Home » , , , » KARENA MULUT BADAN BINASA

KARENA MULUT BADAN BINASA

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Juni 15, 2010 | 6/15/2010


Menggunakan mulut untuk melampiaskan emosi, atau terkadang seseorang mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh untuk memancing emosi lawan. Hal seperti ini sudah merupakan kejadian yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Dirumah, dipasar ataupun di ajang kampanye terlebih lagi dalam arena olahraga.

Mungkin kita masih mengingat kejadian saat perhelatan akbar piala dunia 2006 lalu, dimana Zinedine Zidane, bintang kesebelasan Prancis terprovokasi hinaan Marco Materazzi, pemain Italia. Zidane lalu menggunakan kepalanya yang cekatan menanduk bola, menanduk dada Materazzi. Akibatnya, Zidane harus keluar lapangan karena kartu merah. Maka terjadilah seperti kata pepatah, "karena mulut badan binasa".

Contoh tersebut menyadarkan kita, bahwa di mana-mana dalam kegiatan apapun, emosi harus bisa dikendalikan, demikian juga moral, etika dan etiket harus tetap dijaga. Pada pertarungan yang menggunakan otot sekalipun, kata-kata harus dijaga agar tidak mengucapkan kata yang tidak pantas.

Pelajaran ini hendaknya dipetik oleh beberapa oknum wakil rakyat yang gemar mengeluarkan kata-kata tak sedap ketika berdebat. Sedangkan dalam pertandingan sepak bola saja pemain bisa dikartumerahkan bila mengeluarkan kata-kata tak sedap. Seharusnya di forum sidang wakil rakyat harus lebih dilarang lagi.

Sayangnya pada sidang wakil rakyat tidak ada wasit dan tidak ada kartu merah. Sudah saatnya rakyat sebagai pemilik kedaulatan, benar-benar objektif memilih calon pemimpin daerahnya, dengan memilih yang benar-benar memiliki kapabilitas dan integritas moral.

Tulisan ini saya ungkap karena Ajang perhelatan akbar Piala Dunia 2010 kembali bergulir disamping didaerah saya seminggu terakhir sedang ada kampanye pemilukada, semoga saja kejadian seperti yang saya bahas diatas tidak terjadi di dua event tersebut, Amin....


Share this article :

26 comments:

  1. izin mengamankan pertamax dulu

    BalasHapus
  2. seperti ppatah bilang mulutmu harimau mu, mulut juga ibarat pisau ia bisa melukai juga bisa melindungi

    BalasHapus
  3. Aamin. Oleh karenanya, dengan sebab mulut, nasib di akhirat dapat selamat atau celaka, :)

    BalasHapus
  4. Lontaran tak sedap dari wakil kita adalah mencerminkan rakyat dan partai yang diwakilinya
    sebaik2 perkataan dalah perkataan yang mengajak pada kebaikan
    atau kalau nggak mending diam

    BalasHapus
  5. Hehe...jadi teringat lagi insiden Zidane vs Matterazi. Hal yang sangat disayangkan yg terjadi di perhelatan dunia yang tujuan awalnya justru untuk persatuan, perdamaian, malah jadi perpecahan.
    Pa kabar mas Iwan? Masih sibuk nih? Sama deh...

    BalasHapus
  6. iya benar mulut mu harimau mu

    BalasHapus
  7. NAH, ITU DIA, POLITIK EMANG GA ADA KARTUNYA, MAKANYA BEBAS AJA MAU NGOMONG APA,MAU JANJI APA, YG PNTING KEPILIH...

    BalasHapus
  8. Mulut bisa dikatakan hampir sama kaya Api..yang bisa membesar tiba2......kayanya emank mesti dijaga segala perkataan yg keluar dri mulut kita......

    BalasHapus
  9. kalau lagi hati lagi nggak enak
    aku lebih memilih diam Om... ^^

    BalasHapus
  10. wah kalo bang zidan itu karena mulut kepala berbiasa...hehehe

    BalasHapus
  11. Amin.
    Moga aja tingkah laku bisa lebih dijaga dengan baik ya mas.
    Sukse buat pemilukadanya :)

    BalasHapus
  12. Waduw...moga aja ntar di piala dunia kali ini gak ada lagi yang main tanduk2'an, xixiixi :D

    BalasHapus
  13. Ya, apa yang sudah dikeluarkan (dari mulut) adalah sesuatu yang tak bisa ditangkap lagi. Karenanya kita harus berhati-hati. Nice post bang Iwan.

    BalasHapus
  14. Hehehe.., jadi ingat dengan pepatah : Mulutmu Harimau-mu....

    BalasHapus
  15. Semoga dalam kampanye Pilkada tidak hanya mengumbar janji2 yg sulit ditepati ya Bang...

    BalasHapus
  16. kalau dalam kampanye tidak ada janjii
    para jurkam bisa kebingungan apa yang mau disampaikan

    BalasHapus
  17. dalam kehidupan kita memang harus bisa menjaga mulut kita
    kalau tidak salah dengar fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan
    sementara pembunuhan itu berdarah, mulut lebih tajam dari belati

    salam dari pamekasan madura

    BalasHapus
  18. semoga negeri kita ini selalu damai ya pak..:)

    BalasHapus
  19. betul bang Iwan, seperti pepatah didaerahku Mulutmu adalah harimaumu.

    BalasHapus
  20. hati boleh panas tapi pikiran dan ucapan haruslan terkontrol ...

    BalasHapus
  21. kalo gitu jangan ditiru dan jangan dipilih anggota dewan seperti itu. dari partai mana tuh yang mengeluarkan kata-kata tak sedap

    BalasHapus
  22. mau tutup mulut juga ah, makasih pencerahannya bang

    BalasHapus
  23. Betul sekali bang, ada teman bule mengatakan "Zip your mouth to control your emotion"

    BalasHapus
  24. setuju Bang , kita kudu hati2 dgn perkataan kita sendiri ya.
    kalau sedang marah dan mengikuti emosi, ada saatnya nanti kita akhirnya mengeluarkan kata2 yg akan disesali kemudian, nauzubillah.
    salam

    BalasHapus
  25. klo saya udah ga percaya lagi samapolitik, mas tambahin link ek tulisan sebelum dan sesudahnya biar mudah

    BalasHapus
  26. Mulutmu harimaumu...! PRibahasa yg tepat kali yaa...!
    Setuju banget nih sama fakta menjaga mulut ini... heheheh
    http://ekos06.student.ipb.ac.id

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger