Home » , » Hakikat Pernikahan

Hakikat Pernikahan

Written By Muhammad Yuliawan on Jumat, Desember 10, 2010 | 12/10/2010


Pernikahan bisa dipahami sebagai akad untuk beribadah kepada Allah, akad untuk menegakkan syariat Allah, akad untuk membangun rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah.

Pernikahan juga akad untuk meninggalkan kemaksiatan, akad untuk saling mencintai karena Allah, akad untuk saling manghargai dan menghormati, akad untuk saling menerima apa adanya, akad untuk saling menguatkan keimanan, akad untuk saling membantu dan meringankan beban, akad untuk saling menasihati, akad untuk setia kepada pasangannya dalam suka dan duka, dalam kefakiran dan kekayaan, dalam sakit dan sehat.

Pernikahan berarti akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan, akad untuk saling melindungi, akan untuk saling memberikan rasa aman, akad untuk saling mempercayai, akad untuk salinng menutupi aib, akad untuk saling mencurahkan perasaan, akad untuk berlomba menunaikan kewajiban, akad untuk saling memaafkan kesalahan, akad untuk tidak menyimpan dendam dan kemarahan, akad untuk tidak mengungkit-ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan.

Pernikahan adalah akad untuk tidak melakukan pelanggaran, akad untuk tidak saling menyakiti badan, akad untuk lembut dalam perkataan, akad untuk santun dalam pergaulam, akad untuk indah dalam penampilan, akad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, akad untuk saling mengembangkan potensi diri, akad untuk adanya saling keterbukaan yang melegakan, akad untuk saling menumpahkan kasih sayang, akad untuk saling merindukan, akad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, akad untuk tidak saling membiarkan, akad untuk tidak saling meninggalkan.

Pernikahan juga bermakna akad untuk menebarkan kebajikan, akad untuk mencetak generasi berkualitas, akad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anak, akad untuk membangun peradaban dan akad untuk untuk segala yang bernama kebaikan.

Suatu hari Plato bertanya kepada Socrates yang menjadi gurunya, apakah hakikat dari perkawinan? Socrates tidak langsung menjawab, tetapi memerintahkan si murid untuk masuk ke dalam hutan memilih dan membawa sebuah pohon yang paling indah.

Beberapa jam kemudian, Plato sudah muncul dengan membawa sebatang pohon Zaitun yang elok dan segar yang dipersembahkan kepada sang guru. Socrates tidak langsung memberikan jawaban, tetapi balik bertanya, apakah ini adalah pohon yang terbaik yang kau temui di hutan? Plato dengan diplomatis menjawab, pohon inilah yang saya pilih dengan sejumlah alasan, meskipun bukanlah pohon yang terbaik yang saya lihat di dalam hutan.

Puas dengan apa yang dilakukan muridnya, Socrates langsung menjawab inilah hakikat perkawinan, manusia harus memutuskan pilihan, meskipun tidak yang terbaik yang ada di hutan, tetapi memberikan batas kepuasan kepada yang memilihnya. Begitulah perkawinan, sebuah pengambilan keputusan yang berani, menyatunya dua karakter yang berbeda untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan.


laptop gratis



Hari Senin lalu, tepatnya tanggal 6 Desember 2010, Ponakan saya yaitu Hidayati Zainal telah menikah dengan Reynaldy.

Sebagai salah satu keluarga, saya langsung merespons positif keputusan tersebut sebab saya ingat petuah leluhur, jika orang tua berhasil mengantar anaknya dalam keadaan suci ke gerbang perkawinan, maka surgalah pahalanya.

Dengan kondisi sekarang, yaitu arus informasi dan kesibukan dan rutinitas pekerjaan, kami selaku rumpun keluarga perlu cepat memilih sebuah pohon agar anak-anak kami bisa teduh berlindung di bawahnya dan sebagai orang tua tinggal mengejar poin pahala surga tersebut.

Perkawinan adalah awal dari sebuah kehidupan dan merupakan batas kepuasan. Surah An-Nisa (4) ayat 1 berbunyi "Hai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu satu diri yaitu Adam, dan menciptakan istrimu yaitu Hawa.

Dan dari keduanya berkembang biak laki-laki dan perempuan. Bertakwalah kepada Allah di mana kalian saling pinta meminta dengan nama-Nya, serta peliharalah hubungan kasih sayang antara kalian. Sesungguhnya Allah mengawasimu.


Share this article :

23 comments:

  1. Barokallohu untuk kedua mempelai, semoga Allah memberkahi mereka, menjadikan mereka keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. amin.
    Pernikahan atau perkawinan adalah salah satu pintu gerbang untuk beribadah, mengikuti sunah rosul, menggenapkan separuh agama.
    Pernikahan atau perkawinan adalah penyatuan dua pribadi, bahkan dua keluarga. tidak bisa dihindari adanya perbedaan, namun bukan itu yang dicari. sebaliknya bagaimana perbedaan itu akan mewujudkan rasa saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati.

    BalasHapus
  2. pernikahan..tidak hanya berjanji dihadapan pasangan kita, ataupun dihadapan para tamu undangan namun yang terpenting adalah janji di hadapan Allah SWT dan diri pribadi masing-masing pasangan untuk senantiasa menjaga dan menghormati satu sama lain dalam pernikahan tersebut, dan juga disanalah ujian yang sebenarnya akan pelaksanaan konsep keikhlasan, kesabaran dan rasa syukur kita...apabila semua itu bisa dilalui,,maka begitu indahnya pernikahan yang dijalani...dan Insya Allah akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah semoga..btw..selamat atas pernikahan sang keponakan...bang..semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah..amien.... (kepanjangan yak...he..he..)

    BalasHapus
  3. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khair untuk kedua mempelai. Terima kasih Pak Iwan untuk tausiyahnya, sangat bermanfaat untuk saya..

    BalasHapus
  4. ehhhmm,,, saya jadi pengen cepet nikah ni,,,tapi saya belum punya dana mas,,,pada hal pasangan saya sudah ngajak terus,,, kasih saran dong mas,,bagaimana saya harus mensikapi permasalahan saya ini....

    BalasHapus
  5. 10 Pembaca Berita TV Tercantik dan Panas di Indonesia
    http://zarmihayu.blogspot.com/2010/11/10-pembaca-berita-tv-tercantik-dan.html

    BalasHapus
  6. Dari Pinrang ki Pak..?
    Semoga Penokan bapak, jd keluarga sakinah mawadah wa rahmah. Aminnn

    BalasHapus
  7. eah. keren bro. salam kenal

    BalasHapus
  8. hm, kapan ya aku mo nikah?? hehe

    BalasHapus
  9. selamat menikah buat ponakan Pak Iwan, semoga dikumpulkan dalam kebaikan. doakan juga semoga saya cepat menikah.

    BalasHapus
  10. ya..semoga perkawinan hanya 1x dalam seumur hidup..haha

    BalasHapus
  11. ternyata foto terpajang disini wah narzis nih

    BalasHapus
  12. semoga menjadi keluarga yang dapat dijadikan contoh positif dalam kehidupan beragama, berbangasa, & bernegara.

    BalasHapus
  13. wah , aku suka tuh lihat baju pengantinnya...
    unik yaaa

    soalnya kebanyakan aku lihat sih adat jawa kalo disini...

    BalasHapus
  14. bride and groom nya keren ya Om

    BalasHapus
  15. komentar yang menarik. Pohon zaitun yg dipilih perlu ditanam, disiran dan dibajai. jika tidak dia pasti akan mati. itu juga hakikat sebuah perkahwinaan.

    BalasHapus
  16. mampir nich...
    menarik sekali blog anda dan saya menyukainya..
    salam....

    BalasHapus
  17. salam kenal yah ,,
    terimakasih..
    met sore!!!!!!!!!

    BalasHapus
  18. pengetahuan ,,,,,,,,,,,,
    salam kenal,,,

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger