Home » , , , , » BUDRUS, Film Dokumenter Gerakan Nonkekerasan di Palestina

BUDRUS, Film Dokumenter Gerakan Nonkekerasan di Palestina

Written By Muhammad Yuliawan on Jumat, Mei 28, 2010 | 5/28/2010


Tak banyak yang tahu bahwa sebuah gerakan nonkekerasan sedang tumbuh di Palestina, yang telah menyatukan faksi-faksi Palestina yang berseteru, termasuk Fatah dan Hamas, dan mendorong ratusan orang Israel untuk melintas ke Tepi Barat dan Gaza untuk pertama kalinya guna bergabung dengan gerakan ini.

Sepak terjang gerakan inilah yang terekam dalam film dokumenter baru Budrus yang diproduksi oleh Just Vision, yang bermarkas di Washington dan Yerusalem. Budrus meraih juara kedua Panorama Audience Award pada Festival Film Internasional Berlin pada Februari lalu setelah pemutaran perdana yang tiketnya terjual habis. Kini film itu sedang diputar di Kanada dan akan segera dipertontonkan di Eropa.

Film ini disutradarai dan diproduseri oleh pembuat film Julia Bacha dan produksinya dibantu oleh jurnalis Palestina, Rula Salameh, serta pembuat film yang juga pejuang hak asasi manusia, Ronit Avni. Budrus memadukan pengambilan gambar dari berbagai sumber dan mewawancarai orang-orang Israel dan Palestina yang diracik dalam tontonan sepanjang 82 menit dengan dialog dalam bahasa Arab, Inggris dan Ibrani.

Film ini menceritakan gerakan nonkekerasan warga sipil Palestina dan Israel untuk menyelesaikan konflik yang lahir di Desa Budrus, yang terletak di barat laut Kota Ramallah, Tepi Barat. Pendiri gerakan ini, Ayed Morrar, mengajak para perempuan sebagai pemeran utama perjuangannya melalui kerja sama dengan putrinya, Iltezam Morrar.

Pada 2003, untuk menanggapi pembangunan tembok atau pagar pemisah yang mengambil alih sebagian lahan mereka, sang ayah dan putrinya ini memprakarsai sebuah gerakan nonkekerasan yang masih berlanjut hingga hari ini. Gerakan ini bertujuan untuk melakukan protes damai untuk mengubah rute tembok itu agar tidak melewati tanah-tanah milik orang Palestina.

Film ini menayangkan orang-orang Palestina yang menangisi pohon-pohon zaitun yang hilang, polisi perbatasan Israel yang bimbang apakah harus menggunakan kekerasan terhadap para aktivis perdamaian Israel, dan pemuda Palestina yang dihukum karena lemparan batu mereka ke tentara Israel bisa mengubah sebuah gerakan damai menjadi sebuah konfrontasi kekerasan.

Di antara adegan paling mengharukan di film itu adalah saat para perempuan Palestina yang pontang-panting menghindari buldozer dan tentara perempuan Israel yang menjalin hubungan dengan para perempuan Budrus. Meskipun film ini menayangkan cerita tentang desa itu saja, tujuan besarnya adalah untuk menunjukkan bahwa perubahan bisa dicapai di Timur Tengah melalui cara damai.

Budrus menjalani debut dunianya saat diputar pada Festival Film Internasional Dubai pada Desember 2009. Malam itu diakhiri dengan sambutan utama oleh Ratu Noor Al-Hussein dari Yordania. Ia memuji film ini dan menyatakan bahwa Budrus telah memberi banyak harapan. “Film ini punya cerita yang akan memiliki pengaruh dan bisa membantu menciptakan perubahan,” katanya.

Just Vision didirikan pada 2003 untuk memastikan bahwa para pemimpin masyarakat sipil Israel dan Palestina benar-benar menjadi mitra dalam upaya perdamaian, serta diakui, dihargai dan berpengaruh dalam bidang mereka. Budrus adalah film kedua Just Vision. Film pertamanya, Encounter Point, menceritakan kisah nyata para rakyat jelata yang menolak untuk duduk tenang dan menyaksikan konflik Israel-Palestina meluas, dan alih-alih, memilih mendorong solusi nonkekerasan terhadap konflik ini.

Budrus mungkin akan sulit untuk dinikmati oleh mereka yang secara emosional terikat dengan masyarakat Israel atau Palestina, karena film ini memperlihatkan aspek-aspek negatif dari kedua komunitas. Namun, yang menjadi bagian daya tariknya adalah bahwa film ini menantang para penonton untuk merenungkan kembali beberapa stereotipe yang mereka yakini tentang konflik Israel-Palestina. Seperti Iltezam Morrar katakan, “Kini saya tahu bahwa tidak semua orang Israel sama.”

Mudah-mudahan, sikap yang tumbuh di kalangan orang Palestina dan Israel ini juga pesan nonkekerasan Budrus akan membawa kita selangkah lebih dekat menuju penyelesaian konflik ini.



Sumber :
http://www.tempointeraktif.com
http://www.youtube.com

Share this article :

37 comments:

  1. Benar, tidak semua orang Israel itu sama.

    BalasHapus
  2. Review film yang mantap, bang.

    BalasHapus
  3. saya ragu bang apakah ini bukan propaganda agar mengalihkan perhatian sementara mesin-mesin perang israel terus merangsek

    BalasHapus
  4. wah seru kayaknya nih filmnya, makasih mas infonya...

    BalasHapus
  5. good review mas, jd penasaran mau nonton..

    BalasHapus
  6. Kelihatannya ide film ini menarik. Budrus, hm, seperti oase di padang gersang. Mudah-mudahan gerakan anti kekerasan ini mampu membantu menciptakan perdamaian disana. Selama ini kita hanya tau intifada, dan gerakan fisik yang lainnya. Selamat pagi bang Iwan.

    BalasHapus
  7. Sepertinya seru nih film dokumenternya, coba cari unduhannya ahh, hehehe^^

    thanks for infonya dan salam blogger kawan :D

    BalasHapus
  8. Nice info bang...Berjuang demi kedamaian memang perlu dari berbagai bidang, salah satunya lewat film ini

    BalasHapus
  9. Melihat kenyataan, apakah ini merupakan salah satu cara 'cuci otak' yg baru gaya Israel Pak?

    BalasHapus
  10. Warga negara Israil yang merasa punya hati tentunya memprotes perbuatan warganya yang biadab!
    Award sudah saya pajang!

    BalasHapus
  11. tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan cara kekerasan.
    sangat bijaksana

    BalasHapus
  12. baru tau bang, film nya, syukurlah aku bw kesini jadi nambah satu lagi wawasanku

    BalasHapus
  13. mana yah komen ku koq nggak muncul

    BalasHapus
  14. sebuah film yg tampaknya harus ditonton

    BalasHapus
  15. Mau nonton filmnya kayak gimana...
    kayaknya bagus nih...
    thx infonya pak amri!

    BalasHapus
  16. semoga saja melalui film ini, benar2 tindakan kekerasan di palestina oleh israel, bisa dikurangi, dan akhirnya berhasil menciptakan kedamaian tanpa kekerasan,amin
    salam

    BalasHapus
  17. budrus..woow...seru juga ni mas..trail filmnya...inspiratif

    BalasHapus
  18. Maaf pak saya masih kurang mudeng, Budrus itu orang Indonesia?

    BalasHapus
  19. disetiap sesuatu yang jelek/ buruk sisis pasti baiknya pasti ada meskipun yang terlihat cuma sedit, ada hitam ada putih, ada baik ada buruk dll

    BalasHapus
  20. wah aq g bisa lihat trailernya soalnya inet q lagi lola bgt, salam sahabat coment dan follow balik y jika berkenan

    BalasHapus
  21. Bang ..bisa di download gak filmnya ?

    BalasHapus
  22. Sepakat dengan Bang Munir, bisa saja ini propaganda mereka yg pro dg Israel.
    tapi sebelumnya emang udah dibilangin sama Bang Iwan, bahwa film ini sulit difahami mereka yg memiliki ikatan emosional dg bangsa Palestina... termasuk saya nih Bang... :D

    BalasHapus
  23. Wah aku baru tau klo ada film ini, kayanya bagus tuh agar pertikaian lebih cepat selesai, soalnya kata bang Iwan ceritanya menggabungkan orang2 yg emank menolak kekerasan dari kedua belah pihak,,,,,sampe ada kata2 “Kini saya tahu bahwa tidak semua orang Israel sama.” kayanya aku jadi penasaran untuk nonton nie, soalnya kaya yg kita tau semua orang menilai ga ada orang israel yg perduli sama perdamaian di GAZA....salut atas review'y bang.......

    BalasHapus
  24. mantap ni review'y kanda...

    BalasHapus
  25. waw... baca sekilas menarik banget... recommended film nih....^^

    BalasHapus
  26. filmnya bagus nih, cerita nyatanya jg bagus nih...

    BalasHapus
  27. semoga bukan sekedar propaganda Israel...
    hehehe..
    mo nntn dulu ah, kayaknya baguss..

    BalasHapus
  28. ini diputar di 21 gak ya? kalo gak kita nonton di mana dunk?

    BalasHapus
  29. bagus review nya kang... Mendalam banget,..

    BalasHapus
  30. smoga saja memang bisa membawa pengaruh kepada perdamaian di jalur gaza
    pada dasarnya fitrah manusia
    menginginkan perdamaian dan jauh dari sengketa
    nice review Pak Iwan
    :)

    BalasHapus
  31. mantap, salam kenal ...

    BalasHapus
  32. semoga saja "BUDRUS" dapat menjadi inspirasi bagi tercapainya perdamaian.

    BalasHapus
  33. Ijin nempelin Blog Fatamorgana di punya saya ya Bang...

    BalasHapus
  34. wah seru jg ne,..
    g da slh nya ikutan nonton ah,...

    BalasHapus
  35. pesan nonkekerasan Budrus akan menggema di bumi ini.

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger