Home » » 5 TIPE KARYAWAN

5 TIPE KARYAWAN

Written By Muhammad Yuliawan on Jumat, September 04, 2009 | 9/04/2009


Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam.

Pendekatan ini sama sekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar untuk mempermudah pemahaman kita karena makna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan introspeksi diri.

1. Karyawan / Pejabat “Wajib”

Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
  • Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
  • Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
  • Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya
2. Karyawan / Pejabat “Sunnah”

Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..

Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.

Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

3. Karyawan / Pejabat “Mubah”

Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.

Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.

Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.

Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.

4. Karyawan / Pejabat “Makruh”

Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah. Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada. Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.

5. Karyawan / Pejabat “Haram”

Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan. Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan “ketiadaannya”. Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri. Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar.

Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah.

Pendek kata di adalah “trouble maker”. Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana…?

Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang “wajib ada”. Semoga!

(dirangkum dari Manajemen Qolbu K.H. Abdullah Gymnastiar)
Share this article :

42 comments:

  1. Bisa aja Aa Gim menggolongkan karyawan, tapi memang bener tuh...kira-kira saya digolongan yang mana ya he..he

    BalasHapus
  2. Waduh ... Ada karyawan /pejabat haram Ya .

    Kasian deh mereka ya .... sepertinya artikel ini bagus ditausiahkan di tubuh birokrasi bro.

    nice sharing

    BalasHapus
  3. Tausiah yg menyentuh bang..tipe pejabat dengan istilah hukum sar'i yang luarbiasa.

    nice artikel bang iwan..

    BalasHapus
  4. Duh..kira-kira ada yg merasa kehilangan diriku gak ya di kantor yg lama??
    Tulisan yg menarik, mas Iwan! [seperti biasanya sih...]

    BalasHapus
  5. aku kombinasi antara wajib dan sunnah aja deh...
    (hopefully, amin)

    BalasHapus
  6. Mudah2an saya bisa jadi karyawan yang "wajib" heheheh

    btw dah lama gak berkunjung kesini, makin keren aja blognya sob

    gimana kalo mau langganan di blog ini, saya mau langganan, mudah2an sobat juga mau langganan di blog saya :D

    Regards,
    Ghustie Samosir

    www.hanyainfo.blogspot.com



    Ada bisnis menarik nih. Program bisnis investasi BCA dengan modal cuma Rp. 10.000,-
    Bisa dapetin 3 x lipat atau lebih (lumayan buat beli cendol :D)
    Gabung ya di www.investasibca.com

    BalasHapus
  7. heheheh... benar juga neh Pak Ustadz....

    BalasHapus
  8. Wah, mantap neh tulisannya bang. Selamat berpuasa hari ini ya.

    BalasHapus
  9. waduuuhhh kayaknya aq masuk kelompok kedua niy, hmmm aq pengen jadi kelompok pertama ach..... pengen pokokny harus jadi kelompok yg pertama.... hehehehe

    BalasHapus
  10. walahhh...aku ngikut kelompok mana yahh??

    BalasHapus
  11. ada gak type di grey area ... biar bisa saya klaim bang Iwan ?

    BalasHapus
  12. aku termasuk type yang mana ya? haram? kayaknya nggak deh. Makruh? kayaknya aku keberadaanku nda bikin masalah tuh. Mubah? ah aga juga, wong kadang ada yang membutuhkanku sih. Sunah? mm........iya kali ya. wajib? belum! belum sampaik ke tingkat ini. hehehhehehe.......hasil penilain sendiri, dan ini jelas subjektif!

    BalasHapus
  13. targetnya jadi karyawan wajib... insya Allah

    BalasHapus
  14. hm..termasuk yg mana ya? gak bisa menilai diri sendiri nih, mesti nanya ama teman2 kantorku dulu.

    BalasHapus
  15. hhhnngggg...saya cuma ibu rumah tangga... sepertinya masuk kategori karyawan wajib, soalnya kalo ga ada saya..orang serumah bisa kelaparan.. hehehehe

    BalasHapus
  16. wow lengkap bang, dan semoga aku jenis karyawan nomer satu, hahahah

    BalasHapus
  17. yup bener bang
    sebisa mungkin menjadi yang nomor 1

    BalasHapus
  18. Wah, moga aku jadi karyawan wajib ya Bang....

    BalasHapus
  19. Hmmm moga karyawan2 haram bisa tobat ya...

    BalasHapus
  20. wah... aku masuk yang mana yah...... hehehhe...
    nicepost sobt..... salam akrab dari Pekanbaru Riau

    BalasHapus
  21. salam sobat
    wah jadi tahu nich ,,trims infonya ya,,
    ada 5 tipe karyawan, semoga ngga termasuk tipe ke 5 ini ah,,kalau jadi karyawan,haram lagii..

    BalasHapus
  22. lha kok jadinya malah seperti ekonomi makruh... wakaka

    BalasHapus
  23. Ih...bisa aja.
    Ada Karyawan Munafik gak?
    Terus Karyawan Murtad...

    Seru nih.

    BalasHapus
  24. semoga kita semua termasuk tipe yang paling atas ya hehehe.ice tips bro

    BalasHapus
  25. Insya allah pengen jadi karyawan / pejabat wajib deh...

    biar menjadi tauladan dan mudah2an bisa menjadi contoh...
    hehe

    BalasHapus
  26. Masih kuliah bang, belum tau tipe mana yang ada pada diriku ini, hehehehhe....
    Tapi mudah2'an aja ntar bisa jadi Karyawan / Sunnah "wajib", amin :)

    BalasHapus
  27. kira2 saya masuk tipe yg mana ya. Baca2 dulu ah..

    BalasHapus
  28. Moga2 bisa menjadi karyawan wajib....amiin

    BalasHapus
  29. sahur......
    sahur............

    eh udah ya bang

    BalasHapus
  30. ha...ha...
    bisa aja ne mas...
    mudah2an dapat menjadi karyawan wajib, yang berdosa kalau ditinggalkan...

    BalasHapus
  31. diriku masuk karyawan apa ya? soewoeng soalnya

    BalasHapus
  32. kalo diriku mau masuk karyawan bri ajah

    BalasHapus
  33. iya udah bener tuch ngevotenya ntu.... datang siang aq bang.... setelah merampungkan PR dari bang setiawan, tp belum bisa diposting.... hehehehe

    BalasHapus
  34. bisaan ya si Aa.... cuma mau protes nih, karyawan yang tidak ada masalah kalau dia tidak ada bukan berarti jelek lho. apalagi u/ level pimpinan. justru klo seorang pimpinan tidak bisa mendelegasikan pekerjaannya, bisa dibilang dia gagal menjadi pimpinan :)

    BalasHapus
  35. Aa' Gym bener juga tuh dalam menggolongkan jenis karyawan....
    MAkasih udah berbagi Bang..., semoga memacu siapa saja untuk berusaha menjadi Karyawan / Pejabat “Wajib” yang kehadirannya memang sangat dibutuhkan dan dinantikan.

    BalasHapus
  36. wah aku yang mana ya?..yg memberi nilai kan orang lain ya? hehehe..entahlah

    BalasHapus
  37. Bahagia sekali kalo bisa termasuk dalam tipe pertama. Mudah mudahan, Insyaallah ...

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger