Home » , , , , » HIDUP SEORANG BLOGGER dan Tradisi Mudik

HIDUP SEORANG BLOGGER dan Tradisi Mudik

Written By Muhammad Yuliawan on Jumat, September 03, 2010 | 9/03/2010


HIDUP SEORANG BLOGGER
menjelang lebaran tentunya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang sudah merupakan rutinitas tahunan yang harus dijalani. Ada yang sibuk bikin kue, ada yang sibuk antri pesan tiket pulang kampung, ada pula yang pergi ke mall beli baju dan sepatu baru, hingga mall dan pusat perbelanjaan padat manusia sementara masjid mulai kosong melompong nyaris tak berpenghuni.

Biasanya, awal Ramadhan Masjid penuh. Kini, di sepuluh hari terakhir, shalat tarawih hanya menyisakan beberapa shaf saja, itupun kebanyakan yang sudah berumur.

Stasiun, terminal dan bandara menjadi lautan manusia. Jalan macet dan angka kecelakaan meningkat tajam. Situasi seperti itu sudah menjadi hal yang biasa menjelang lebaran. Mudik, ya....... tradisi yang sudah begitu melekat. Seolah-olah tanpa mudik lebaran tak bermakna.

Sedihnya lagi, kebanyakan diantara yang mudik lebaran atau yang sibuk dengan baju baru dan kue lebaran justru melalaikan puasanya. Naudzubilahi min dzalik...... Puasa yang sedianya 29 hari atau maksimal 30 hari itu hanya bersisa hitungan jari.

Bulan Ramadhan
adalah bulan penuh berkah. Satu kebajikan dibalas sepuluh kali lipat. Allah SWT menurunkan rahmat, menghapus dosa dan mengabulkan do’a. Allah SWT juga membangga-banggakan orang yang berpuasa kepada para malaikat-Nya. Namun tidak sedikit orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah SWT pada bulan ini

Sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan yang didalamnya terdapat malam kemuliaan, yang lebih mulia dari seribu bulan berlalu tanpa kesan. Sedangkan kebanyakan diantara kita menyibukkan diri dengan mudik, baju baru dan kue lebaran. Uang, mungkin jutaan rupiah kita rogoh untuk bertemu sanak famili di kampung sementara malam kemuliaan berlalu begitu saja. Seakan malam kemuliaan itu tidak penting dan bukanlah sesuatu yang dinanti-nanti, sebaliknya yang menjadi penantian justru mudik, baju baru dan kue lebaran.

Akankah malam kemuliaan itu pergi tanpa kesan?. Manakah yang lebih penting mudik untuk bertemu sanak keluarga dan bermaaf-maafan yang dapat kita lakukan tidak hanya saat lebaran dibandingkan dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan yang umur kita saja belum tentu bisa menggapainya?

Semoga saja tradisi mudik yang merupakan rutinitas HIDUP SEORANG BLOGGER bisa menjadi bahan perenungan kita semua untuk ditinjau kembali. Tidak ada salahnya kita mudik, tidak ada salahnya beli baju baru dan tidak ada salahnya menyediakan kue lebaran . Namun yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas ibadah kita perlu lebih dimantapkan menjelang lebaran.

Puasa dalam bulan ramadhan bagaikan memintal benang yang terurai semrawut, yang setelah dipintal dengan tekun, menjelmalah dalam wujud yang baru, yaitu benang kokoh yang tak mudah putus, benang yang banyak memberikan manfaat bagi segenap keperluan.

Puasa adalah wajib,
Bersilaturahmi adalah baik kendati tak usahlah terpatok cuma setahun sekali Kapan dan dimanapun silaturahmi karena Allah itu mulia terlebih lagi pada hari Idul Fitri.

Kalaupun kita berbuat salah kepada orang tua atau kerabat lainnya, bukankah kita bisa minta maaf saat kita berbuat salah ketimbang kita tidak mendapatkan malam kemuliaan itu. Apakah kita menganggap mudik lebih penting dari malam kemuliaan?. Semoga saja tidak.


Share this article :

18 comments:

  1. saya asli desa, jd g mudik ^^

    BalasHapus
  2. blognya kami follow ya...

    BalasHapus
  3. mantap sob.. semoga berhasil kontesnya

    BalasHapus
  4. Wah...
    Nembak keyword lagi sambil memberi pencerahan...
    Sip Bang, semoga sukses...

    BalasHapus
  5. sesekali mau juga deh meraskan yang namanya mudik

    BalasHapus
  6. betol betol betol
    tapi aku gak mudik koq bang
    di sini sini ajaaaa :D

    BalasHapus
  7. selamat libur berlebaran pak amri!
    jangan lupa tetap ditunggu postingan2 terbarunya yah!

    BalasHapus
  8. Ada mudik sih om, tapi karena cuma 180 km, jadi ya ngga ada greget mudiknya, he he he

    BalasHapus
  9. ingin saya merasakan mudik seperti orang lain. tapi bingung, saya mu mudik kemana, bang? hehe..

    BalasHapus
  10. iya pak..malam kemuliaan harusnya lebih penting daripada mudik.. :)

    BalasHapus
  11. saya belum beli baju baru je. kalau sarung dah punya bang.
    kapan mudik ke Surabaya ?
    salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  12. Hati hati mudik nya ya..tetap bijak dlm mengelola keuangan..klo blogger sih duitnya masuk terus jadi tetep aman ya.. :)

    BalasHapus
  13. lebih baik klo malam lailatul qodar digunakan untuk sholat malam

    BalasHapus
  14. Minal Aidin wal Faidzin Boss...
    gw masih nubie about blog,
    mohon pencerahannya di site gw ya, boss

    BalasHapus
  15. yapz,, tentunya untuk mudik harus sangat berhati-hati tuh pasti macet buanget......

    BalasHapus
  16. gk kerasa lebaran tinggal beberapa hari lagi nich,,,

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger