Home » , » KISAH SEBONGKAH BATU

KISAH SEBONGKAH BATU

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, Juli 20, 2009 | 7/20/2009


Sudah dua hari saya tidak melakukan rutinitas pagi bersama si kecil, namun pagi ini si kecil ngotot untuk ditemani joging mumpung hari libur katanya.

Meskipun kondisi saya masih kurang fit namun untuk menyenangkan anak,…..saya rasa tidak ada salahnya, lagi pula saya memang memerlukan udara segar untuk memulihkan energi saya yang seakan terkuras selama dua hari terakhir ini, akibat terserang influensa.

Seperti biasanya setiap hari libur, kegiatan joging bersama si kecil diakhiri dengan mandi di sungai yang ada di dekat rumah sambil diajarin berenang.

Sungai yang agak kecil itu, banyak digunakan penduduk untuk bermain, belajar berenang, mancing ikan, mencuci dan mengambil batu untuk diasah jadi permata.

Salah seorang pengrajin permata yang setiap harinya mencari batu di tempat itu adalah Pak Ako’, demikian penduduk sekitar sungai memanggilnya karena keahliannya mengasah batu yang nampaknya kusam dan berlumut menjadi sebuah batu permata yang indah mirip batu akik sehingga digelari Pak Ako’ (Bahasa Daerah Batu Akik).

Saya pernah melihatnya bekerja mengasah sebuah batu ketika berkunjung ke rumahnya. Batu yang berwarna coklat kusam dan berlumut yang nampaknya agak sedikit lapuk, pertama-tama di pecah dengan menggunakan godam yang besar sehingga batu tersebut akan pecah menjadi bongkahan kecil sebesar kepalan tangan.

Dari bongkahan batu sebesar kepalan tangan itu, sudah mulai muncul warna asli dari batu tersebut, kemudian dilanjutkan dengan proses pengasahan dengan menggunakan alat khusus sejenis gerinda dan kertas amplas.

Proses pengasahan ini dapat berlangsung sampai beberapa hari, percikan api dari gesekan batu dengan gerinda serta suara bising sudah merupakan hal yang biasa kita temui selama proses pengasahan batu, permukaan yang kasar dipoles sehalus mungkin.

Pekerjaan yang betul-betul memerlukan keahlian, ketelitian dan kesabaran. Karena terkadang sebuah batu sudah diasah selama beberapa hari namun belum didapatkan hasil yang memuaskan.

Namun bagi Pak Ako’ hal itu adalah hal yang biasa, dan setelah menekuni pekerjaan ini lebih dari 10 tahun ketelitiannya dalam memilih kualitas batu di sungai membuat batu permata yang dihasilkannya berubah menjadi putih, licin dan mengkilap sehingga mempunyai harga jual yang tinggi.

Mungkin akan menjadi bahan perenungan , sebenarnya alam memberikan berbagai macam pelajaran buat kita,

Kita adalah sebongkah batu, yang kondisinya kusam, rapuh, lapuk dan berlumut adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang menempa kita.

Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang datangnya dari Sang Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar.

Sekarang marilah kita renungkan bersama, dimanakah posisi kita? Apakah kita seonggok batu kusam yang tidak berharga? Apakah kita sebongkah batu yang sudah terpecah? Ataukah kita adalah batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang mempunyai harga jual yang tinggi?

Share this article :

33 comments:

  1. Mantap, sebuah renungan yang dalam. Ya sebongkah batu kusam, lapuk dan tak berharga....., tempaan, hempasan, pukulan yang tiba padanya menjadikan ia kuat, indah, dan bernilai.

    BalasHapus
  2. Semoga kita adalah batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang mempunyai harga jual yang tinggi,Wah tandanya udah sehat nih Pak Iwan..udah bisa jalan2 bersama sang buah hati .dan menghasilkan hikmah yg lur biasa yaitu pencerahan untuk kami..makasih ya pak...

    BalasHapus
  3. wew.. pantes ditiru tuh, pasti susah bikinnya..

    BalasHapus
  4. huaaaaaaaaaaaa ga pertamaxxx... padahal tadi masih 0 comment :((

    BalasHapus
  5. Luar biasa. Tambah mantap.

    Terima kasih pencerahannya.

    BalasHapus
  6. kayaknya saya sebongkah batu yg masih harus dibentuk biar menjadi batu cincin yg indah.

    BalasHapus
  7. untuk saat ini saya memang seonggok batu yg kusam, tp jika saya tidka mengeluh dan mengeluh saja suatu saat nanti saya pasti bisa menjadi sebuah permata..... pengen merenung niy bang..... :27

    BalasHapus
  8. terimakasih pencerahaannya ya pak.... salam buat putrinya...

    BalasHapus
  9. Bukan senang kerjanya itu...waaa...

    BalasHapus
  10. Yayaya.. hidup adalah sebuah perjalanan.. bagaimana caranya kita memaknai dan mengambil hikmak dalam hidup ini.. bagaimana kita menjadi dewasa bukan hanya secara lahiriah.. melainkan juga mental spiritual
    Salam Sayang

    BalasHapus
  11. Buat sahabatku semoga dikau lekas sembuh.. dan berkah serta lindungan ALLAH selalu menyertaimu
    Salam Sayang Selalu

    BalasHapus
  12. Ni blog menarik yaa....

    Icon koment nya lucu-lucu...

    Sebaiknyalah aku ingin jadi batu yg berproses...mudahan bisa....

    Bisakah bertukeran lin kdengan blog ini....??? Terima kasih sebelonnya....

    BalasHapus
  13. Sungguh, segala ciptaannya selalu bermakna...

    BalasHapus
  14. pak iwan,, itu permata sungguhankah????? memang bisa di dapat dari batu besar gitu terus dipecahin n ada permatanya??

    BalasHapus
  15. Sejalan dengan pendapat saya,cobaan sebenarnya adalah bahan berlatih kita untuk menjadi semakin kuat,seperti halnya batu tersebut,nasib besi yang sedang di pandai juga sama,bayangkan,ia di pukuli,di bakar,di gesek-gesekan ke grindra,sampai menyala karena panas,yang pastinya menyakitkantapi lihat hasilnya...ia akan menjadi pedang dengan mata yang tajam dan bisa di gunakan untuk berperang...membela apa yang seharusnya di bela......

    BalasHapus
  16. Sebuah renungan yang mencerahkan bro ....

    BalasHapus
  17. hmmm... setelah dorenungkan emang seperti itu hidup ya bang... tapi terus terang aku nggak mau ahh jadi batu... kayak malin kundang ajah...

    BalasHapus
  18. renungan yg dalem banget sobat,...

    BalasHapus
  19. renungan yg dalem banget sobat,...

    BalasHapus
  20. wah kalau saya sepertinya masih menjadi sebongkah batu nih bang :((

    tetap semangat deh hehehe, perenungan yang bagus

    BTW, kok ada peringatan virus nya lho bang, beneran deh, ada warning virus di blog bang iwan...

    BalasHapus
  21. aku kayaknya masih batu yang kusam tuh end jauh dari mengkilat

    BalasHapus
  22. Saya masih sebongkah batu yang kusam pak. Tanpa merawatnya, tanpa mengamplasnya saya tetaplah batu kusam. Wallahu'alam.

    BalasHapus
  23. batu, benar kita hanya sebongkah batu...

    BalasHapus
  24. kata2 mas ini bener ;)

    Pekerjaan yang betul-betul memerlukan keahlian, ketelitian dan kesabaran. Karena terkadang sebuah batu sudah diasah selama beberapa hari namun belum didapatkan hasil yang memuaskan.

    berarti membutuhkan waktu lama yah seperti tukul itu mas. sabar dan tetep semangat bang

    BalasHapus
  25. perenungan yang dalam... membutuhkan waktu yang tidak sedikit tuk mencapai kesempurnaan :) salam hangat :)

    BalasHapus
  26. Wah benar, kita harus bisa menjadikan pelajaran, seburuk apapun kita kita harus bisa membuat diri kita lebih baik lagi, kalo batu dengan diasah dan diamplas, mungkin kalo kita butuh untuk belajar!
    semangat buat menjapai diri yang lebih baik!
    Stop
    Dreaming Start Action

    BalasHapus
  27. Hidup ini adalah proses. Sama seperti batu yang diasah untuk menjadi permata, perjalanan hidup bagaikan proses pengasahan. Ada batu yg gampang diasah, tapi ada jg yg sampai berhari2 baru mendapatkan hasil yg diinginkan

    BalasHapus
  28. Tergantung batunya bang
    kalo batunya emang dari batu yang tidak bernilai
    digosok kaya apapun ya tetep batu
    tapi bila batu itu bernilai
    dipoles sedikit aja sudah keliatan cahayanya

    BalasHapus
  29. makasih infonya.., sangat bermanfaat.. tak tunggu kunjungan baliknya...

    BalasHapus
  30. makasih infonya.., sangat bermanfaat.. tak tunggu kunjungan baliknya...

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger