Home » , » MANUSIA PENIPU DAN PENGKHIANAT YANG BERCITRA MUSAUWILAH

MANUSIA PENIPU DAN PENGKHIANAT YANG BERCITRA MUSAUWILAH

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Juni 30, 2009 | 6/30/2009

Malam khusuk menelan tahajjudku
Lidah halilintar menjilat batinku
Mentari dan cakrawala kenyataan hidup
Hanya padaMulah kekuasaan kekal

Ingatlah Allah yang menciptakan
Allah tempatku berpegang dan bertawakal
Allah maha tinggi dan maha esa
Allah maha lembut

Lindungilah dari ganas dan serakah
Lindungilah aku dari setan kehidupan
Berikan mentariMu sinar takwa
Ya ampunilah dosa

Gerhana matahari kuasaMu
Bumi langit manusia ciptaanMu
Hari kiamat ada di tanganMu
Aku bersujudAku rasa hidup tanpa jiwa
Orang yang miskin ataupun kaya
Sama ganasnya terhadap harta
Bagai binatang didalam rimba

Kini pikiranku kedodoran
Dilanda permainan yang brutal
Aku dengar denyut kesadaran
Tanganku capek mengetuk pintu

Sialan!
Sialan!

Jaman edan tanpa kewajaran
Gambar iklan jadi impian
Akal sehat malah dikeluhkan
Monyet sinting minta persenan
(WS.Rendra)

Hati yang masih tercitra oleh gelegak amarahnya manusia adalah hati yang gering, yang dalam keadaan demikian sang hati menjadi juragannya segenap kebodohan yang senantiasa cenderung memerintah kepada kejahatan atau kemaksiatan.
Para anggota badan di bawah perintah hati yang gering tidak segan-segan melaksanakan perbuatan yang palin tercela.

Andai mata, tak segan-segan ditatapkan kepada yang merangsang birahi ataupun yang jorok-jorok.
Andai telinga, tak segan-segan didengarkan pada suara-suara yang brengsek, ajakan-ajakan serong, atau fitnah-fitnah tengik.
Andai tangan, tak segan-segan digunakan untuk menyakiti sesama hidup, menggasak barang-barang orang lain yang bukan haknya, memfitnah lewat tulisan atau lukisan termasuk karya seni lainnya semacam membuat pahatan-pahatan yang mendatangkan khurafat.
Andai kaki, tak segan-segan dilangkahkan ke tempat maksiat.
Andai mulut, tak segan-segan digunakan untuk menipu, menggunjing, memfitnah, menjungkirbalikkan fakta, atau bahkan digunakan untuk mengunyah makanan haram.

Nafsu amarah telah mencitra hati manusia di antero bumi, pembunuhan sadis terhadap anak yang dilakukan oleh bapaknya atau sebaliknya, mutilasi terhadap isteri yang dilakukan oleh seorang suami bukan lagi merupakan berita yang langka.

Sosok manusia modern yang kalbunya telah dicitrai nafsu lauwamah yang mengombang-ambingkan kebaikan dan keburukan. Namun yang paling berbahaya yang dapat menjerumuskan, ialah nafsu musauwilah, yang selewat seakan manis, namun pada hakikatnya teramat pahit bak brotowali.

Nafsu musauwilah biasanya bersemayam dalam hati manusia-manusia pintar yang munafik sehingga kepintarannya hanya digunakan untuk menipu. Meneriakkan slogan-slogan manis untuk meninabobokkan rakyat, sehingga rakyat dengan mudahnya dapat tertipu. Berkoar-koar berjuang demi agama, padahal niatnya mengacak-acak agama secara infighter ; bermuluk-muluk membangun masjid, namun niatnya bukan karena Allah sehingga akalnya digunakan untuk mengakali sesama makhluk.

Sosok manusia bernafsu musauwilah semakin tampil di bumi yang semakin dekil ini, terkadang bertipe pemimpin yang semakin buncit berkat kepemimpinannya. Pemimpin semacam ini adalah sosok manusia yang suka menganjurkan hidup sederhana namun ia sendiri bermewah-mewah. Bahkan kurang puas, hak rakyat pun dibabat habis dengan alasan yang dibuat-buat. Agama hanya dipakai sebgai tempat persembunyian diri.

Pemimpin menipu rakyat, rakyat menipu pemimpin. Bahkan ulama yang seyogyanya menyadarkan penipu, malah ikutan menipu berkat nafsu musauwilah.

Maka andailah terjadi demikian, para setanpun beroraklah gembira.
Sorak-sorai yang mencemohkan ulama yang mengkhianati tugas sucinya, yang secara tak sadar tengah melangkah pasti ke keraknya neraka yang membara.

Naudzubillahi min dzaliq......


Share this article :

44 comments:

  1. Tulisan yang bagus direnungkan bang Iwan.

    BalasHapus
  2. Ya, nafsu musauwilah andaikata dibiarkan berkuasa diatas nafsu yang lain, niscaya akan remuklah semua akhlaq. Syaitan punya banyak metode demi melancarkan misi2nya, bahkan manusia yang dianggap "suci" pun terkalahkan olehnya, menjadi penghianat atas amanat-amanat, dan para pemimpin pun tidak luput dari itu.

    BalasHapus
  3. Wallahu'alam bi shawab, aku berucap dalam hati, semoga selalu dalam lindungan-Nya. Insya Allah...

    BalasHapus
  4. Aku golput, gak terdaftar soalnya... *nyambung gak siy, hehe...

    BalasHapus
  5. Subhanalllaaaaah.. andai manusia mengerti.. betapa jauhnya kita melupakanNYA.. tiada menjadikan DIA nomer satu dalam hidup.. mari maaas kita bergandengan tangan dalam CINTA dan Kasih Sayang..
    Salam Sayang

    BalasHapus
  6. nafsu membuat manusia lupa segala. makanya nafsu harus dikendalikan dg selalu ingat pada Sang Khalik.

    BalasHapus
  7. wah... perlu kita renung kan... nice artikel mas

    BalasHapus
  8. aku takutnya calon pemimpin kita seperti itu bang? trus pilihan kita harus gimana?

    BalasHapus
  9. Kayaknya kehidupan ini semakin rumit ya...Saat moral manusia semakin terkikis, yg ada hanya sikap egois. Semoga kita mendapatkan pemimpin yg mau berubah (sulit ya, tapi tetap berharap aja lah..)

    BalasHapus
  10. Ya Allah....
    Na'udzubillahi min dzalik.....

    BalasHapus
  11. kita sewot begini kena uu gak ya bang?

    BalasHapus
  12. ngikut ngaji pak....

    makasih...makasih.. :)

    BalasHapus
  13. wah jangan2 sampai deh saya ikutan kayak begonoh, dikasih sesuatu sama Yang Kuasa, eh di salah digunakan

    BalasHapus
  14. subhanalloh...moga nafsu2 kita selalu di belennggu dan tak lagi menggannggu...amiiiin

    BalasHapus
  15. Setanpun sekarang ngeri ngeliat kelakuan manusia dengan nafsunya mas...
    Mari sama2 kita berlindung kepada Allah Yang Maha Menguasai

    BalasHapus
  16. wah puisi ya
    moga diampuni oleh TUHAN YANG MAHA ESA

    BalasHapus
  17. uhm renungan ini penuh hikmah.. tengs atas sharingnya.. semoga bisa mengetuk pintu hati setiap orang, dan juga saya tentunya :)

    BalasHapus
  18. puisi yg mantab
    sukaaaaa banget....

    kata orang akhir jaman akan muncul yg namanya dajjal... alias manusia yg suka nyebar fitnah
    kalo dilihat saat sekarang ini sepertinya banyak sekali manusia yg mirip seperti dajjal dari segi kelakuan. apakah kita gak harus nunggu dajjal yg sebenernya muncul karena saat ini udah banyak mirip sepertinya. Naudzubillahi min dzaliq......

    BalasHapus
  19. lagu kesukaan ku tuh Mas yg dibawain Kantata Takwa ..kerennn

    BalasHapus
  20. Naudzubillah...
    Lagi kesel banget ya kayaknya... Sabar yaa...

    BalasHapus
  21. Makasih udah diberi bahan utk merenung hari ini..
    Semoga kehadiranku di dunia ini tidak merugikan siapa-2 dan semoga bermanfaat bagi banyak orang. Amin.

    BalasHapus
  22. lalu, lantunan ayat kursi dari melsandy mengiringi intronya, hemmm sungguh menyejukkan hati tiap kali mendengarnya.

    BalasHapus
  23. ada Quiz dari aye tuh...
    sapa yang mau ikut, ayo segera dateng ke blog aye..

    prizenya keren...
    cepetan

    http://martriogandhi.blogspot.com/2009/06/tebakan-maut.html

    BalasHapus
  24. Naudzubillahi min dzaliq...
    Mudah2an duet pemimpin kita besok ini ga seperti itu.. amin....
    :16

    BalasHapus
  25. kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah, mendidik diri dan keluarga seperti apa yang diperintahkan

    BalasHapus
  26. manusia... nasiya yansa = lupa. terkadang kita seringa lupa dengan kodrat kita sebagai manusia, khalifah dimuka bumi. nice posting bang iwan

    BalasHapus
  27. wuah.. lagi berfilosofi nih.. hehehe.. :P

    BalasHapus
  28. Informasi yang sangat berkwalitas, terimakasih sobat sudah share !

    BalasHapus
  29. masih ttg pemimpin ya mas? wah nafsu wausawilah bisa hancurkan akhlak. semoga pemimpin dan bangsa ini akan lebih baik. dah ketinggalan 60 tahun bangsa ini. pa lagi teknologinya. he3... sok taw jadi neh

    BalasHapus
  30. Nauzubillahimindzalik.... :13

    ehm datang sekalian koment sekalian ngevote ach.... :18

    BalasHapus
  31. Nauudzubillahiminzdalik..jng sampai hati kita bersemayam nafsu musauwilah,dengan memperbanyak dan meningkatkan amal ibadah dan hati selalu berdzikir insyaallah kita hati kita akan terhindar dari nafsu2 syaithoniyah itu...amin.

    BalasHapus
  32. Nih artikel menarik dan sangat bermanfaat, apalagi masyarakat Indonesia sekarang sedang bersiap-siap melaksanakan Pilpres, yang akan memilih pemimpin-pemimpin nasional yang jelas akan sangat menentuka nasib bangsa ini kedepannya...

    Mudah-mudahan dari Pilpres nanti lahir pemimpin-pemimpin yang memiliki pikiran dan hati yang bersih, pemimpin yang benar-benar memegang teguh iman dan taqwanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga setiap langkah dan kebijakannya selalu membawa kemajuan dan kesejahteraan yang berkeadilan, yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali...

    Makasih dah berbagi...

    Sukses Selalu :)

    BalasHapus
  33. Teruskan menulis renungan hidup agar manusia sadar siapa jati dirinya itu. Sadar dan kenal kepada ROH-nya yang membuatnya hidup sebagai percikan dari Zat Yang Maha Esa dan Zat yang begitu suci.

    BalasHapus
  34. Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang demikian bang iwan.

    BalasHapus
  35. Selama manusia hidup, nafsu itu akan terus mengikutinya, yang penting disini adalah bagaimana kita mengontrolnya dengan selalu mendekatkan diri kita pada Tuhan.

    BalasHapus
  36. bener bang
    sudah banyak sekarang penipu
    bagaikan musang berbulu domba

    BalasHapus
  37. Catatan yang bisa membuatkan kita menginsafi diri kita sebagai hamba-Nya.

    BalasHapus
  38. JAMANNYA JAMAN EDAN SIAPA YANG TIDAK EDAN TIDAK AKAN KEBAGIAN.. TAPI LEBIH BAIK YANG ELING DAN WASPADA..
    SALAM SAYANG

    BalasHapus
  39. renungan yang membangun jiwa.... trima kasih.

    BalasHapus
  40. kayak rossy yach, capai kemenangan ke 100, selamat yach

    BalasHapus
  41. blog anda bagus...!!! Teruskan menulis.. dan semoga sejahtera sentiasa.
    selamat menjalankan ibadah puasa.. semoga sentiasa diberi keberkatan.. insyaAllah. wassalam.

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger