Home » , , » Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita

Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, Agustus 05, 2013 | 8/05/2013



Saat Ramadhan ber­akhir banyak perasaan muncul di hati kita yang bercampur jadi satu. 
Ramadhan Terakhir Kita
Perasaan senang muncul karena setidak­nya kita merasa berhasil telah lolos dari medan ujian yang berat sebagai pemenang. Benar-benar sangat berat. Sebab, selain harus mena­han diri dari rasa lapar yang mengiris-ngiris lambung kita, selain harus menahan haus yang terasa mengeringkan kerongkongan kita, juga kita dituntut oleh Allah Swt. untuk mengen­dalikan hawa nafsu kita. Tujuannya, agar puasa kita juga dibarengi dengan tambahan pahala yang lain dari Allah Swt. 
Ramadhan Terakhir Kita
Perasaan sedih juga muncul dari kita. Kenapa sedih dengan berakhirnya Ramadhan? Karena kita kehilangan kesempatan emas untuk menanam pahala di bulan tersebut. Sedih rasanya merasakan perpisahan dengan bulan yang telah dimuliakan Allah sebagai tempat untuk ‘menimbun’ pahala. Lebih sedih lagi kalal kita sampai tak mendapat apa-apa di bulan Ramadhan ini, kecuali rasa lapar dan haus. Atau lebih rugi lagi adalah nggak dapat apa-apa. Termasuk tidak dapat pahala puasa karena memang tidak pernah berpuasa. Duh, rugi berat deh.
Ramadhan Terakhir Kita
Rasa cemas juga kerap muncul dari kita. Khususnya bagi kita-kita yang memang telah mengisi Ramadhan tahun ini dengan segala aktivitas amal sholeh kita. Sehingga setiap habis Ramadhan, yang dirindukan adalah kembali bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Namun, ada kecemasan yang menggunung manakala menyadari dan khawatir jika usia kita tidak sampai di Ramadhan berikutnya. Harapan dan kecemasan bercampur jadi satu. Sampai kita sendiri tidak tahu, apa sebetulnya yang kita inginkan. Sebab, antara harapan dan kece­masan kelihatannya saling melengkapi. Setiap kali kita berharap, selalu saja ada kecemasan, meski sekecil apapun rasa cemas itu.

Perasaan-perasan tadi muncul secara wajar dalam diri kita. Alhamdulillah, moga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Tapi jika sebaliknya, yakni kita tak pernah merasa senang, sedih, apalagi cemas dengan habisnya Ramadhan ini, maka sudah sepantasnya kita mulai mengukur diri . Sudah seberapa pan­tas menjadi seorang muslim. Sungguh keras hati kita jika tak pernah ada ungkapan perasaan seperti itu. Meski cuma diungkapkan setitik saja. Ah, rasanya kita pantas untuk ‘dimurkai’ Allah. Naudzubillahi min dzalik!
Ramadhan Terakhir Kita
Semoga Allah SWT meridhai setiap amal ibadah kita dan memberi kita kesempatan untuk bertemu Ramadhan-Nya tahun depan.. :) 


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN




Denaihati
Share this article :

11 comments:

  1. moga ia bukan yang terakhir. :)

    BalasHapus
  2. aminn ya robal alamin semoga tahun depan bisa berjumpalagi

    BalasHapus
  3. nauzubilahimindalik semoga kita di beri pahala yang melipat

    BalasHapus
  4. sangat rugi sekali orang yang tidak berpuasa

    BalasHapus
  5. ia gans sama-sama mohon maaf lahir batin ya tinggal beberapa hari lagu

    BalasHapus
  6. semoga kita bisa berjumpa lagi ramadhan tahun depan bang

    BalasHapus
  7. Semoga amalan ibadah puasa kita tahun ini diterima Allah Ta'ala Bang Iwan aamiin...aamiin.
    Mohon maaf lahir batin juga

    BalasHapus
  8. iya,,siapa yang tahu ya pak untuk umur sampai kapan,,mudah2an ramadhan kali ini lebih berkah dan diterima oleh Allah,amin

    BalasHapus
  9. Minal Aidzin Walfa Idzin mohon Maaf Lahir Dan Batin...dan Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri ya sobat.....

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger