Home » » JUARA SEJATI

JUARA SEJATI

Written By Muhammad Yuliawan on Minggu, Agustus 16, 2009 | 8/16/2009


Suasana perayaan hari kemerdekaan dikampung seberang sungai seperti tahun-tahun sebelumnya sangatlah ramai. Berbagai macam lomba Olahraga tradisional digelar, mulai dari enggran, gasing, perahu hias sampai pada pacuan kuda.

Kebetulan hari ini adalah Acara Final Lomba Pacuan Kuda yang diikuti oleh anak-anak penduduk setempat di bantaran sungai yang notabene tanpa pernah melalui training khusus.

Seorang peserta bernama Kosim,.... Kuda tunggangannya nampak tidaklah istimewa bila dibandingkan dengan dengan kuda lainnya, apalagi kuda si Wandi anak Pak RT yang konon belasteran kuda Argentina mirip body kuda yang banyak dimiliki oleh salah satu Cawapres kita.

Beberapa penonton menyangsikan kekuatan kuda Kosim untuk berpacu melawan kuda peserta lainnya. Namun Kosim malah bangga dengan kuda miliknya yang dia pelihara sendiri bersama Ayahnya.

Tibalah saat yang dinantikan, semua peserta bersiap di garis start, beberapa saat kemudian, Kosim meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak komat-kamit seperti sedang berdo’a. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan do’a, lalu beberapa saat kemudian, Ia berkata, “Ya, aku siap!”.

Gong................ suara gong melengking yang dibunyikan tanda start dimulai, dengan hentakan kuat semua peserta berpacu dengan penuh semangat. “Ayo.....ayo.....hooo...hoooo....huaaaa”, begitu teriak mereka memberi semangat pada kuda tunggangannya masing-masing, ramai sekali ditambah dengan teriakan dan sorak-sorai penonton.

Sampai pada akhirnya, petugas melambaikan bendera tanda memasuki garis finish dan yang keluar sebagai pemenang adalah Kosim.

Ada yang bersorak dan tentunya ada yang kecewa karena yang berhasil menjadi peserta yang terdepan memasuki garis finish adalah Kosim. Dan tentu saja yang paling senang adalah Sang Juara Kosim. Ia berucap, dan komat-kamit lagi, ”Terima Kasih”.

Saat penyerahan piala tiba, Kosim menuju panggung dengan bangga, dan sebelum piala diserahkan, ketua Panitia bertanya, ” Hai Kosim, tadi kamu pasti berdo’a pada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Kosim terdiam lalu menjawab, ” Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan”, kata Kosim. Ia lalu melanjutkan, ” Sepertinya, mungkin tak adil untuk meminta pada Tuhan agar saya dapat menhalahkan orang lain. Aku hanya bermohon, agar diberi kekuatan untuk tidak menangis jika aku kalah”.

Semua hadirin terdiam mendengar pernyataan Kosim, setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan penonton.

Si Kosim tampaknya telah memberikan pembelajaran berharga bagi kita, dia tidak bermohon pada Tuhan untuk menang dalam perlombaan, dia tidak bermohon pada Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya, Ia tidak berdo’a untuk menang dan menyakiti peserta yang lainnya. Namun Kosim bermohon pada Tuhan, agar diberi kekuatan saat menghadapi itu semua, Ia berdo’a, agar diberi kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Saya teringat sebuah potongan artikel yang saya pernah baca di sebuah milis,......
Mungkin telah banyak waktu yang kita perlukan untuk berdo’a pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.

Terlalu sering kita berdo’a untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?

Kita sering lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa dan cengeng dalam memaknai kehidupan ini.
Dimanakah semangat juang dalam menapaki setiap perjalanan berliku yang akan kita lalui?

Kita harus yakin bahwa Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji setiap hambanya yang dicintainya.

Terima kasih Kosim......


Share this article :

27 comments:

  1. Iya mas, sering kita tak sadar kita telah makin pandai memerintah Tuhan. Padahal harusnya kan kita ini memohon. Jadi dikabulkan ato tidak, terserah padaNya, toh kita mengimani bahwa Ia tahu dan pasti akan memberikan yang terbaik buat kita. Ah...renungan yang menyegarkan di Minggu pagi. Makasih ya, mas Iwan!

    BalasHapus
  2. salam sobat
    wah pasti meriah sekali perayaan kemerdekaan RI ditempat sobat atau kampung sebelah sobat,,jadi pingin lihat nich,,,
    wah ada balap kuda juga ya?? ya yang kaya begini harusnya juara sejatinya,,karena banyak tantangan dan resikonya.

    BalasHapus
  3. salam sobat
    mau tanya nich,,apa shoutmix , sengaja dihilangkan di blog sobat?
    trims ya doanya untuk saya dan keluarga saya.

    BalasHapus
  4. makasih banget artikelnya, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari orang disekeliling kita seperti Kosim di atas.

    BalasHapus
  5. waduh tahun ini saya ga dapet hadiah lomba tujuh belasan..
    Salam kenal yaa...

    BalasHapus
  6. maaf bang
    baru bisa datang
    setelah berhari2 aku ga bw

    BalasHapus
  7. Semangat kepahlawanan paar pejuang kita semoga bisa menjadi inspirasi dan spirit generasi muda. Gimana ya kalo ada pula lomba agustusan antar blogger? Aku ikut yg lari bawa kelereng aja. he he....

    BalasHapus
  8. renungan yg bagus sekali. saya pernah baca juga kisah spt ini. memang tak mudah utk tidak menangis saat kalah.

    BalasHapus
  9. Pencerahan yang mantap. Ya mari berdoa agar diberiNya kekuatan, bimbingan, dan petunjuk.

    BalasHapus
  10. Benar bang..kita sering berdoa untuk menuntut kesempurnaan...jarang untuk menerima kekalah sebagai makhluk tak sempurna..nice artikel bang...

    BalasHapus
  11. mantap kang,...
    ada pepatah jawa tentang kalah-menang yang (harusnya) bisa kita anut:
    Menang ora umuk, kalah ora ngamuk"
    artinya?

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum Wr.Wb. Cerita di atas sangat bagus dan penuh hikmah mengenai karakter asli bangsa kita. Momen seperti ini semoga bisa menjadikan kita semua menjadi bangsa yang penuh semangat. Selamat memperingati HUT RI ke-64. Wassalam.

    BalasHapus
  13. Top bang iwan! emang kita sering gag sadar klo selama ini kita egois, klo mo ujian minta lulus, klo mo ikut kompetisi minta menang. pas gag menang menyalahkan Tuhan.

    BalasHapus
  14. aq jg stuju bang iwan losari ma khayangan lebih bagus, tapi sayng kurang diperhatikan, malah kayangan makin kotor. coba pemerintah lebih memperhatikan keindahan makassar, pasti tidak kalah dengn t4 lain. soalnya makassar masih bisa ditata lebih bagus lagi...

    BalasHapus
  15. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari cerita diatas. Juga banyak makna dan pelajaran yang diajarkan oleh siKosim untuk kita semua. Cerita ini seperti menelanjangi hati .... bahwa kita tidak lebih bagus dari pada si Kosim.
    Salam

    BalasHapus
  16. wewww.... rame juga ya di soppeng bang, di makassar agak kurang terasa lagi nih....

    BalasHapus
  17. juara sejati...sejatinya juara

    BalasHapus
  18. itu poto aslinya pak? pas pacuan kuda

    BalasHapus
  19. Ya, setuju dgn Bang Iwan...(pd 2 alinea terakhir)

    Ibaratnya....
    Sungai yang diarungi dapat membuatmu kuat..
    tapi sungai yang hanya kamu pandangi..
    hanya akan melemahkan hati..

    nice posting, Bang...
    selamat malam :)

    BalasHapus
  20. Yup.. hidup adalah tantangan dan perlombaan.. btw, salam kenal yaa...

    BalasHapus
  21. muantabbbb...terimakasih kosim....

    BalasHapus
  22. Hmmmm teringat tentang kisah Nabi ibrohim yang tak berdoa ketika beliau di bakar raja namrud neh

    BalasHapus
  23. wah saya terharu dan tersentuh dng kata2 ini

    (Kita harus yakin bahwa Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji setiap hambanya yang dicintainya.)

    ya mas bener ujian buat kedepan lebih baik dan pengalaman....

    BalasHapus
  24. telat nyampe sini, gak apa yg penting semangat bro...salam.

    BalasHapus
  25. Aduh si Kosim hebat banget... Itu tandanya si Kosim bukan orang egois yg berharap dirinya senang tapi orang lain menderita.
    Apakah aku bisa mencontoh sikap terpuji Kosim dalam seluruh aspek kehidupanku ya..??
    Nice post Bang... aku suka banget...

    BalasHapus
  26. mantappp ,,, :D

    sef bang. saya juga akan semangat deh kalau ditimpa hal2 yang menyedihkan ...

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger