Home » , » KAYA YANG SEBENARNYA

KAYA YANG SEBENARNYA

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Juni 01, 2010 | 6/01/2010


Pengusaha Budi Hartono masih memimpin sebagai orang terkaya di Indonesia dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia yang dirilis oleh Majalah Globe Asia, Senin (31/5/2010).

Berikut 15 orang yang masuk ke dalam daftar 150 Terkaya di Indonesia:
  1. Budi Hartono (Djarum) 4,8 miliar dollar AS
  2. Eka Tjipta Wijaya (Sinar Mas) 4 miliar dollar AS
  3. Anthony Salim (Salim) 3,6 miliar dollar AS
  4. Aburizal Bakrie (Bakrie) 3 miliar dollar AS
  5. Martua Sitorus (Wilmar) 2,5 miliar dollar AS
  6. Putra Sampoerna (Sampoerna Capital) 2,4 miliar dollar AS
  7. Sukanto Tanato (Raja Garuda Mas) 1,8 miliar dollar AS
  8. Dato Low Tuck Kwong (Bayan) 1,4 miliar dollar AS
  9. Peter Sondakh (Rajawali) 1,3 miliar dollar AS
  10. Eddy William Katuari (Wings) 1,3 miliar dollar AS
  11. Murdaya Poo dan Siti Hartarti (Berca) 1,1 miliar dollar AS
  12. Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas) 950 juta dollar AS
  13. Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam) 890 juta dollar AS
  14. Mochtar Riady (Lippo) 805 juta dollar AS
  15. Prajogo Pangestu (Barito) 805 juta dollar AS.
Orang kaya pastikah selalu merasa cukup? Belum tentu. Betapa banyak orang kaya namun masih merasa kekurangan. Hatinya tidak merasa puas dengan apa yang diberi Sang Pemberi Rizki. Ia masih terus mencari-cari apa yang belum ia raih. Hatinya masih terasa hampa karena ada saja yang belum ia raih.

Coba kita perhatikan nasehat suri tauladan kita. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Orang kaya selalu merasa kurang puas. Jika diberi selembah gunung berupa emas, ia pun masih mencari lembah yang kedua, ketiga dan seterusnya. Oleh karena itu, kekayaan senyatanya adalah hati yang selalu merasa cukup dengan apa yang Allah beri. Itulah yang namanya qona’ah. Itulah yang disebut dengan ghoni (kaya) yang sebenarnya.

Hakikat kekayaan sebenarnya bukanlah dengan banyaknya harta. Karena begitu banyak orang yang diluaskan rizki berupa harta oleh Allah, namun ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang diberi. Orang seperti ini selalu berusaha keras untuk menambah dan terus menambah harta. Ia pun tidak peduli dari manakah harta tersebut ia peroleh. Orang semacam inilah yang seakan-akan begitu fakir karena usaha kerasnya untuk terus menerus memuaskan dirinya dengan harta. Perlu kita camkan baik-baik bawa hakikat kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati (hati yang selalu ghoni, selalu merasa cukup).

Orang yang kaya hati selalu merasa cukup dengan apa yang diberi, selalu merasa qona’ah (puas) dengan yang diperoleh dan selalu ridho atas ketentuan Allah. Orang semacam ini tidak begitu tamak untuk menambah harta dan ia tidak seperti orang yang tidak pernah letih untuk terus menambahnya. Kondisi orang semacam inilah yang disebut ghoni (yaitu kaya yang sebenarnya).”

Kita semua ingin kaya, dan tidak ada larangan untuk itu, walaupun juga tidak ada anjuran untuk keinginan seperti itu. Namun hendaknya kita memperbaiki keinginan itu menjadi ingin kaya karena ingin bisa bersedekah. Hal sebagaimana dalam hadits Nabi tentang iri yang diperbolehkan, yaitu iri terhadap seorang mukmin yang kaya yang bisa berderma karena kekayaannya, dan iri tersebut muncul karena keinginan untuk berderma juga bukan karena yang lain.

Ingin kaya tanpa kerja keras? Sebaiknya jangan. Tanamkanlah pada diri kita bahwa untuk mencapai sukses di bidang apapun seseorang perlu bekerja keras. Untuk sukses di akhirat, seseorang perlu beramal dengan baik dan sungguh-sungguh. Tentu yang seperti merupakan keharusan. Untuk sukses di dunia juga demikian, perlu kerja keras.

Kaya seperti di sinetron jangan menjadi mimpi, tapi bekerjalah dengan tekun agar menjadi orang kaya yang sebenarnya. Setelah kaya jangan pelit, karena sebagian harta itu ada bagian bagi orang-orang miskin di sekitar kita.

Semoga bermanfaat.


Share this article :

41 comments:

  1. berarti aku kaya dunk Om, aku ngga' pernah merasa kurang dengan hartaku :D

    BalasHapus
  2. Wah Mas.. Yang kaya semua kebanyakan dari produk rokok.. miris ah.
    Lebih baik kaya hati. betul. Harta tidak di bawa ke akhirat kok.. :)
    Yang penting, selalu bersyukur, dan berusaha yang terbaik.

    BalasHapus
  3. Setuju om......, semoga besok aku juga bisa kaya kaya' mereka he he he he

    BalasHapus
  4. syukuri ajah yg udah dimiliki, pasti kaya... ^^

    BalasHapus
  5. sekarang aku sudah bersyukur yang penting nggak kekurangan makan tiap hari dan bisa ngenet Alhamdulillah

    BalasHapus
  6. Benar

    "Allah tidak memandang rupa dan harta seseorang tetapi memandang hati dan amal seseorang"

    Sekarang, oarang berpikir dangkal bahwa kaya adalah banyak harta. Pemahaman seperti itu memang benar jika dilihat dari kacamata dunia. Tapi kita hidup bukan untuk dunia melainkan untuk kehidupan yang kekal tiada akhir

    ditunggu kunjungannya!

    BalasHapus
  7. Benar

    "Allah tidak memandang rupa dan harta seseorang, tetapi memandang hati dan amal seseorang"

    Orang sekarang berpikir dangkal bahwa orang kaya adalah orang yang banyak harta. Pemahaman itu memang benar jika dilihat dari kacamata dunia. Namun bukan untuk itu kita hidup, melainkan untuk kehidupan yang kekal tiada akhir.

    Kutunggu kunjungan baliknya!

    BalasHapus
  8. Aku sendiri juga ga pernah merasa kekurangn sama nikmat yg udah diberi sama Alloh.....pokoknya cukup lah......Sukses slalu bang......

    BalasHapus
  9. setuju bang Iwan, kekayaan yang sebenarnya adalah ketika kita merasa puas & cukup dengan nikmat yang kita peroleh dariNYA. Salam

    BalasHapus
  10. Aku kalo ikut urutan itu.. entah masuk yang ke sekian ratus milyar puluh ribu berapa ya urutannya.. gilee bener. tajir2.

    hanya saja, bodoh jika menjadi kaya tapi miskin hati...

    BalasHapus
  11. wah,, jadi ngerti kaya yg baik itu yg gmna .. intinya ya bersyukur y sob .. Jgn merasa kurang melulu .. :)


    Visit me back yah .. ^^

    BalasHapus
  12. tapi saya tidak akan menolak kalau diberikan kekayaan seperti 15 orang di atas :D

    BalasHapus
  13. ga perlu jadi orang kaya tapi yang berkecukupan aja *hehe, sama ga tuh?!* :D

    abisnya kalo terlalu banyak pusing juga mikirin uangnya :p

    BalasHapus
  14. kaya yg sebenarnya menurut aq adalah kaya hati

    BalasHapus
  15. kita selalu bersyukur apa yang telah diberikan ALLAH SWT

    BalasHapus
  16. kalau kita2 nih, kapan yah???? abang duluan aja deh

    BalasHapus
  17. "Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak hartanya, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kekayaan jiwa." [HR Al-Bukhari]
    Kaya harta bingung mau dikemanakan hartanya, sedangkan kaya jiwa tanpa menunggu kaya harta atau sukses langsung berbagi sesama karena rasa syukurnya atas nikmat yang diterimanya!

    BalasHapus
  18. Rasulullah Saw bersabda, "Lihatlah kepada siapa yang lebih rendah dari kalian, jangan melihat kepada siapa yang lebih tinggi dari kalian; karena itu akan menjadikan kalian tidak menyepelekan nikmat Allah." [HR.Bukhori]

    BalasHapus
  19. Betulkan, Saya setuju.. Kerja Keraslah yang bisa membuat kita sperti mreka...

    BalasHapus
  20. Nah lo...
    Kok saya gak ada ya mas?
    Oh..ia lupa, saya terkaya nomor 20.
    20 dari belakang maksudnya, wkakakak...

    BalasHapus
  21. Bersykur aja atas apa yang dikasih.
    Toh harta gak dibawa mati.
    Ya kan mas?

    BalasHapus
  22. ICHAL MASI KALAH YA...

    BalasHapus
  23. Semoga mereka yang berlimpah harta tidak eman untuk bersedekah.

    BalasHapus
  24. benar bang,,,
    kekayaan yang berlimpah tidak menjamin kebahagian.

    BalasHapus
  25. Namaku tidak termasuk dalam daftar nihh hehehhe

    BalasHapus
  26. Terima kasih atas pencerahnanya nih Bang Iwann..jadi smakin tahu arti kaya yg sebenarnya

    BalasHapus
  27. Kapan ya dirilis 150 (juta) orang termiskin :P

    BalasHapus
  28. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya diberkan rizki yang mencukupi saj syukurnya bukan main, kok

    >>>baru bisa bw, ki. beberapa hari ini kesabaranku lagi diuji oleh koneksi internet yang gak konsisten.

    BalasHapus
  29. biarlah kita me-WARNA-i kekayaan itu didalam hati kita dengan berbagi terhadap sesama dan bermanfaat bagi orang lain. Salam

    BalasHapus
  30. gag pernah puas bukan berarti gag bersyukur saya rasa. Sama akayak kata ambisi dan ambisius. Semoga seluruh rakyat Indonesia sejahtera.:)

    BalasHapus
  31. benar Bang, orang yg benar2 kaya adalah yg kaya hati,
    yg rela dan ikhlas utk menikmati kekayaan hartanya bersama2 dgn orang yg tdk mampu, krn memang ada hak mereka disana.
    Semoga Allah swt menjadikan kita semua orang2 yg kaya hati,amin
    salam

    BalasHapus
  32. Artikel yang bermanfaat..Kaya yang berkah untuk kepentingan ummat..itulah kaya yang menghantarkan kepada surga..

    BalasHapus
  33. semoga kekayaan bisa berguna untuk membantu banyak orang..

    BalasHapus
  34. yang penting kaya hati daripada kaya duit

    EM

    BalasHapus
  35. wah luar biasa kekayaan mereka, tapi yang terpenting adalah kaya hati juga ya.

    BalasHapus
  36. Saya yang ke 100 aja deh mudah2an dan Bang Amriawan yg 45 deh. Saya doa'in..Amiin.

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger