Home » , , » 'KING', Bukan Film Biografi Liem Swie King

'KING', Bukan Film Biografi Liem Swie King

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, Juni 29, 2009 | 6/29/2009


Pemain :
  • Rangga Raditya
  • Lucky Martin
  • Surya Saputra
  • Mamiek Prakoso
  • Ariyo Wahab
  • Wulan Guritno
  • Argo “aa Jimmy”
Sutradara :
  • Ari Sihasale
Penulis :
  • Dirmawan Hatta
Satu lagi film karya anak bangsa yang layak untuk ditonton oleh anak2 kita sebagai salah satu film yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam mengejar cita-cita. yang saya himpun dari berbagai sumber.

Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King...

Mendengar cerita ayahnya tentang ”KING” sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, sebagai sahabat setianya Raden pun selalu berusaha membantu Guntur, walaupun kadang bantuan Raden tersebut justru seringkali menyusahkannya. Namun dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti … LIEM SWIE KING..SANG IDOLA!

“KING…His spirit is in my soul”

Jika Anda membayangkan film KING adalah film biografi Liem Swie King, bersiap-siaplah untuk kecewa. Tapi kekecewaan itu justru memberi kejutan saat Anda menontonnya. Ari Sihasale pandai meramu kisah hidup legenda bulutangkis era 70-an itu menjadi film yang mampu membangkitkan semangat penontonnya untuk selalu berusaha maksimal mengejar impian.

Paham bahwa film biografi cenderung membuat penonton jemu, dihadirkanlah Guntur sebagai pemain utama. Anak SD yang dibesarkan sendirian oleh ayahnya (Mamiek Prakoso). Sebagai seorang komentator untuk pertandingan bulutangkis di depan rumahnya, ayah Guntur berharap anaknya dapat menjadi juara bulutangkis, seperti idola dia dan ayahnya, Liem Swie King.

Ayah Guntur hanya bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis. Karena itulah, Guntur diperlakukan dengan keras dalam hal latihan bulutangkis. Guntur, ditandingkan dengan pemain yang jauh lebih tua dan bepengalaman.

Tentu kekalahan yang dialaminya. Bukannya menghibur, Guntur justru dimarahi oleh ayahnya atas kekalahan tersebut. Mendengar cerita ayahnya tentang King sang idola, yang selalu dibanding-bandingkan dengan dirinya, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada di hadapannya.

Sahabat setianya, Raden dan Michele pun selalu berusaha membantu Guntur. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia.

Ketika seleksi pendaftaran seleksi beasiswa Djarum untuk bulutangkis dibuka, Guntur berlatih jauh lebih keras. Didampingi sahabatnya, Guntur fokus pada seleksi tersebut. Guntur berhasil lolos pada seleksi awal, untuk dilanjutkan ke seleksi akhir di Kudus. Masalahnya, jarak Banyuwangi ke Kudus tentu bukan perkara mudah untuk seorang anak pengumpul bulu angsa. Itupun dengan pertaruhan, belum tentu Guntur diterima.

Seolah ingin bertutur di mana ada kemauan pasti ada jalan, Ari Sihasale memberikan rangkaian perjalanan yang indah dalam mengantar Guntur ke Kudus. Bukan hanya kisahnya, visual landscape yang ditawarkan sangat menggoda. Mampukah Guntur mewujudkan impiannya dan ayahnya? Seberapa kuat dia bertahan dari persaingan saat di karantina? Bisakah dia bertemu Liem Swie King, sang idola?



Selamat menonton,...... dan selamat mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat


Share this article :

39 comments:

  1. Betul sekali sobat ...film itu bukan bercerita mengenai biografinya liem swie king ...

    BalasHapus
  2. kemaren aq nonton dan emang keren banget..... :16
    sumpah gak kecewa aq nontonnya, kereeeennnn si guntur itu ternyata bisa membahagiakan bapaknya.....

    BalasHapus
  3. Sebuah perjuangan, Abang yang satu ini selalu up to date, terus menulis Bang :16

    BalasHapus
  4. dari penggambaran film untuk promosi memang apik kelihatannya, aku belum nonton tapi...hehe

    BalasHapus
  5. okeh sipp... tapi bingung nih om mau liat garuda ato yang ini...
    kasih rekomeng dong om.. hehe

    BalasHapus
  6. Wah semakin banyak filem nasionalisme di tanah air. Seoga menambah semangat patroitisme ;)

    BalasHapus
  7. Lihat trrillernya, merinding eui... :)

    BalasHapus
  8. Tepatlah kalo film2 kayak gini muncul saat liburan sekolah, shg anak2 jd punya alternatif hiburan.. Memang Liem Swie King layak jg mendapat penghargaan atas sumbangsihnya buat bangsa ini, lewat sebuah film karya anak bangsa.

    BalasHapus
  9. sebagai kisah penyemangat generasi Bangsa :40

    BalasHapus
  10. waaahhh...nampak kereeeeennn!! Ari Sihasale teh emang TOP klo bikin film anak-anak yang bermutu

    BalasHapus
  11. Saya sempat nonton resensinya di tv. Sejauh ini, sebagai film keluarga, kelihatannya film ini memang layak ditonton. Baca postingan bang Iwan ini, saya jadi tambah pengen menonton film ini. Nice posting.

    BalasHapus
  12. Aku pikir emang biografi si King yang itu... tapi pas liat review filmnya, baru ngeh kalo itu bukan tentang King yang itu. Seneng dengan gairah film Indonesia seperti Garuda di Dadaku dan King. Walaupun belum sempet nonton hehehe

    BalasHapus
  13. :16 perfilman Indonesia sedang mengusung tema pendidikan untuk anak-anak dan remaja rupanya.
    semoga sukses seperti film-film sebelumnya

    BalasHapus
  14. aku seneng film sederhana beginian... toss

    BalasHapus
  15. Siiip bang reviewnya.....maaf nggak baca nungkin intinya sama dengan reviewnya viethree ya...

    BalasHapus
  16. salam sobat,,kasihan tuh GUNTUR sudah kalah dapat marah lagiii sama Ayahnya.

    BalasHapus
  17. keren bang
    boleh buat rekomendasi reviewnya
    kita mau puter film2 indonesia yang berkualitas di ireland and UK
    thanks buat reviewnya bang

    BalasHapus
  18. keren banget nih sob sutradara nya Ari Sihasale..keren dah

    BalasHapus
  19. pengen bgt nonton.....
    kapan diputer di tegal yah??????
    hikz....hikz....

    BalasHapus
  20. liem swie king emang hebat
    apalagi kalo dia ngeluarin jurus "smash king"
    wuihhhh hebat bang

    BalasHapus
  21. Film-film seperti inilah sebenarnya yang berguna bagi generasi kita ya bang,bukannya "Maaf" film-film horror yang gak karuan ujung pangkalnya....

    BalasHapus
  22. Sedang seneng review film, Bang... ?
    Setelah baca review dari Bang Iwan aku jadi pengen ajak Shasa nonton film ini.
    Nice post !!

    BalasHapus
  23. wah postingnya film terus nih

    BalasHapus
  24. bener2 penikmat film nih??
    klo yg ini kemarin dan ngikuti diacara kik andy bang,....tapi postingannya tetep ok kok....

    BalasHapus
  25. Pa kabar mas Iwan?...dah lama gak main nih. Seperti biasa, resensinya bikin saya jadi pingin nonton. KAyaknya walaupun bukan biografi si pencetus jumping smash, ceritanya bisa menginspirasi juga :16

    BalasHapus
  26. wah saya juga mengira film biografinya liem swie king,Mas ..
    satu lagi ya karya anak bangsa yang bikin bangga :16

    BalasHapus
  27. Nemu review pelm ini juga di tempat putri Malezz...tapi dengan gaya yang berbeda....

    Prof selalu ketinggalan mengenai pelm terbaru.....

    BalasHapus
  28. wah, setelah garuda didadaku, sekarang KING

    nonton gak ya :D

    BalasHapus
  29. wah kayaknya keren juga nih pelm... nanti aja om aku rental dah kasetnya...

    hargane brp ya ???

    BalasHapus
  30. keren mas reviewnya. liem swie king. belum ada nntn. tunggu bajakannya aja ah. lagi akhir bulan. ;)

    BalasHapus
  31. mampir lagi menjelang bobo,hehehhe

    BalasHapus
  32. Wah film yang menarik dan sangat bermanfaat...

    Belum lagi pesan mulia yang ingin disampaikan kepada penonton untuk selalu berusaha maksimal mengejar impian

    Makasih sudah berbagi info menarik ini...

    Sukses Selalu :)

    BalasHapus
  33. aku beluummm noonnttooonnn hikzzz

    BalasHapus
  34. halah bukan lim swe king tho?

    BalasHapus
  35. Wah aku pingin nonton sama anak saya nih....

    BalasHapus
  36. beberapa kali berkunjung ke blog ini selalu membuatku iri bang, didaerahku ga ada bioskop.kapan ya bisa nonton film2 diatas??

    BalasHapus
  37. nice.. walaupun kurangtertarik tapi trailernya boleh juga deh.. :P

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger