Home » , » KISAH SEUTAS DASI

KISAH SEUTAS DASI

Written By Muhammad Yuliawan on Minggu, Juli 26, 2009 | 7/26/2009



Apakah ini? Seutas kain berwarna warni yang tergantung dileher para eksekutif? Ya! betul. Itu Dasi!! Jawaban yang logis yang tentunya diberikan oleh orang normal : itu adalah seutas dasi.

Tetapi orang gila akan mengatakan apa yang dikalungkan dileher itu konyol, selembar kain berwarna tanpa makna yang diikat dengan cara rumit, yang membuat kita sulit bernafas dan menoleh.

Terkadang aku berpikir apa sih gunanya dasi? , sama sekali tidak ada. Ini bahkan bukan lagi sekedar hiasan, karena benda ini sekarang telah menjadi simbol perbudakan, kekuasaan, keangkuhan. Satu-satunya fungsi dasi adalah memberi rasa lega ketika kita pulang kerumah dengan melepaskannya; rasanya seperti terbebas dari sesuatu, meskipun kita sendiri tidak tahu sesuatu itu apa.

Tetapi, apakah rasa lega itu menjadi pengabsah keberadaan dasi? Tidak!! Tetapi jika kutanya kepada orang gila dan orang waras apakah benda ini, orang waras tentu akan menjawab : "Seutas dasi". Tidak jadi soal siapa yang tepat, yang penting adalah siapa yang benar.

Berikut sedikit penjelasan tentang dasi yang saya kutip disini

Dasi, menurut Asosiasi Aksesori Leher Amerika, punya sejarah panjang yang melilit perkembangannya. Sejak zaman batu pun aksesori di leher dan dada sudah ada, khususnya untuk memberi ciri pada kelompok pria dari strata tinggi.

Malah, pada masa Romawi kuno sudah dipakai kain untuk melindungi leher dan tenggorokan, khususnya oleh para jurubicara. Pada perkembangannya prajurit militer Romawi pun memakainya. Bukti dipakainya aksesori kain leher tampak pada patung batu di makam kuno, Xian, Tiongkok.

Aksesori leher terkenal lainnya muncul di masa Shakespeare (1564 - 1616), yakni "ruff". Kerah kaku dari kain putih itu bentuknya serupa piringan besar yang melingkari leher. Untuk mempertahankan bentuk, ruff sering dikanji. Lambat laun orang merasa ruff yang bertumpuk-tumpuk hingga mencapai ketebalan beberapa sentimeter mengakibatkan iritasi.

Lahirlah "cravat" pada masa pemerintahan Louis XIV tahun 1660-an. Namun, Kroasia lebih tepat disebut sebagai tanah asal dasi. Bahkan konon kata ini berasal dari nama negara Kroasia dalam bahasa setempat Hrvatska.

Ini sesuai penuturan Francoise Chaile dalam buku La Grande Historie de la Cravate (Flamarion, Paris, 1994). "... Sekitar tahun 1635, sekitar enam ribu prajurit dan ksatria datang ke Paris, yang disewa oleh Louis XIII dan Richelieu. Pakaian tradisional mereka amat menarik. Sehelai sapu tangan diikatkan di leher dengan cara khusus. Sapu tangan itu terbuat dari berbagai kain, dari yang serupa seragam, katun halus, hingga sutera. Gaya unik ini segera 'menaklukkan Perancis'. Apalagi cara ini lebih praktis ketimbang kerah kaku. Sapu tangan itu cuma diikat, dengan ujung-ujungnya dibiarkan lepas."

Maka disebutlah sapu tangan itu cravat, artinya "penduduk dari Kroasia".

Sebagaimana aksesori leher di zaman batu, keindahan cravat dan cara mengikatnya menunjukkan kelas si pemakai. Konon Beau Brummell (1778 - 1840), yang banyak mempengaruhi perkembangan mode, perlu waktu berjam-jam untuk mengikat cravat-nya.

Banyak buku teknik mengikat cravat diterbitkan. Salah satunya menampilkan 32 cara, meski kenyataannya ada lebih dari 100 cara yang resmi dikenal saat itu. Begitupun, ada saja orang yang ingin mengekspresikan kepribadian mereka dengan kreasi sendiri.

Selanjutnya muncul adab mengenakan cravat. Seseorang pantang menyentuh cravat orang lain. Kalau sampai terjadi, tindakan itu bisa berakibat fatal, yakni duel.

Bahkan takhayul pun berkembang di seputaran cravat. Konon saat Napoleon Bonaparte mengenakan cravat hitam yang dililitkan dua kali memutari leher, ia selalu menang perang. Celakanya, saat terjun di Waterloo ia memakai cravat putih. Akibatnya? Ia pun "jatuh".

Tahun 1860-an cravat dengan ujung yang panjang mulai menyerupai aksesori leher modern alias dasi. Ketika muncul mode kemeja berkerah, dasi disimpulkan di bawah dagu, ujung panjangnya terjuntai di depan kemeja. Sementara dasi berbentuk kupu-kupu baru populer tahun 1890-an.

Dengan kemajuan teknologi, kini dasi jadi makin beragam warna, desain, dan teksturnya. Alhasil, lebih dari 100 juta dasi menyerbu berbagai gerai dasi setiap tahun.

Pada tahun 2002 penyanyi asal Kanada, Avril Lavigne mempopulerkan pemakaian dasi secara casual bagi para remaja wanita.

Berikut adalah berbagai macam motif dasi, bagi yang berminat silahkan pilih sendiri Gratis..... saya juga ngambilnya gratis koq disini

Dasi Supir Taxi


Dasi Rekonstruksi Polisi


Dasi Bartender

Dasi Atlit Pingpong


Dasi Pecandu TTS


Dasi Juragan Es Krim


Dasi Juragan Hot Dog

Dasi Gamer Tetris

Dasi Gamer Space Invader



Dasi Dokter Mata


Dasi Netter


Mari saling ngevote di Top Global Site dengan meng- KLIK DSINI

Share this article :

27 comments:

  1. dasinya kren ya sob,,,
    info bgus nih..
    nambah2 pengetahuan...

    BalasHapus
  2. Hmmmm... Ternyata barang yang sesederhana dasi, sejarahnya panjang juga ya :)

    Makasih Bang, jadi tau lebih banyak nih tentang dasi.
    Tetaplah berbagi :)

    Sukses Selalu...

    BalasHapus
  3. wah,,ternyata panjang juga ya sejarahnya dasi itu
    kalau dasi kupu2 tu gmn ya??
    hehehehehehe
    keep share kawan

    BalasHapus
  4. Pak Guru, kalau dasi penjual pulsa bagaimana?

    BalasHapus
  5. info keren bang....
    contoh dasinya bikin tersenyum..

    BalasHapus
  6. info keren bang....
    contoh dasinya bikin tersenyum..

    BalasHapus
  7. siiiip infonya bang......

    BalasHapus
  8. kalo dasi buat guru koq nggak ada bang???

    BalasHapus
  9. Hehehe, artikel yang mantap, jadi tau selub beluk dasi. Dasi, bagi saya sekarang, jelas tidak ada gunanya. Karena saya perempuan, pekerjaanpun tidak mengharuskan saya berdasi. Waktu SD, SMP, SMA pernah pake dasi.

    BalasHapus
  10. Di Bandung, saya lihat ada iklan studio foto berslogan "bisa bikin foto pakai dasi". Jadi kita tinggal sodorin foto kita yang pake kaos oblong, lalu studionya akan membuat foto kita seolah pake kemeja dan berdasi. Dasinya bisa pilih warna sendiri, mau merah, kuning, motif garis-garis sampai polkadot, hihihi..

    BalasHapus
  11. kok lama gadateng di blog q?

    BalasHapus
  12. kok lama gadateng di blog q?gfdzgdfgdgdfgdfg

    BalasHapus
  13. wuihhh sekelumit tentang dasi... ada sejarahnya iia ternyata.. makasih Sir informasinya, keren keren tuuhh dasinya... terus gmn halnya sama dasi kupu-kupu iia?!??!? kira2 itu milik sapa?!!? hmm...

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. soree...maaf baru mampir

    BalasHapus
  16. Terima kasih untuk semuanya,.... Untuk sementara terpaksa komentarnya saya moderasi, karena blog ini kembali kedatangan tamu yang tak diundang.

    BalasHapus
  17. Nggak apa2 deh emang banyak sih yang rada usil
    btw,.... postingan muantav

    BalasHapus
  18. memang banyak yang mau merusak tatanan kita, berhati2lah kawanku semua.

    BalasHapus
  19. mari semua berantas tikus berdasi..

    BalasHapus
  20. ada dasi khusus mata2 bro :37

    BalasHapus
  21. ahhhhh dasi es krimnya.....duuh jadi pengen es krim hehehh

    BalasHapus
  22. Blogger perlu dasi gak ya.. ? ^_^

    BTW.., aku suka dengan avatar Bang Iwan yang baru... hehehe.., mirip ya?

    BalasHapus
  23. iya avril lavigne tuch dasinya banyak banget, info yg kereeeennn.....

    hmmmm aq ajah walaupun bukan pria, tapi suka ngikut trend avril dulu suka pake dasi looohhhh, hehehehe

    BalasHapus
  24. weeeeeeeeeeeeee.................. ternyata blognya baruuuu!!! maksudna.. templatenya baruuuuuuu!!! keren keren.. udah kayak wordpress aja :p

    BalasHapus
  25. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger