Home » , , » Fenomena Kehidupan di Rumah Sakit jiwa

Fenomena Kehidupan di Rumah Sakit jiwa

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, Oktober 11, 2010 | 10/11/2010


Saya pernah berkunjung ke salah satu Rumah Sakit Jiwa yang ada di Makassar. Tapi kunjungan saya bukan sebagai Pasien, melainkan menemani seorang sahabat untuk menjenguk keluarganya yang sementara di rawat disana.

Di rumah sakit jiwa tentu saja yang dirawat adalah orang sakit jiwa, bukan sakit yang lain. Di rumah sakit jiwa, ada pasien yang diisolasi, ada pasien yang ditempatkan di ruang bersama dalam pengawasan ketat, ada pula yang sudah diberi kebebasan relatif di ruang atau halaman terbuka.

Tingkah para pasien di rumah sakit jiwa juga macam-macam. Ada yang selalu mau mengamuk, ada yang duduk bingung sendiri, ada yang terus-terusan mengoceh, ada yang selalu tertawa, dan sebagainya.

Di rumah sakit jiwa fenomenanya memang aneh-aneh. Di sepanjang koridor rumah sakit, ada seorang gila yang kerjanya terus menyapu lantai. Dia terus menyapu dengan rajin dari ujung ke ujung. Anehnya, di belakangnya berjalan pasien lain yang kerjanya menghamburkan sobekan kertas.

Jadinya, satu menyapu terus yang satunya lagi mengotori terus. Yang menyapu tidak marah dan tidak menegur pasien yang membuang kotoran, dan yang membuang kotoran acuh saja dengan temannya yang terus menyapu membersihkan.

Dua-duanya asyik dengan kegiatannya sendiri-sendiri. Perbuatan baik dan perbuatan buruk boleh saja berlangsung bersama, yang penting "aman-aman" saja, tidak ada yang saling mengganggu.

Photobucket


Fenomena di rumah sakit jiwa rupanya bisa dimaklumi seperti itu. Orang boleh saja ngoceh sendiri. Orang boleh saja tertawa sendiri. Yang menyapu lantai terus saja menyapu tidak peduli ada yang mengotori. Yang mengotori lantai terus saja mengotori tidak peduli ada yang capek menyapu.

Di rumah sakit jiwa semua boleh, yang penting aman dan tidak merusak. Pertanyaanya adalah, bagaimana di luar rumah sakit jiwa? Bukankah di luar rumah sakit jiwa juga kebenaran dan kebatilan bercampur-baur, semua boleh dan tidak saling peduli?

Mari renungkan bersama... moga saja kita tidak ikutan jadi pasien. Amin!

Share this article :

24 comments:

  1. kalau kehidupan diluar RS Jiwa mirip2 tak serupa bang Iwan, dimana banyak sekali orang yang berkelakuan sekehendak hatinya dan kurang peka kepada perasaan dan kepentingan orang lain.

    BalasHapus
  2. Ggak lah gak mau jadi pasen disana

    BalasHapus
  3. yg diluar kebanyakan tingkahnya nggak jauh beda yah ama yang didalam >.<

    BalasHapus
  4. Kasian juga mereka ini....sependapat dengan inge/cyber dreamer..
    Lebih kejam lagi tingkah laku mereka yang di luar!

    BalasHapus
  5. yang selalu tertawa itu, sepertinya menikmati sekali kehidupannya ya Bang :)
    walaupun mungkin dilakukan tanpa kesadaran penuh .
    salam

    BalasHapus
  6. Ya, semoga saja kita gak ada yg jadi pasien berikutnya..ih amit-amit bang hehehe...

    BalasHapus
  7. Betul juga ya? Sudut pandang yg bagus dari sebuah pengalaman sehari-hari nih..

    BalasHapus
  8. aku juga pernah kesana
    njenguk sodaraku yang dirawat.
    sekarang aku merawatnya sehari-hari.
    alhamdulillah udah agak baikan.

    mohon ijin ke medan dulu ya bang

    BalasHapus
  9. mau liat rumah sakit jiwa yang paling besar : lihat gedung DPR...

    BalasHapus
  10. kayaknya antara didalam dengan diluar beda-beda tipis...

    BalasHapus
  11. amin...namanya juga orang sakit, khususnya orang sakit jiwa, mereka hidup di dunia mereka sendiri. tapi bagaimanapun, orang sakit itu bisa sembuh asalkan kita sebagai keluarga tidak mengucilkannya...

    BalasHapus
  12. ha..ha.. dsana kt jg bsa mliat dri kt sndiri...

    BalasHapus
  13. tapi yang menyedihkan, banyak orang gila yang berkeliaran di jalan dan tidak ada yang memperhatikan...

    BalasHapus
  14. kebetulan saja yang dikatakan sakit jiwa masuk rumay sakit jiwa, sementar yang diluar masih banyak yang tidak waras jiwanya

    BalasHapus
  15. semoga saya tidak ikut jadi pasien

    BalasHapus
  16. semuanya pada ngeri dengar nama RS jiwa

    BalasHapus
  17. Rumah sakit dadi bagaimana ya bentuknya dan situasinya belum pernah kesana saya bang

    BalasHapus
  18. depresi yang berlebihan membuat mereka masuk ke RSJ

    BalasHapus
  19. Tinggalkan kesedihan sedapat yang kita lakukan. Jika kita terus bersedih, kita akan berubah menjadi gila seperti mereka.

    Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka, Kita Dapat Mengatasi Permasalahan Yang Besar.

    Sukses Selalu


    Salam ~~~ "Ejawantah's Blog"

    BalasHapus
  20. Dari segi tempat aja udah beda kita dan mereka apa kita tambah parah berada di lingkungan seperti ini dan bertingkah seperti mereka..

    BalasHapus
  21. wow, keren, perenungannya jempolan dech
    skrg mah, gak jelas, byk manusia2 yg udah nampak ga waras, mau telanjang depan org byk juga udah gak maluuuuuu

    BalasHapus
  22. bedanya sedikit saja tersentuh, marahnya sampai menghancurkan dan merugikan segalanya ya bang,, ckckck,,, ternyata kita tak lebih baik dari orang2 yang sakit.. :(

    BalasHapus
  23. moga2 yang di luar sana pada sadar....kalo dia ga jauh beda dari penghuni RSJ

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger