Home » » WORTEL, TELUR DAN BIJI KOPI

WORTEL, TELUR DAN BIJI KOPI

Written By Muhammad Yuliawan on Minggu, Mei 03, 2009 | 5/03/2009


Siang ini aku lagi bete dirumah nggak ada kerjaan, kubuka My Kompi dan mencoba blogwalking cari inspirasi. Seketika aku teringat sebuah perenungan tentang analogi wortel, telor dan biji kopi.......,


  • Taruhlah 3 mangkok berisi air di atas api (emang mau masak apa sih?)
  • Di mangkok yang pertama masukkan wortel, mangkok yang kedua masukkan telur, dan di mangkok yang ketiga masukkan biji kopi yang telah ditumbuk menjadi bubuk kopi.
  • Didihkan ketiga mangkok tersebut selama 15 menit, kemudian keluarkan wortel, telur dan serbuk kopi tadi. Amati.... apa yang terjadi (kayak penuntun praktikum yah!)
  • Wortel masuk dalam kondisi keras, sekarang menjadi sangat lunak.
  • Telur masuk dalam kondisi lembut di dalam, sekarang sekarang menjadi keras.
  • Serbuk kopinya hilang, tetapi airnya menjadi berwarna hitam dan memiliki aroma kopi yang nikmat.

Sekarang marilah kita pikirkan tentang kehidupan :
Hidup tidak selalu mudah
Hidup tidak selalu menyenangkan
Kadangkadang hidup sangat keras
Semuanya tidak terjadi seperti yang kita harapkan
Orang-orang tidak memperlakukan kita seperti yang kita harapkan
Kita terkadang bekerja keras tetapi mendapat hasil yang sangat sedikit
Apa yang terjadi ketika kita menghadapi kesukaran?

Sekarang pikirkan lagi tentang ketiga mangkok tadi :
Air yang mendidih ibarat persoalan kehidupan

Kita dapat seperti wortel
Kita masuk dengan keras dan kuat
Kita keluar dengan lunak dan lemah jangan mikirin yang macem2
Kita menjadi sangat lelah
Kita kehilangan harapan
Kita menyerah
Tidak ada lagi semangat berjuang,
JANGAN SEPERTI WORTEL

Kita dapat seperti telur
Kita mulai dengan hati lembut dan peka
Kita berakhir dengan hati yang keras dan tanpa perasaan
kita benci orang lain
Kita juga benci diri sendiri
Hati kita membeku
Tidak ada lagi kehangatan
yang tinggal hanya kepahitan,
JANGAN SEPERTI TELUR

Kita dapat seperti biji kopi
Air tidak mampu mengubah bubuk kopi
Bubuk kopi yang mengubah air
Airnya berubah karena bubuk kopi
Cium, rasakan dan minum............
Makin panas airnya, makin nikmat rasanya.
KITA DAPAT MENJADI SEPERTI BIJI KOPI

Kita membuat sesuatu yang indah dari kesukaran yang kita hadapi
Kita belajar sesuatu
Kita mendapat pengetahuan baru, keterampilan baru dan kemampuan baru
kita tumbuh bersama pengalaman
Kita membuat dunia sekeliling kita menjadi lebih indah

Untuk meraih kesuksesan, kita harus mencoba tanpa dihantui oleh ketakutan akan kegagalan.
Kita harus yakin tentang apa yang akan kita lakukan
Kita tidak boleh menyerah
kita harus sabar
Kita harus tetap mendorong dan mendorong lagi

Persoalan dan kesukaran akan memberi kita kesempatan untuk menjadi lebih kuat, lebih baik, dan lebih tanggap.

Nah...........
Kita mau menjadi apa ketika kita menghadapi persoalan....
Seperti Wortel, Telur atau Biji Kopi ?
JADILAH SEPERTI BIJI KOPI


Share this article :

22 comments:

  1. w3ah kalo sayah cuma suka wortel, bagi q wortel lebih enak drpd apel,hmm...wortell....

    BalasHapus
  2. saya mau jadi yang pembuatnya dong bang,hehehe

    BalasHapus
  3. sesuai donk, I love coffe..
    and love someone who loves coffe too

    BalasHapus
  4. Wahhhhhh.... Bisa aja Bang Kumis. Mentang-mentang demen ngopi sama ngeblog nihhhh. Lah kalau ngopi darah tingginya kumat ????

    BalasHapus
  5. klo telur dan wortel kan saudara yah...hehehehe

    BalasHapus
  6. wortel, telor, kopi aku suka sekali.....hihihihi

    BalasHapus
  7. Kita masuk dengan keras dan kuat
    Kita keluar dengan lunak dan lemah jangan mikirin yang macem2 ... huahaahuahu bisa aja pak iwan ini...

    tetapi.. memang bagus artikel yang pak iwan bikin ini..

    BalasHapus
  8. berat nih masuk ketempatnya bang iwan, lama kayak si aprill

    BalasHapus
  9. huahh, hidup wortel :D, saya suka wortel, soalnya saya ngefans sama si buks bunny hehehe, biar matanya bercahaya gitu deh ...

    BalasHapus
  10. Telur, wortel atau kopi, kemabli kepada jiwa yang lurus juga niat yang tulus, Insya Allah... :)

    BalasHapus
  11. jadi apa aja oke wae
    yang penting positif
    hahahaha

    BalasHapus
  12. maap pak bru bs mmpir hehe...
    saya dah 1 minggu lebih nih jarang blogging, lagi seneng nongkrong di fesbuk sama skrg lagi belajar wp. :D

    Ini baru mulai blogging lagi :D

    BalasHapus
  13. jadi diri sendiri aja dech hehehe

    BalasHapus
  14. hanni.. berat yah masuk ke blognya pak iwan? berarti itu kesalaahan pada laptopmu.. harus beli yang baru kalii.. heheueheuheu :)

    BalasHapus
  15. wahhh.. insight yang mantav.... jadi intinya tak ada yang abadi di dunia ini dengan kondisinya ya bang... ?

    BalasHapus
  16. Analogi yang hebat pak... memang begitulah hidup... saya juga sepakat dengan Andri wongso:
    Kalo kita keras thd diri kita hidup akan lunak thd kita,
    tapi klo kita lunak thd diri kita hidup akan keras thd diri kita

    BalasHapus
  17. pak,, mengajar di sekolah dari jam brapa sampai jam brapa? posting donk foto2 muridnya ahauhauahauha

    BalasHapus
  18. Wortel, telur, dan kopi memang hebat. Atau pembuat analoginya yang hebat ya...

    BalasHapus
  19. Wortel dan telur Ok,tapi kopi...hmmm..gk suka kopi ach...hehe..!
    Nice artikel sobat..!

    BalasHapus
  20. kalo kebanyakan kopi ntar susah tidur bang

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger