengan ukiran senyum bahagia diwajah ibunya. Bahkan tidak jarang kita temukan seserang yang baru mendapatkan pekerjaan merelakan gaji pertamanya untuk ibunya sebagai wujud terima kasihnya kepada orang yang bersusah payah membesarkannya itu.

Tuhan tolonglah
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji takkan khianati pintanya

Bunda dengarlah,
Betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Selaksa do'a kuucapkan. Kala mengenang segala bakti. Secawan air mata kusembahkan. Di kala rindukan sentuhanmu. Ingin menangis di pangkuanmu. Kala temukan segala rintang. Ingin ku rebah dalam pelukanmu. Di kala rindukan kedamaian

Ibu. Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda...
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian

Duhai ibunda...
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata-kata yang tidak berkenan hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do'a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak menganak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do'a-do'a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.

Duhai ibunda...
Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.
Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku. Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Sungguh aku sayang dan rindu Ibu… nantikan kehadiran ananda yang ingin berada di pangkuan dan pelukan Ibu …

Share this article :

66 comments:

  1. Suatu ungkapan kasih sayang seorang anak kepada ibunya yang begitu mengharukan. Jadi ingat ibu...hiks...hiks

    BalasHapus
  2. Sungguh sebuah kerinduan yang dalam sekali... Segitu juga rinduku.

    BalasHapus
  3. Puisi yang manis, sangat manis.

    BalasHapus
  4. Selalu speechless kalau sudah bicara masalah ibu. Semoga Allah memberkahi semua ibu didunia ini untuk semua hal yang sudah dilakukan dan korbankan..

    BalasHapus
  5. ina jg sayang Mami...

    I Luph U Mom...

    BalasHapus
  6. :(( jadi pengen pulang Pak, inget sama ibu saya :((

    BalasHapus
  7. *ngelap air mata*
    makasih pak sudah mengingatkan....

    BalasHapus
  8. sebuah puitika cinta seorang anak yg berbakti kepada ibundanya. saya sungguh larut dan semakin kangen kepada ibundaku sendiri..

    BalasHapus
  9. Memang mas, kadang2 ga gampang mendampingi ortu yg sudah mulai sepuh. Kadang kita dibikin sakit kepala sekaligus sakit hati. Tapi bagaimana pun juga, mereka adalh orang yg melahirkan kita. Dan saat kecil dulupun mereka juga merasakan yg sama pada kita. Akhirnya...hanya cinta lah yang menunjukkan jalannya. Karena cinta yg besar itulah kita semua belajar utk saling menerima dalam kekurangan masing2...

    BalasHapus
  10. Membuat hati bergetar dan mata berbinar
    Uhibbuki umi

    BalasHapus
  11. aq tak bisa berucap apa2 bang baca postingan ini, sungguh mataku berkaca-kaca ingin menangis.... mama aku sayang sama mama....

    BalasHapus
  12. pak Iwan,dulu waktu inyong mendapat gaji pertama,inyong berikan pada ibu,rasnya seneng....sekali

    BalasHapus
  13. wow untaian kata yang sangat sangat indah skali kang.....

    BalasHapus
  14. lho kok komentku yg pertama ga muncul ya bang?!

    Tanpa ada ibu kita tdk akan ada, sebesar-besarnya kasih/cinta org kpd kita, tak sebesar kasih seorang ibu. Ibu adalah segala-galanya buat kita. Kalo kita bs membuat ibu bahagia, syurga jaminannya.

    nice post...

    BalasHapus
  15. tidak salah kalo surga ada di telapak kaki ibu ya. krn ibu kita bisa spt sekarang ini.

    BalasHapus
  16. pak, gimana bikin widget share/save spt di bawah kolom komentar ini? minta widgetnya dong.

    BalasHapus
  17. ibu,mama,bunda,umi,mami...apapun panggilanmu...engkaulah muara segala cinta !

    mama,.. aku rindu !

    kini aku sebagai bunda,mencintai buah hatiku sebesar rasa cinta mu padaku mama....

    tulisan yg meyentuh mas *_*

    BalasHapus
  18. kasih ibu sepanjang masa...
    Begitupun harusnya kasih kita padanya..
    Titip rindu juga buat ibuku yg tercinta.. Tanpamu kutak pernah ada..

    BalasHapus
  19. nanti aku mau pulang lihat Ibu hehehee

    BalasHapus
  20. Hati bergetar membacanya bang... Ibu memang besar jasa dan pengorbanannya buat hidup anak-anaknya..

    BalasHapus
  21. jadi kangen ama mboke soewoeng

    BalasHapus
  22. Nice post bang. Kasih sayang Ibu kepada kita tak kan pernah habis. Kerinduan kepada ibu selalu tak bertepi.

    BalasHapus
  23. Maaf.. banyak keluar kota.. sinyalnya empot empotan buat bw

    BalasHapus
  24. Dooooh.. mampir jenguk ibu dulu aaaaah,..

    BalasHapus
  25. Mudah mudahan bang Iwan sekeluarga selalu dalam berkah dan lindungan Gusti ALLAH

    BalasHapus
  26. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank

    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    BalasHapus
  27. mantapzzzzzzzzzzz

    kasih ibu
    kepada beta
    tak tehingga sepanjang masa
    hanya memberi
    tak harap kembali
    bagai sang surya menyinari dunia

    BalasHapus
  28. bagsua banget mas isinya ...

    BalasHapus
  29. langsung deh inget nyokap... kemaren sms an katanya nyaman dgn kasur barunya.. hiks, jauh di sana, smoga Allah senantiasa memelihara ibu kita.. dan ibu2 di dunia ini agar dilindungi dan dijauhkan dari siksa kubur dan api neraka...

    amin..

    BalasHapus
  30. barusan aku telp ibu,
    biasa, ngerumpi ;)
    bang iwan apa kabarnya?

    BalasHapus
  31. trenyuh membaca nyaaa :)

    i will do anything for my parents..

    met malming pak

    BalasHapus
  32. wowww...
    udah lama ga kesini,,
    ternyata ga berubah.. tetep mantap dan berat kata2nya..hehehe

    BalasHapus
  33. maaf mas saya gak kuat bacanya....

    langsung komen aja dan kasih jempol tiga psang, pinjem tetanggga juga...:)

    sedikit saja saya udah tersayat

    BalasHapus
  34. Tulisannya menyentuh Bang... Jadi ingin memeluk ibu... Aku tak mampu bicara banyak nih. *terharu mode on*

    BalasHapus
  35. tulisannya sangat menggugah pak... terima kasih... ibu... engkau adalah nafas di kehidupanku...

    BalasHapus
  36. emakku lagi sakit-sakitan neh bang

    BalasHapus
  37. Wah..semoga aja kangannya segar terobati mas, semoga bisa segera ketemu ama ibu mas...

    BalasHapus
  38. huhuhuh.. jadi terharu membacanya.. good posting pak iwan.. saya jadi ingat ibu...............................

    BalasHapus
  39. Aku rindu buaian mu bu...

    Aku rindu kasih sayang bu...

    Aku rindu akan belain mu...

    Ibu kau lah segalanya dalam hidup qu...

    Mas aku jadi teringat sama ibunda aku di rumah setelah baca postingan Mas...

    BalasHapus
  40. Sangat menyentuh Bang...

    Ibu menjadi seorang pribadi hebat karena kasih yang dimilikinya, yang terkadang karena lemahnya pengertian kita, menyebabkan kita lupa akan mulianya kasih ibu...

    BalasHapus
  41. Makasih sudah berbagi artikel ini Bang... Sukses Selalu :)

    BalasHapus
  42. semoga kita bisa membahagiakan ibu kita, apalagi saat nanti mereka telah renta .. semoga kesibukan, tidak membuat kita lupa jati diri dan asal kita sebenarnya

    BalasHapus
  43. hmmmm.., sangat menyentuh, membuat saya teringat akan almarhum Ibu. hiks... semoga Ibu tenang dalam tidurnya, amin ya Allah...


    Sekalian nitip ini Bang, Mobile Blogging Tutorial

    BalasHapus
  44. ibu, adalah madrasah bagi kita, anak2nya..
    tmpat dimn kita pertama kali diajarkan segalanya oleh beliau...
    semoga ibu diberi kebaikan oleh Allah di hari tuanya, seperti beliau mengajarkan kebaikan kpd kita...

    ibuku sdng sakit, bang...
    saya juga lagi kangen...

    BalasHapus
  45. kadang perkataan dan perbuatan ku salah,tp imbas balik gimana rsnya klo aku sendiri jd ibu ngadepin sifat,sikap anank2nya.perkataan maaf lah yg kluar.
    Memaafkan buat seorang ibu tanpa di minta pun sudah ikhlas memberi.
    ibu duh jadi kangen,nasehatnya tak pernah lekang oleh waktu....
    AKU SAYAAAAAANG IBU KU

    BalasHapus
  46. *spechless...i lup u mak...

    BalasHapus
  47. jadi inget suka marah sama mama di rumah T^T
    maap, ma...>.<

    BalasHapus
  48. lewat ridho ibulah kita selamat dari apapun dan yakinlah itu doa ibu lebih ampuh dari apapun thanks

    BalasHapus
  49. Blog yang bagus.
    Meski gratisan tapi tetap berkelas.

    BalasHapus
  50. pengen banget bikin ibu bangga ke aku bang, tapi ya susah bangett... hikss... jadi sediihhh..

    BalasHapus
  51. koment ku masuk ga bangg????
    daritadi kok ga masuk2 ya??
    apa pake moderasi???

    BalasHapus
  52. subhanallah, sungguh, mas, shirah ini tiba2 saja mengingatkan emak di kampung. sosok ibu memang menjadi pusat segala peradaban. saya kangen sama emak.

    BalasHapus
  53. semua yang berhubungan dengan ibu membuat saya makin tau besarnya pengorbanannya...
    nicepost...

    BalasHapus
  54. Ungkapan yang menyentuh sob...

    "Ibuku sayang...
    Seperti udara kasih yang enngkau berikan
    Tak mampu ku membalas... Ibu"

    Mungkin lirik bang Iwan Fals ini lebih mengena sob untuk mengungkapkan cintaku padanya

    BalasHapus
  55. jadi innet kalau saya banyak dosa ma ibu

    BalasHapus
  56. menahan diri dari apa yang kita ingini, kita sukai, kita anggap penting demi berbakti pada ibu itu lebih mulia dimata tuhan.

    BalasHapus
  57. wah, saya jadi teringat sama almarhumah Ibu saya yang betul2 orang hebat. Saya merasa kehilangan banget. Trims atas artikelnya yang sudah mengingatkan. Salam :)

    BalasHapus
  58. Sebagai lelaki dewasa saya jadi cengeng membacanya. "Maafkan Ibuku, anakmu tidak bisa memandikan dan mengkafani dan menguburkanmu karena Ibu dimakamkan di Ma'la, teriring doa Surat Al-fatihah untukmu selalu! Engkau selalu kurindukan, candamu dan nasehat, serta kasih sayangmu membuatku selalu tersenyum menghadapi kehidupan ini!"

    BalasHapus
  59. Kirimi sayapku, untuk bisa kembali ke pangkuan Ibunda di Bali..

    Ah. How I miss her...

    BalasHapus
  60. saya juga jd kangen pada ibunda tercinta.. yg jauh disana. semoga allah selalu menjaga engkau wahai ibuku. amin

    BalasHapus
  61. Rindu kepada Pacar,melebihi rinduku kepada Ibu,...kata2 di atas seolah2 rasa rinduku telah meluluhkan perasaanku...tq ..

    BalasHapus
  62. aku cinta ibu..
    jasamu sungguh tak terbalaskan..terimakasih ibu..

    BalasHapus


KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI

MOHON MAAF, KOMENTAR YANG MENGANDUNG LINK TERPAKSA SAYA HAPUS.

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : METROLISA
Copyright © 2013. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger