Home » , , » Cinta Sejati dan Kesejatian Cinta

Cinta Sejati dan Kesejatian Cinta

Written By Muhammad Yuliawan on Rabu, Februari 15, 2012 | 2/15/2012

Cinta Sejati hanya untuk Allah??? Pada kenyataannya tidak semua orang bersemboyan seperti itu. Banyak orang yang mengaku cinta kepada Allah, tapi ibadahnya hanya diniati mencari pahala, mengejar surga, menghindari neraka.

Cinta sejati adalah pada saat kita mampu memberi tanpa mengharapkan balasannya. Andai Allah tidak menjanjikan pahala dan surga, tinggal berapa gelintir orang saja yang masih mau mengaku cinta kepada-Nya.

Cinta sejati adalah pada saat kita mampu menerima apa adanya. Banyak yang mengaku cinta kepada Allah, tapi hanya mau menerima yang indah-indah saja dari-Nya. Ketika datang cobaan ia mengutuk Allah, mengatakan bahwa Allah sedang murka kepadanya. Padahal Allah adalah sumber dari segala sumber kasih sayang. Musibah dari-Nya adalah bentuk kasih sayang, tapi kita masih saja suka mengeluh, tidak mau menerima-Nya apa ada-Nya.

Pada tiap zaman sejarah mencatat torehan emas yang dituliskan para pecinta sejati yang hidup di zaman itu. Sekali lagi teringat Imam Hasan Al Banna yang mendahulukan iparnya Abdul Karim Mansur untuk diberi pertolongan justru pada saat tujuh peluru masih bersarang ditubuhnya.

Ibnu Taimiyah berkata, ”Mencintai apa yang dicintai kekasih adalah kesempurnaan dari cinta pada kekasih”. Konsekuensinya adalah membenci apa yang dibenci kekasih adalah kesempurnaan dari cinta kepada kekasih. Siapakah yang kita dedikasikan sebagai kekasih? jika itu dunia, harta, popularitas, atau bahkan wanita, maka dangkal sekali makna kalimat ini.

Kesejatian cinta hanya akan hadir bila segala energi dan pengorbanan dilandasi atas kecintaan kepada Tuhan, tempat kita kembali, Yang memelihara diri ini, Yang melimpahkan segenap nikmat. Dan menundukkan kecintaan kepada selain-Nya karena ia hanyalah kenikmatan sesaat yang hanya hadir di dunia yang tidak selamanya ini.

Ini lah sekelumit kisah sejati para manusia yang pernah hadir di bumi yang berhasil menorehkan kemuliaan amal yang menjulang ke langit. Mereka, yang kita sebut, manusia-manusia langit, menjadikan dunia hanya sebagai tempat persinggahan sementara dan bukan lah tujuan akhir, wajar saja bila mereka telah berhasil menampilkan kemurnian cinta yang terlepas dari noda motif popularitas, harta, dan kekuasaan.

Saini KM menggambarkan kesemuan dan ketidakabadian cinta dunia dengan sajaknya,
“Sesungguhnya siapakah kita ini kekasihku?
Hanya setitik debu melekat di bintang mati.
Menggeliat sejenak karena embun dan matahari
Hanya sedetik dalam hitungan tahun cahaya”.

Sapardi Joko Damono pernah mengungkapkan ketinggian hasrat cinta dengan bait-baitnya;
Aku ingin,
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sedangkan Islam mengajarkan menampilkan kesejatian cinta dalam untaian doa rabithah yang dibaca Nabiullah Muhammad SAW;
”Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepadaMu.
Telah berjumpa dalam taat kepadaMu.
Telah bersatu dalam dakwah kepadaMu.
Telah berpadu dalam membela syariatMu.
Kokohkanlah Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan bertawakal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan makrifat kepadaMu.
Matikanlah ia dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”.

Cinta sejati mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin..

terbukti apresiasi kedalaman cinta bisa merubah sgala yg mustahil, krn kesejatian yg akan membawa “the true power of love”..cinta sejati yang melunakan besi diwakili oleh Nabi Daud as, membangkitkan yang mati oleh Nabi Isa As, membuat budak jadi pemimpin adalah Nabi Musa As.. kaum keturunan dari budak yang dipungut firaun.
Cinta sejati itu masih ada. Tapi hanya segelintir orang saja yang memilikinya.... semoga saja kita masuk dalam golongan segelintir tersebut. Amin.


Denaihati
Share this article :

42 comments:

  1. alahmdulillah,artikel penyejuk hati,,thanks...

    BalasHapus
  2. pagi-pagi baca postingan ini, membuat hati damai..

    BalasHapus
  3. setuju bang, inilah cinta sejati yang sebenarnya...

    BalasHapus
  4. hmm... cinta yang sesungguhnya bang... so beautifull

    BalasHapus
  5. semuanya pasti mengharapkan cinta sejati kepada Allah namun itu semua tergantung orangnya!!!saya prihatin dengan adanya jaman yang sekarang akan membawa kita kejalan yang tidak diridhoi Allah contohnya Facebook tidak sedikit orang yang melakukan maksiat karena adanya dari facebook tersebut... salam kenal!!!

    BalasHapus
  6. Kata Ibnul Qoyyim, "Cintakanlah aku pada org yg melabuhkan cintanya pada-Mu," Nice article :)

    BalasHapus
  7. cinta sejati,, moga akan kita ingat slalu,,, salam knal mas moga sukses slalu

    BalasHapus
  8. Dalam kesejatian terdapat kekekalan.

    Sukses se;a;u
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  9. benar bang iwan, ramai yg mengakui dimulut. peringatan yg bagus sekali.

    BalasHapus
  10. ya Allah sunguh saya sadar mungkin termasuk orang yang hanya mencintai yang baik- baik saja,,,mungkin kah di dunia ini masi ada yang memiliki the true power of love?

    BalasHapus
  11. disitu lahh beda antara iman dan taqwa pak...
    iman itu sekedar percaya terhadap semua yang diajarkan dalam Islam...
    sedangkan taqwa tidak hanya percaya tapi menjalankannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar pak...

      @bang irwan: artikelnya bagus sekali, terima kasih atas pencerahannya...

      Hapus
  12. kalau misalkan kita punya pacar terus langgeng sampai nikah apa masih bisa disebut dengan cinta sejati?????

    BalasHapus
  13. posting nya sungguh bagus sekali, betul sekali,
    cinta yang sesungguh nya hanyalah pad a allah semata,,

    BalasHapus
  14. amin,,

    sekarang tidak banyak yang memiliki cinta sejati,yang ada hanya cinta keserakahan,

    BalasHapus
  15. alhamdulilah,
    ada juga artikel yang kaya gini.
    makasih gan,,
    semangat terus..

    BalasHapus
  16. betul sekali gan, banyak yang mengingat Allah pada saat mereka tertimpa kesusahan, dan lupa ketika menerima nikmat.

    BalasHapus
  17. semalam aku liat iklan di JTV, iklannya bagus ada tulisan-tulisan tentang cinta sejati.

    dan sekarang membaca tulisan cinta sejati lagi disini, rasanya merinding bacanya.

    aku juga berdoa semoga masuk dalam golongan segelintir itu.

    BalasHapus
  18. Wah pembahasannya menarik nih. di tengah arus budaya valentine yang menyebabkan remaja menjadi salah kaprah tentang makna cinta yang berbalut syahwat namun tulisan agan bagaikan setetes air di padang pasir yang bisa melegakan kehausan akan makna cinta sejati dan kesejatian cinta itu sendiri. Nice artikel gan...

    BalasHapus
  19. Kesejatian dalam cinta merupakan intinya
    saudara sejati adalah yang seiman , sangat bermakna Bang,
    maaf lama gak kunjung di sini.

    BalasHapus
  20. nice post, adem bener isi nya ya ?? hehhe



    www.keretaminiku.com

    BalasHapus
  21. nice post, adem bener isi nya ya ?? hehhe

    BalasHapus
  22. lama tak berkunjung nih bang...

    BalasHapus
  23. Aminnn,,, semoga kita sekalian menjadi bagian dari segelintir orang yang terpilih,, yang ikhlas dan tulus mencintai, dan menjadikan Allah SWT sebenar2 cinta sejati,,, :)
    makasih tulisan indahnya bang.. :)

    BalasHapus
  24. Jadi tersanjung baca nih isi artikelnya.

    Trims ya.

    BalasHapus
  25. cinta sejati hanya untuk Allah,,namun sangat sulit unguk di praktekananya..

    BalasHapus
  26. wizz mantap kali artikelnya. plus puisi yg sangta indah dan bermakna dalam.

    BalasHapus
  27. renungan yang indah nih mas , prihatin melihat generasi muda sekarang yang memaknai cinta sejati dengan cara yang salah .
    makasih ya mas buat renungannya , salam kenal ..

    BalasHapus
  28. kata katanya menyentuh mas, keren :)

    BalasHapus
  29. cinta sejati adalah ikhlas untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun

    BalasHapus
  30. bner sekali gan cinta sejati hanya untuk allah swt.
    siapa yang gak saya sama allah hanya orang'' kafir aja yang tidak sayang,.
    maka dari kita sayang allah agar kita tidak tergolong orang kafir.

    BalasHapus
  31. ya bener sekali...sesuatu banget yaa kalo kita umumnya saya menjadi salah satu orng yg mempunyai cinta sejati

    BalasHapus
  32. amin...
    semoga kita termasuk ke dalam segelintir orang yang memiliki cinta sejati..

    BalasHapus
  33. artikelnya sangat bagis gan..
    saya suka dengan artikel agan..

    BalasHapus
  34. Tulisan yang sangat menarik....
    Thanks for share...!!

    BalasHapus
  35. cinta sejati dan kesejatian cinta sangat berhubungan,nemun mendapatkan,mengerti dan mempraktekannya yang sedikit susah :)

    BalasHapus
  36. tapi tidak sedikit juga bang iwan yang memiliki semboyan cinta sejati hanya untuk Allah pada nyatanya untuk sesama manusia juga

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger