Home » , , , » Panorama Keindahan Bali dalam Film Eat Pray Love

Panorama Keindahan Bali dalam Film Eat Pray Love

Written By Muhammad Yuliawan on Jumat, Oktober 15, 2010 | 10/15/2010


Eat, Pray, Love : One Woman's Search for Everything Across Italy, India and Indonesia adalah memoir karya pengarang Amerika Serikat Elizabeth Gilbert. Memoir ini mencatat perjalanan pengarang ke seluruh dunia setelah ia bercerai, dan apa yang ia temukan selama perjalanannya.

Berbekal kesuksesan sebagai New York Times Best Seller list selama 110 minggu pada tahun 2009, Columbia Pictures kemudian mengangkatnya dalam layar lebar .

Italia, India, dan Indonesia adalah tiga negara yang mendapat peran penting di Film Eat Pray Love. Bukan hanya sebagai setting film, tapi juga berhubungan erat dengan jalan cerita secara keseluruhan.

Seperti apakah kisah dari film yang ceritanya diangkat dari kisah nyata Elizabeth Gilbert, seorang jurnalis perempuan yang resah mencari makna kehidupan. Berikut kisahnya:

Sinopsis Film Eat Pray Love :

Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) atau yang akrab dipanggil Liz, merindukan kehidupan yang seimbang. Karir sebagai penulis, memiliki rumah indah serta suami yang setia dan baik hati rupanya tak membuat hidupnya terasa ‘cukup’.

Memasuki usia 30 tahun, Gilbert telah mendapatkan semua yang diinginkan oleh seorang wanita Amerika modern, yaitu seorang pendamping hidup, rumah mewah, dan karier yang cemerlang. Namun, semua itu tak membuatnya bahagia.

Gilbert yang ambisius justru menjadi panik, sedih, dan bimbang menghadapi kehidupannya. Gilbert merasakan pedihnya perceraian, depresi, kegagalan cinta, dan kehilangan pegangan dalam hidupnya.

Untuk memulihkan dirinya, Gilbert pun mengambil langkah yang cukup ekstrem. Dia meninggalkan pekerjaan dan orang-orang yang dikasihinya untuk melakukan petualangan seorang diri berkeliling dunia.

Bagi seorang perempuan yang berpenampilan menarik, perjalanan solo ini jelas petualangan seru. Makan, doa, dan cinta adalah catatan kejadian di bulan-bulan pencarian jati dirinya itu.Dalam petualangannya itu, Gilbert menetapkan tujuan ke tiga tempat berbeda.

Di setiap negara, ia meneliti aspek kehidupan dengan latar budayanya masing-masing.Italia menjadi tempat tujuan pertamanya. Di negeri nan elok ini, Gilbert mempelajari seni menikmati hidup dan bahasa Italia. Tak lupa, ia juga mengumbar nafsu makannya dengan menyantap aneka masakan Italia yang enak-enak. Wajar saja jika kemudian bobot tubuhnya pun bertambah 12 kilogram.

Dari Italia, Gilbert bertolak menuju India. Di negeri ini dia mempelajari seni devosi atau penyerahan diri di sebuah Ashram atau padepokan Hindu. Ia menghabiskan waktu empat bulan untuk mengeksplorasi sisi spiritualnya.

Akhirnya, Bali menjadi tujuan terakhirnya. Di Pulau Dewata inilah wanita matang ini menemukan tujuan hidupnya, yakni kehidupan yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan ketenangan batin.Ia menjadi murid seorang dukun tua bernama Ketut Liyer yang juga seorang pelukis dan peramal lewat bacaan garis tangan.

Gilbert juga bersahabat dengan Nyoman, penjual jamu tradisional Bali.Dan yang terpenting, di Bali, Gilbert yang sudah apatis dan merasa tak akan pernah lagi bisa berhubungan romantis dengan lelaki mana pun, akhirnya malah menemukan kembali cinta sejati pada diri Felipe, pria separuh baya asal Brasil yang jauh lebih tua darinya.

Hijaunya sawah-sawah Ubud adalah salah satu objek yang paling banyak ditampilkan di film ini


laptop gratis


Aktris Christine Hakim yang berperan sebagai "Wayan Nuriasih" dalam film ini , sempat menghadiri peluncuran perdana film "Eat, Pray, Love" di Ziegfield Theater, New York.

Sayang sekali, Pemeran orang bijak di film "Eat Pray Love", Ketut Liyer terbaring di kamar rumah sakit di Denpasar, Bali, Kamis (12/8). akibat penyakit jantung yang dideritanya beberapa hari sebelum film yang dibintanginya bersama Julia Roberts diluncurkan di Amerika.


Trailer Film Eat Pray Love


Share this article :

21 comments:

  1. woow
    belum nonton pilm ini^^
    keren nih ada panorama bali
    sekaligus promosiin indonesia

    BalasHapus
  2. sepertinya harus nonotn film ini :)

    trima ksh reviewnya mas iwan :)

    BalasHapus
  3. Saya belum lihat film nya tuh

    BalasHapus
  4. pengen nonton nih.. tapi, maksud Mbak Gilbert itu kurang jelas, maksudnya dia itu berspiritual agama lain dan dia nggak nunjukkin apa agama asli mbak Gilbert. Ambigu deh.. tapi, pemandangan Bali kayaknya yang nutupin itu semua..

    ^_^

    BalasHapus
  5. wah keren ya.. lebih keren daripada film2 ftv sctv yang sering make lokasi bali :)

    BalasHapus
  6. Kapan ya bisa nonton film ini,, masih rame banget di galeri.. ><

    BalasHapus
  7. pasti keren ya bangggggggggggggg...

    sayang sekali ketut telah terbaring sebelum melihat dirinya yang bermain di film itu di tayangkan

    BalasHapus
  8. pengen nonton bang... sinopsis nya bang iwan saja sudah keren banget.. apalagi filmnya....

    sehat bang..??

    BalasHapus
  9. bali oh bali kapan aku bertemu engkau kembali
    pasti keren filmnya, makasih sharenya bang iwan :)

    BalasHapus
  10. pengen berangkat nonton tapi masih penuh...

    BalasHapus
  11. mau sekali nonton film ini..

    walaupun ada bisik2 tetangga, kalau filmnya tidak sebagus yang digembar-gemborkan di beberapa media, khususnya media Indonesia..

    katanya penyampaian beritanya terlalu subjektif, tidak sesuai dengan harapan.., itu komentar teman saya yang sudah nonton.. he he

    tapi mudah2an tidak begitu.. soalnya berencana untuk menonton film ini.. :D

    BalasHapus
  12. Pasti keren dah. Saya juga pengen nonton.

    BalasHapus
  13. please follow back..
    http://widodomedia.blogspot.com

    maturnuwun

    BalasHapus
  14. yang penting Indonesia khususnya Bali dipromosikan disini apalagi ada artis Indonesia juga yang ikutan

    BalasHapus
  15. Bali memang Indah ya apalagi gambarnya cantik nian

    BalasHapus
  16. wah nampaknyaa ini film bagus :D
    apalagi indonesia view haha

    BalasHapus
  17. Julia Robert itu cantik banget yach :D
    besok beli filmnya akh hehehe
    thx 4 the info :)

    BalasHapus
  18. pulau bali memang indah.saya sudah 3 tahun di bali.pemandangannya memang indah

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger