Home » , » MEMBAYAR KESALAHAN

MEMBAYAR KESALAHAN

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, September 14, 2009 | 9/14/2009

Alkisah, Sebuah pondok pesantren yang terdapat di pinggiran kampung mempunyai banyak santri dan Santriwati. Ustadz Malik Al-Farizy adalah pemimpin di pondok pesantren itu, yang sangat disegani oleh para santri karena kearifannya.

Dalam bulan Ramadhan seperti sekarang ini, tentunya sangat banyak kegiatan yang dilakukan oleh penghuni pondok, mulai dari Sahur bersama, puasa, khatam Qur’an, buka bersama, tarawih dan I’tikaf, yang kesemuanya itu dilewati oleh para santri dengan penuh suka cita.

Frandy, salah seorang santri yang dikenal usil oleh teman-temannya pada hari-hari terakhir menjelang Ramadhan nampaknya mulai menunjukkan sikap aneh.

Pada awal Ramadhan yang lalu dia dihukum karena ketahuan sedang mencuri persiapan buka puasa di dapur dan minggu lalu kembali mendapat peringatan keras karena menyatroni santriwati yang lagi masak persiapan makan sahur.

Frandy sejak kemarin cuman berdiam diri dikamar,…….. dan hanya keluar ketika waktu shalat tiba.

Ketika ba’da dhuhur, Frandy datang menghadap ustadz Malik untuk meminta maaf dan mengakui semua kesalahan yang ia pernah perbuat.

“Ustadz, saya mempunyai banyak dosa. Saya telah melakukan hal-hal buruk terhadap teman-teman dan penghuni pondok lainnya. Kini saya menyesal dan ingin meminta maaf. Bagaimana caranya agar Tuhan dapat mengampuni semua kesalahan saya?

Ustadz Malik terdiam kemudian berkata, “Ambillah bantal dari tempat tidurmu. Bawalah ketengah lapangan, bukalah bantal itu sampai semua bulu-bulu ayam dan kapas yang ada di dalamnya keluar tertiup angin. Itulah bentuk hukuman atas perbuatan jahat yang telah kamu lakukan”.

Meskipun kebingungan, Frandy akhirnya menjalani ’hukuman’ yang diperintahkan kepadanya. Ditengah lapangan ia membuka bantal dan dalam sekejap bulu ayam dan kapas beterbangan tertiup angin.

Setelah semuanya selesai, Frandy kembali menghadap Ustadz Malik, ”Saya telah melakukan apa yang Ustadz perintahkan. Apakah kini saya sudah diampuni?”

Ustadz Malik kemudian menjawab, ”kamu belum dapat pengampunan. Kamu baru menjalankan separuh tugasmu. Kini, kembalilah ke lapangan dan pungutlah kembali bulu-bulu ayam dan kapas yang berasal dari bantal tadi.

~~~~~~~~***************~~~~~~~~

Pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah, tidak peduli berapa kali kita memohon maaf, kata-kata yang pernah keluar dari mulut kita akan berbekas dan menggema selamanya. Memang sebuah permintaan maaf dihari yang fitri seperti yang akan kita sambut enam hari lagi, akan bisa mengobati banyak hal. Namun, agaknya kita semua harus mengingat, bahwa semua itu tidak akan ada artinya, saat kita mengulangi kesalahan itu kembali.


Share this article :

27 comments:

  1. moga-moga kta bersih kembali di hari suci

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    BalasHapus
  2. mewek baca tulisan ini, jadi inget caraku ngomong gak pernah mikir, plas plos hiks...makasih bang buat renungannya. mohon maaf juga atas segala salah kata

    BalasHapus
  3. em kammiiinnng....pertama bewex disuguhin pelajaran yang sangat bagus thanks bang iwan .
    sukses selalu ....

    BalasHapus
  4. Wah hebat banget perumpamaanya, tadinya saya ketawa tapi pas direnungkan kok mendalam sekali maknanya.
    Meminta maaf itu gampang, tetapi bekas dari apa yang kita lakukan terhadap orang lain apakah mampu kita hapus???

    BalasHapus
  5. Semoga dosa2 kita lunas di hari yg fitrah nanti ..dan semoga amal ibadah kita di bulan suci ini diterima.. amin ya rabbalalamin..

    BalasHapus
  6. Yep setuju bang. Mari kita memafkan orang lain saja, seberapa besar saja kesalahannya. Dan mari kita jaga sikap dan perbuatan kita agar dilindungi dari hal yang tidak bermanfaat. Nice posting bang.

    BalasHapus
  7. bagus sekali bang, pembelajaran yang sangat luar biasa, agar kita berfikir seribu kali untuk berbuat kesalahan...

    salam kenal
    rizal

    BalasHapus
  8. Betul mas! Kata2 kasar yg menyakitkan hati sulit banget dilupain

    BalasHapus
  9. sangat menyentuuhh ^^...mencoba untuk memaafkan dengan setulus hati ^^
    met puasaaa

    BalasHapus
  10. huhu.. berasa banget kehati bos! makasi dah mengingati! :D

    BalasHapus
  11. iya, sulit menelan kembali kata2 yg sudah terucap ya.

    BalasHapus
  12. Artikel yanG saNgan membuat oraNg smgt bwt kembali ke fitrah... Smga kita sampai pd saat2 itu..

    BalasHapus
  13. Setuju dengan moral cerita di atas.
    Jadi ingat pepatah melayu ...
    Mulutmu harimaumu yang akan mencengkeram kepalamu.

    nice sharing bro...

    BalasHapus
  14. Cerita yg sangat inspiratif. Hikmahnya sungguh dalem banget. Lebaran di kampung nih, daeng?

    BalasHapus
  15. aku juga ceplas ceplos,maafin aku semuanya, T.T

    aku ngga mampu ngumpulin kapas kapas itu,hati yang tersakiti susah memberi ma'af,ya allah,semoga aku bisa lebih menjaga perkataan dan perbuatanku,makasih Om sharingnya .

    BalasHapus
  16. pernah denger cerita ini ketika masih duduk dibangku sekolah,...
    hehe,keren postingane...
    saya mohon ma'af lahir batin kepada bang iwan dan sahabat blog lainnya...mungkin jika da kesalahan yg saya sengaja atau tidak..

    BalasHapus
  17. Hikz, kena banget mas ama saya...
    Selalu aja perbuat kesalahan yang sama...
    Pengen banget gak melakukan dosa itu, tapi ada aja godaannya...

    BalasHapus
  18. permintaan maaf harusnya dengan ikhlas dan tidak akan mengulanginya lagi

    BalasHapus
  19. wah dunia santri kadang memang unik......di pondok pesantren selalu saja ada santri mbeling/nakal yang justru paling di sayangi oleh kyainya......karena pada dasarnya santri yang nakal itu punya potensi lebih.....banyak lho kejadianya.....mantan santri nakal yang malah jadi kyai.....selamat malam pak

    BalasHapus
  20. kesalahan kepadaNYA kadang lebih mudah termaafkan ketimbang kesalahan terhadap sesama.

    selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin..

    BalasHapus
  21. Ikhlas adalah yang utama. Mohon maaf atas segala salah dan kata saya selama ini, jikalau komentar dan tulisannya membekas luka di hati.

    BalasHapus
  22. Selamat pagi. Tumben agak lama tidak posting?. Tidak biasanya. Semoga selalu ada kabar bahagia. Amin.

    Bersemangat. Mohon maaf lahir dan batin.

    BalasHapus
  23. ungkaan maaf dan saling memaafkan atas sebuah kesalahan, adalah ungkapan terindah dalam sebuah kebersamaan :)

    BalasHapus
  24. Artikel yang bagus Bang... Terbayang di benakku betapa mudahnya orang berbuat salah, betapa mudahnya orang meminta maaf tapi... betapa mudahnya mereka lupa dan kembali berbuat salah..
    Semoga artikel Bang Iwan dapat kita jadikan renungan utk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Amin....

    BalasHapus
  25. Artikel yang sangat menarik Bang Iwan :)

    BalasHapus
  26. Sebuah permintaan maaf yang sia-sia, jika kemudian kita kembali melakukan kesalahan yang sama...

    Makasih sudah berbagi pencerahan ini Bang...

    Sukses Selalu buat Bang Iwan :)

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger