Home » , , » Jangan Menangis Sinar - Tamparan Keras Bagi Kita Semua Untuk Lebih Peduli Terhadap Kaum Miskin

Jangan Menangis Sinar - Tamparan Keras Bagi Kita Semua Untuk Lebih Peduli Terhadap Kaum Miskin

Written By Muhammad Yuliawan on Rabu, Mei 15, 2013 | 5/15/2013

Sinar namanya. Bocah berumur enam tahun tersebut juga menjadi sinar bagi sang bunda. Membantu memindahkan ibunya yang lumpuh menjadi keseharian Sinar. Penuh kasih sayang Sinar mengurus ibunya. Sudah dua tahun Murni lumpuh karena terjatuh.

Sejak itu pula hidupnya tergantung pada sang anak. Makan, minum, mandi, hingga buang air. Memasak nasi untuk sang ibu sudah pasti jadi tugas Sinar.

Hanya nasi. Tidak ada lauk apa pun. Simpati tetangga dan kerabat terkadang menguatkan Sinar dan ibunya menghadapi hidup. Bocah kelas satu sekolah dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya.

Sinar adalah bungsu dari enam bersaudara. Lima kakaknya yang juga belum dewasa tinggal terpisah. Mereka menjadi pembantu rumah tangga. Ini terpaksa dilakukan karena masalah ekonomi. Sementara sang ayah sudah sekian tahun merantau ke Malaysia.

Hanya album foto-foto keluarga yang jadi pengobat rindu pada anak-anak dan sang suami. Rumah tempat tinggal Sinar dan Ibunya Murni berada di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pernah ramai saat pemilihan umum lalu. Poster dan foto-foto calon legislatif masih menempel di mana-mana. Pemilu usai, Sinar dan ibunya pun terlupakan. Tapi Sinar selalu ada di sini. Ia menerangi rumah ini
Kisah Nyata ini menginspirasi rumah produksi Putra Kusuma Pictures dibawah pimpinan Ki Kusumo  untuk mengangkat kisah tersebut ke layar lebar. dengan judul Jangan Menangis Sinar.



Menurut Ki Kusumo, banyak hal menarik dari proses syuting film Jangan Menangis Sinar. “Film ini adalah film drama keluarga yang mengharu biru. Makanya pas syuting ngga cuma pemainnya yang hanyut dalam kisah cerita, tapi semua kru turut terharu,” paparnya. 

Untuk lokasinya, Bintang Drakula Cinta ini sengaja mengambil tempat yang sebenarnya. “Sebagian di beberapa kota, selebihnya asli dari lokasi yang sebenarnya,” lanjutnya. 

Dengan hadirnya “Jangan Menangis Sinar”, Ki Kusumo berharap penonton bisa mengambil hikmahnya. “Film ini membuat kita peduli, bahwa disekitar kita masih banyak orang yang butuh uluran tangan,” pungkasnya. 

Selain Charly Setia Band, “Jangan Menangis Sinar” juga dibintangi Yulia Rahman, Terry Putri, Yatti Surachman, Ki Kusumo dan Riyanto RA. Sedang artis cilik pendatang barunya memperkenalkan Anggita Anjani dan Axel Putra Kusuma. 

Rangkuman kisah pilu kehidupan Sinar, didominasi soundtrack Jangan Menangis Sinar yang dinyanyikan Charly Setia Band. "Jadi tak hanya gambar yang bicara, namun lagu pun ikut bercerita," terang Produser Jangan Menangis Sinar, Ki Kusumo. 

Menariknya, dalam soundtrack tersebut warna musiknya berbeda dengan yang dinyanyikan Charly sebelumnya, namun telah diaransemen ulang. "Lebih menyesuaikan dengan karakter film yang menyayat hati, sehingga membuat orang  hanyut dalam kesedihan, dan turut merasakan penderitaan yang dialami Sinar," lanjut Ki Kusumo. 

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Merdeka Sirait, menilai film Jangan Menangis Sinar, merupakan tamparan keras pemerintah karena tidak memperhatikan nasib kaum miskin di Indonesia.

Diakuinya Sinar yang diangkat kisah nyata dari Polewali Mandar itu merupakan fenomena sosial yang memilukan ." Ini bagian pertunjukkan sosial dan tamparan bagi pemerintah. Pemerintah mestinya menjadi tanggung jawab pemerintah," katanya lagi.

Selain itu, tambah Aris, fenomena sosial ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar sadar bahwa masyarakat juga punya tanggung jawab moral  agar tidak terjadi pada  Sinar lainnya," ujar Aris.

Diharapkannya dengan tayangan film ini pula, akan  menjadi contoh anak-anak Indonesia, karena menampilkan kejujuran dan berbakti pada orang tua.



Trailer Film Jangan Menangis Sinar

Trailer Film Jangan Menangis Sinar
Denaihati
Share this article :

15 comments:

  1. Masih banyak sinar-sinar lain di negeri ini, sementara para pelayan masyarakat yang ngakunya pejabat negeri ini asyik masyuk dengan kepentingan sendiri dan partainya...memprihatinkan!

    BalasHapus
  2. pengen nonton,,,pasti sedih banget,,yah ada banyak hikmah yang kita dapatkan dari kisah ini..

    BalasHapus
  3. sesuatu yamg mungki nmenjadi potret kebanyakan orang disekitar kita, di tempat saya hampir semua seperti ini bang

    BalasHapus
  4. Sebuah kisah nyata yang dapat membuka ispirasi dalam menggugah hati masyarakat seperti ini memang harus sering diangkat dalam layar lebar. Karena banyak hal yang dapat kita dapatkan dari hal ini.

    Sukses selalu
    Salam,

    BalasHapus
  5. pasti seru nih filmnya, apalgi dari kisah nyata..

    BalasHapus
  6. sinar merupakan salah satu dari sebagian besar anak senasibnya...... semoga filmnya sukses

    BalasHapus
  7. kisah sinar diatas,hanyalah salah satu dari sekia banyak sinar-sinar lain yang berjuang hidup dalam keadaan serba terbatas.

    BalasHapus
  8. kisah memilukan yang terjadi pada sinar,,,semoga pemerintah bisa mengatasi hal ini,jangan hanya memikirkan diri sendiri dengan mengumpulkan banyak uang untuk dirinya sendiri.

    BalasHapus
  9. banyak sekali sinar-sinar lainnya,seperti yang kemarin ada lagi kisah tasripin,,seharusnya pemerintah bisa menanggulangi ini semua,

    BalasHapus
  10. Di mana kepedulian bangsa ini terhadap orang-orang yang membutuhkan? sangat miris, ketika beberapa oknum saling berebut dan bersengketa untuk hal-hal yang sebenarnya bukan hak mereka.

    BalasHapus
  11. dulu pas pertama baca berita ini,,sedih banget,,bisa dibayangkan baktinya beliau terhadap ibunya,,:'(

    BalasHapus
  12. kayaya masih banyak sinar2 yg lain di indonesia...... perlu ksadaran dari semua pihak

    BalasHapus
  13. buat sinar smoga bisa hidup sprti org lain....

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger