Home » , , , » Stephen Hawking : Bumi Bukan Ciptaan Tuhan

Stephen Hawking : Bumi Bukan Ciptaan Tuhan

Written By Muhammad Yuliawan on Sabtu, September 04, 2010 | 9/04/2010

Suatu ketika, seorang mahasiswa Universitas Cambridge dengan penuh percaya diri menyanggah teori yang dikemukakan Fred Hoyle, seorang fisikawan ternama saat itu pada acara ceramah ilmiah di Royal Society yang sangat prestisius itu.

Fred Hoyle yang sering menyampaikan gagasan-gagasannya, mengenai alam semesta di hadapan publik sebelum diterbitkan dan dibuktikan, merasa gusar karena seluruh hadirin menertawakannya. Ironisnya, mahasiswa tersebut pernah ditolaknya untuk melakukan riset dibawah bimbingannya. Dialah Stephen Hawking, mahafisikawan jenius yang fisiknya lumpuh, namun mampu menjelajahi pikiran alam semesta dari level kuantum sampai asal mula alam semesta.

Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942; umur 68 tahun), adalah seorang ahli fisika teoretis. Ia adalah seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge.

Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Salah satu tulisannya adalah A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.

Meskipun mengalami tetraplegia (kelumpuhan) karena sklerosis lateral amiotrofik, karier ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari empat puluh tahun. Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan ia sebagai seorang selebritis akademik dan teoretikus fisika yang termasyhur di dunia.

Hawking, yang hanya dapat berbicara dengan bantuan voice synthesizer yang dihasilkan komputer, mengalami distrofi otot saraf yang telah berkembang selama bertahun-tahun dan membuat dirinya hampir sepenuhnya lumpuh. Dia juga muncul sebagai bintang tamu dalam "Star Trek" dan kartun "Futurama" serta "The Simpsons."

Tahun lalu ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Lucasian Professor of Mathematics di Cambridge University, sebuah posisi bergengsi yang dijabatnya sejak 1979. Salah satu nama besar yang menduduki jabatan itu adalah Sir Issac Newton.

Stephen Hawking kembali menyodorkan teori yang menggelitik. Menurutnya, Tuhan tidak menciptakan alam semesta karena "Big Bang" adalah konsekuensi yang tak terelakkan dari hukum-hukum fisika. Pendapat terakhir Hawking itu tertuang dalam buku baru yang ditulisnya bersama fisikawan AS, Leonard Mlodinow, berjudul "The Grand Design."

Hawking mengatakan serangkaian teori baru menjadikan "pencipta" alam semesta merupakan sesuatu yang berlebihan. "Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta dapat dan akan membuat dirinya dari nol. Penciptaan spontan adalah alasan adanya sesuatu, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada," tulis Hawking. "Tidak perlu meminta Tuhan untuk merancang dan mengatur terjadinya alam semesta."

Tentu saja pernyataan kontroversial Hawking ini mendapat tantangan keras dari berbagai pihak terutama kalangan rohaniawan.

Sebelumnya, pada 1988 ilmuwan 68 tahun itu mendapat pengakuan global melalui bukunya berjudul "A Brief History of Time," yang berisi penjelasan tentang asal-usul alam semesta, teori Black Hole yang terkenal, kosmologi dan gravitasi kuantum. Sementara buku terbarunya yang berjudul "The Grand Design" akan mulai dijual minggu depan.

Pendapat terbaru Hawking menunjukkan bahwa ia telah keluar dari pandangan sebelumnya pada agama. Sebelumnya, dalam "A Brief History of Time" Hawking berpendapat ; "Jika kita menemukan suatu teori yang lengkap, itu akan menjadi puncak kemenangan nalar manusia, untuk itu kita perlu tahu pikiran Tuhan." Namun dalam buku terakhirnya itu, Hawking justru mendekonstruksi teori Issac Newton tentang campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam Semesta.


Share this article :

15 comments:

  1. Semoga Stephen Hawking yang jenius diberi hidayah oleh-Nya. Amin.

    BalasHapus
  2. Tuhan memberikan hukum seperti 'gravitasi', sehingga alam semesta dapat dan akan membuat dirinya dari nol. Seperti juga manusia membuat pabrik misal mobil, sehingga dapatlah dibuat mobil-mobil yang tampaknya sama persis. Tetapi dari sekian banyak faktor yang membuat terbentuknya sesuatu itu berbeda (yang pasti beda waktu) tentunya hasilnya tidak akan sama persis yah? Apalagi kalau Tuhan mengganggu sedikit saja dalam proses pembentukan sesuatu itu. Jadi kata-kata "Tidak perlu meminta Tuhan untuk merancang dan mengatur terjadinya alam semesta." bukan menyatakan tidak adanya Tuhan, tapi Tuhan begitu besarnya sehingga sudah membuat aturan pembuatan alam semesta, tidak perlu dirancang dan diatur lagi. Hanya kadang-kadang Tuhan ingin membuat itu berbeda, maka diganggulah proses pembuatan alam semesta itu, bisa kan? :) Namanya juga teori manusia yang hidup hanya bisa berapa tahun dan bisa mengamati alam semesta hanya berapa tahun???

    BalasHapus
  3. saya masih menyakini kalo kemampuan akal manusia terbatas.
    Trims Bang ....
    Salam hangat dan sukses selalu Buat Bang Iwan dan keluarga.

    BalasHapus
  4. terus terang aku baru dengar nama ini bang dari sini

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum om. Menurut saya yg masih pelajar ini..Pak Hawking itu belum belajar Islam!

    BalasHapus
  6. Itu kan kata dia yang lumpuh. Teorinya orang lumpuh ya lumpuh.
    salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  7. kalo gitu coba ciptakan!!!!
    orang sudah jelas2 ciptaan ALLAH koq...
    dasar orang kafir...
    AFALA TA'QILUUN
    AFALA TATADABBARUUN

    BalasHapus
  8. Ilmu manusia masih sangat terbatas dibandingkan dengan ilmunya tuhan, karena ilmunya tuhan yang diturunkan di dunia hanya sebesar 1 paruh burung yang mengambil air di lautan

    BalasHapus
  9. Sudah saatnya scientist Islam bergerak meluruskan pandangan2 yang keliru.. :)

    BalasHapus
  10. Semoga sang Profesor jenius itu segera sadar bahwa kepintaran dan ketidakberdayaan tubuhnya adalah berasala dari Allah

    BalasHapus
  11. Saya yakin bahwa bukan siapa2 yang menciptakan dunia beserta isinya ini tapi Tuhanlah yang menciptakan semuanya ini...

    BalasHapus
  12. Bumi, alam raya, kebaikan2,merupakan ciptaan Tuhan. Sedangkan keburukan2, datangnya dari manusia sendiri dan dari thogut.

    BalasHapus
  13. uda lumpuh,, masih aja parah gitu tu orang ,.,.,.,.,. mudah2n pintu hati'a terbuka aja deh,, tobat

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger