Home » , » BILA WAKTUNYA TIBA

BILA WAKTUNYA TIBA

Written By Muhammad Yuliawan on Kamis, Februari 16, 2012 | 2/16/2012


Beberapa lamanya saya masih merenung disaat terbangun setelah istirahat siang. ketika Azan mulai berkumandang… mengingatkan saya untuk segera melaksanakan Shalat Ashar……

Setelah shalat, saya mencoba kembali merangkai mimpi yang rasanya begitu nyata…….

Perlahan, tubuhku yang terbalut kain kafan mulai ditutupi tanah,

perlahan, semua pergi meninggalkanku,……
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan,
rekan sejawat, murid-muridku dan orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, anakku merintih,
muridku berduka aku tak tega melihatnya
Rekan kerjaku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,….
menunggu perhitungan...

Menyesal sudah tak mungkin,
Apalagi kesempatan untuk bertaubat
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
meskipun selama ini saya menganggap diri saya jauh dari-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
Yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,bersama mereka...

Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan...........

~~~~~~~~~~~~~~~

Moga rangkaian kata diatas dapat menjadi renungan buat kita semuanya terutama untuk saya tentunya....


Denaihati

Share this article :

39 comments:

  1. innalilahi. ikut berduka cita gan. semoga diterima di sisi allah swt.

    BalasHapus
  2. Terimakasih bang telah mengingatkan saya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kembali Kang.... yang paling utama adalah mengingatkan diri saya.

      Hapus
    2. ngeri bang puisinya. bikin merinding

      Hapus
  3. peringatan utk diri ini juga bang iwan

    BalasHapus
  4. Peringatan yg bagus ni bang iwan. Kerna setiap manusia pastikan akan mati.

    ps: Jom bantu saya memenangi gajet impian di Denaihati.com

    BalasHapus
  5. Pada masanya kita tidak bakal dapat menolak kehadirannya
    dengan segala keperkasaan yang kita miliki

    salam dari pamekasan madura

    BalasHapus
  6. Astaghfirullahal adzim....

    Akhir-akhir ini saya menyadari bahwa kematian itu letaknya cukup dekat daripada urat nadi kita.....

    BalasHapus
  7. makasih share tentang ini mas..

    BalasHapus
  8. Sebuah renungan yang dapat menggugah setiap hati yang tersentuh.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  9. Begitu jarang Ayas diingatkan tentang hal ini, padahal ini pasti kan terjadi. Karena segala yang Bernyawa akan merasakan mati. Kita hanyalah menunggu giliran itu tiba!
    Dan pabila sudah waktunya.. tak kan bisa dihentikan walo sedetik saja....
    MAKASI telah mengingatkan Ayas!!!
    ^_^

    BalasHapus
  10. alhamdulillah allah mengingatkan itu.......... :-)

    BalasHapus
  11. subhanallah, kata-kata nya sangat menyentuh sekali..
    merinding ingat terlalu banyak dosa mengalir ditubuh saya.
    ternyata kematian sangat dekat! :'(

    BalasHapus
  12. Entah kita matinya kpn ? moga kita umat islam mati dlam keadaan islam, btul gk ??

    BalasHapus
  13. ya Allah,,,,kematian adalah hak setiap orang,,,sedih dan tkut saya mengingatnya,,,

    BalasHapus
  14. kematian pasti terjadi pada setiap manusia , hanya waktunya saja yang berbeda .
    makasih mas buat renungannya ,

    BalasHapus
  15. Merinding bacanya,,
    kematian memang harus selalu diinget.

    BalasHapus
  16. jadi ingat waktu prosesi pemakaman bunda ternyata harta tak bisa berbuat apa-apa tatkala kita mati aau malah membuat fitnah kelak di alam kubur

    BalasHapus
  17. terima kasih tausiahnya , kadang saya lupa bahwa semua hanya sementara dan akhirat yang selamanya.

    BalasHapus
  18. Mari kita mendekatkan diri kepada Tuhan...

    BalasHapus
  19. keren banget mas..
    mari kita melakukan segala perintahNYA dan menjauhi laranganNYA..

    BalasHapus
  20. saat itu pasti akan tiba,tapi sudah siapkah kita menghadapinya

    BalasHapus
  21. terima kasih banya sudah memberi pencerahan bang...

    BalasHapus
  22. jika teringat itu rasanya tidak sanggup lagi buat nunda" ibadah...
    terima kasih banyak suda mengingatkan pak...

    BalasHapus
  23. wah,makasih bro,tobat-tobat...!!!!

    BalasHapus
  24. Terima kasih bang Iwan, sangat menginsafkan, sama2lah kita saling ingat mengingati :)

    BalasHapus
  25. makasih banyak artikel nya sangat bagus dan membantu saya mas,,,

    BalasHapus
  26. saling mengingatkan.

    makasi artikelnya.

    BalasHapus
  27. dan disadari atau tidak, sesungguhnya kita berada di dalam antrian. Entah kapan, entah setelah siapa, yang jelas waktu akan mendorong antrian kita semakin maju. Ini juga yang sedang saya coba rangkai menjadi sebuah tulisan. Terima kasih sudah mengingatkan, Pak.

    BalasHapus
  28. salam bang iwan..saya datang ziarah sini.. :)

    BalasHapus
  29. terenyuh membacanya juga,,
    setiap manusia pasti akan kembali ke yg maha kuasa:)

    BalasHapus
  30. aku terrenyuh om,,saya juga suka merenungkan ketika saya di kubur,,dan itu sangatt saya takuti.....

    BalasHapus
  31. Bkin merinding gan baca nya,,..!!!
    Makasih udah mengingatkan...

    BalasHapus
  32. terimakasih atas puisi yang saling mengingatkan ini,,
    saya jadi inget dosa saya,,merinding memikirkan nasib saya di akhirat nanti ,,,

    terimakasih pembelajaran dirinya

    BalasHapus
  33. merinding bang iwan ane bacanya,,
    keinget dosa ...
    di akhirat sana kan kekal abadi selamanya

    BalasHapus
  34. inalilahiwainnailaihi rojiun...
    semoga kita bisa mengambil himahnya dari semua ini

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger