Home » , » ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, Desember 28, 2009 | 12/28/2009

infotainment
Televisi adalah salah satu media hiburan dan informasi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kita. Kemampuan audiovisual telah membuat televisi unggul dibanding dengan media informasi lainnya. Namun kita perlu khawatir berkenaan dengan dampak negatif televisi. Melalui acara-acara yang miskin akan unsur edukatif, nilai-nilai buruk yang jauh dari standar moralitas dapat tertanam pada diri para pemirsa.

Berkaitan dengan hal tersebut anak-anak merupakan kelompok paling rentan terkena pengaruh hal-hal buruk yang ditonjolkan melalui tayangan-tayangan televisi.

Para industrialis media televisi rupanya meyakini bahwa sebagian besar penonton televisi di Indonesia adalah insan yang haus akan berita dan sekaligus hiburan. Maka lahirlah sebuah genre jurnalisme televisi yang bertitel jurnalisme infotainment. Gaya pemberitaan ini merupakan paduan antara informasi dan hiburan yang terbukti ampuh untuk merebut hati para pemirsanya.

Infotainment merupakan paduan dua kata, yaitu informasi dan entertainment . Asumsi di balik kata ini adalah apa yang ditawarkan ke publik tidak sekadar informasi, tapi sedapat mungkin bisa menghibur. Bahkan aspek hiburan sering dikedepankan daripada tujuan dari informasi itu sendiri. Apa yang dikedepankan dari infotainment adalah sisi sensasional sebuah tayangan bukan kedalaman informasi, edukasi, dan kepentingan publik.

Infotainment kini telah berkembang menjadi semacam obat pelipur lara bagi pemirsa ditengah-tengah sebagian acara televisi yang mencekam bak horror karena dipenuhi tayangan berbau setan dan sepak terjang pelaku kriminal yang memiriskan hati, sorak tangis anak muda dan pendukungnya yang bernafsu menjadi bintang, berita bencana yang terjadi di mana-mana dan tingkah polah partai, politisi dan pemerintah yang bikin dahi berkenyit.

Penonton rupanya juga mulai bosan dengan tayangan sinetron yang sering tidak masuk akal jalan ceritanya, mengobrak-abrik perasaan tanpa logika dan hanya berputar-putar pada masalah itu-itu saja demi memperpanjang episode untuk meraup uang dari pemasang iklan.

Dengan teknik investigasi yang gigih, serius, tak kenal lelah bahkan seperti bisa menandingi para agen rahasia dan investigasi berita politik, infotainment mampu menghadirkan narasi, gambar dan dramatisasi yang memenuhi kebutuhan pemirsanya. Lihat saja bagaimana awak infotainment begitu all out berjuang untuk memenuhi rasa penasaran pemirsa atas gonjang-ganjing kehidupan asmara para selebriti. Mereka tahan berhari-hari duduk menunggu datangnya konfirmasi, rela memanjat pagar dan berhadapan dengan garangnya bodyguards demi mendapat gambar terbaik, bahkan orang-orang yang selama ini tidak termasuk dalam daftar sumber berita juga diwawancarai dengan serius.

Diam-diam atau sembunyi-sembunyi mengamati aktivitas orang lain adalah naluri dasar yang tersembunyi dalam diri manusia. Hasil jibaku awak infotaninment yang tak kenal lelah yang disiarkan layaknya siklus program berita dari pagi, siang, sore, petang dan malam hari mampu menyediakan bahan untuk memelihara naluri dasar tadi. Harus diakui model investigasi jurnalisme infotainment yang masih berumur muda ini telah menghasilkan berita-berita yang mencenggangkan.

Skandal-skandal yang dalam tersembunyi mampu mereka bongkar dan tak mungkin disangkal lagi. Jika saja diarena tinju mereka nampaknya telah memukul KO kerja-kerja aparat penegak hukum dalam membongkar skandal korupsi di negeri ini. Lewat kerja awak infotainment kita bisa mengintip perilaku dua insan berlainan jenis di sebuah kamar hotel. Dan gambar berdurasi tidak lebih dari satu setengah menit itu ternyata mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dari ribuan demonstran, karena tanpa orasi yang berkepanjang ternyata berhasil mencabut tahta anggota DPR RI dari kursi empuknya.

Ditinjau dari sisi tingkat budaya yang dipraktekkan, pada dasarnya sebagian besar masyarakat kita masih berada dalam tataran budaya oral. Maka model jurnalisme yang lazim dipraktekkan di Indonesia adalah jurnalisme omongan (Talk Journalism). Infotainment berangkat dari watak fundamental ini dengan menghadirnya pada ruang kehidupan masyarakat sehari-hari. Berita infotainment menjadi lebih kuat dari bius sinema (film bioskop) karena tidak memaksa pemirsa duduk diam dalam ruang gelap yang mengarahkan mata secara tunggal pada layar.

Interaksi akan semakin menjadi lebih nyata karena pada umumnya tayangan gosip juga memberi ruang komunikasi. Tidak sekedar suara tetapi juga gambar nyata, sebab seseorang siapapun dia bisa punya kesempatan untuk ’masuk TV’ jika mempunyai informasi yang valid berkaitan dengan issue yang sedang dibahas. Infotainment telah menghadirkan ruang bagi keasyikan mulut untuk membicarakan orang lain yang bebas dari ruang bisik-bisik. Maka kini di negara yang katanya dipenuhi dengan adat ketimuran yang oleh karenanya membicarakan urusan orang lain dianggap sebagai tidak sopan ternyata tidak demikian adanya.

Informasi bergambar dan bersuara yang hadir lewat televisi kita umumnya menyajikan gambaran ektrimitas. Pada satu sisi banyak tayangan yang hadir menyajikan mimpi yang melambung namun disisi lain banyak juga yang memiriskan hati lewat sajian berbagai macam derita lewat kabar bencana, kekerasan, kejahatan keji, ketidakpastian hukum, carut marut politik, ketidakmampuan pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok dan deretan frustasi lainnya yang terkuat lewat demonstrasi di sana-sini.

Refleksi kehidupan nyata selebritis yang merupakan bintang pujaan, tokoh idola dan anutan yang ternyata hidupnya tidak mulus paling tidak hadir sebagai pelipur lara bagi para pemirsanya. Wajarlah jika kita sebagai masyarakat katrok dan ndeso ini sulit hidupnya sebab ternyata selebritipun demikian adanya. Infotainment hadir bak ’obat penenang’ bagi masyarakat lewat kehadiran pernak-pernik kehidupan selebriti yang ternyata mirip dengan ’derita sosial’ masyarakat biasa.

Dan kini adalah tugas para selibriti dari dunia politik dan pemerintahan untuk berolah pikir dan kebijakan guna menghasilkan ’obat penyembuh’ yang sesungguhnya bagi segenap penderitaan sosial masyarakatnya.

Pada tahun 2006, infotainment pernah diharamkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebab aspek negatifnya lebih banyak daripada positifnya. Infotainment tidak lebih dari sekadar tayangan yang mempergunjingkan privasi orang lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan publik. Tentu ini melabrak nilai-nilai agama.

Kini, banyak teman-teman menulis dan melontarkan pertanyaan yang paling mendasar, " layakkah pekerja infotainment itu disebut wartawan? " Apakah karena mereka telah melakukan kerja-kerja jurnalistik, wawancara, pengungkapan fakta, atau proses peliputan, sehingga mereka juga pantas menyandang profesi wartawan? Ataukah mereka justru melanggar kode etik profesi wartawan?

Jika Luna Maya meluapkan emosinya dengan mengatakan "infotainment derajatnya lebih hina dari pelacur", maka kita cukup mengganti channel TV yang menayangkan infotainment dengan berita tentang dana talangan Bank Century yang bernilai Rp 6,7 triliun itu. Kalaupun tidak, cukup matikan TV anda!


Share this article :

65 comments:

  1. infotainment juga bahasnya gitu melulu
    acara olahraga ato bolang pokoknya berbau dengan alam it's my choice aja

    BalasHapus
  2. wah mantab bang infonya ... lanjutkan

    BalasHapus
  3. Pertamaxxxx
    hehehe
    matikan TIVI anda...setuju...

    BalasHapus
  4. media itu pisau bermata dua. karena sudah jadi industri, permintaan dan penawaran jadi kuncinya. tapi memang perlu kontrol dari instansi terkait karena tidak semua memiliki self control yg baik..

    BalasHapus
  5. antara harapan dan kenyataan memang berhubungan dekat..sama dengan antara proyeksi dan realisasi. harapan muncul karena ada kenyataan,tinggal bagaimana agar seiring sejalan dan sinkron.

    BalasHapus
  6. kemarin ad debatnya di tv one, aku juga ganti chanel kok. aku malas nonton orang debat soal itu

    BalasHapus
  7. benar mas,kadang2 nonton TV aku malah males,...sinetronya? aneh2...politiknya? debattt gak jelas trus ahh,infotainmentnya? membongkar aib orag trus...cape ahhh,...

    BalasHapus
  8. opininya sangat menarik kang.

    Berkunjung kembali setelah menghilang naik gunung ntuk beberapa hari.

    BalasHapus
  9. Infotainment, saya jarang nonton bang. Setuju, daripada pusing, ganti channel, atau matikan tv, atau buka blog saja, hehe. Aman kan. Nice sharing.

    BalasHapus
  10. Bismillahi .... semoga yang ini bisa koment

    BalasHapus
  11. Bismillah ... semoga bisa masuk komentarku ...

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah ... akhirnya.
    Maaf bang Iwan, saya sebetulnya sering mampir dan kasi koment, cuma inet lemot jadi ngilang lagi tuh tulisan.

    Soal Infotainment, pilih kelir acak corak, Kalo berita udah ngelantur, ganti channel, atau matiin TV.

    BalasHapus
  13. setuju kanda nggak tahu pingin ngomong apa pokoke mantappp tenangggg

    BalasHapus
  14. udah saya matiin ganti nonton film kartun :D

    BalasHapus
  15. wah blognya keren ya, berkunjung ke blog sekeren ini bisa membuat barajakom
    ikutan keren, aku numpang keren ya sob, makasi...

    BalasHapus
  16. Setuju dengan yang komen diatas! daripada nonton yang kurang dimengerti dan nggak karuan, mending ngebuka blog... hehehe

    BalasHapus
  17. Hehehe.. iya,kok bisa samaan ya Pak. Tapi lebih komplit. Setuju dengan matikan TV anda..

    BalasHapus
  18. setuju pak, cukup ganti channel saja :)

    BalasHapus
  19. Sudah lama saya tidak lihat TV, bosan acaranya semakin tidak menarik!

    BalasHapus
  20. ada info baru dari gus ikhwan, soal seo dan tips blogging datang ya

    BalasHapus
  21. Infotaiment... kadang benci kadang suka... tapi lebih banyak bencinya.,
    TV... kadang benci kadang suka, benci karena sinetron tidak jelas suka karena ada acara sejenis kick andy atay oprah.

    BalasHapus
  22. Saya suka nonton infotainment bang, maklum..artis gitu lho../
    kan calon miss uneverse 2010..
    ha..ha

    BalasHapus
  23. mendingan nonton yang bermanfaat (banyak kok ditv),dan juga tv juga tempat untuk hiburan kan bukan utuk nonton sinetron lalu sewot hehehe nice post sahabat

    BalasHapus
  24. EMng terkadang inpotement berlebihan kalo bikin berita yg g bener...

    tp klo misal g ad bisa2 dunia perfilman bakal sepi...

    BalasHapus
  25. salam sejahtera
    mohon izin amankan yang ke-26

    BalasHapus
  26. salam sejahtera
    judulnya menarik
    dan saya setuju dengan perkataan bahwa kasus Bank Century lebih menarik disimak ketimbang kasus selebrity

    BalasHapus
  27. infotaiment itu sebenarnya juga menjatuhakn nama baik artis. masa kejelekan orang di umbar...

    BalasHapus
  28. Alhamdulillah kami sekeluarga jarang menonton televisi.

    Kalaupun nonton biasanya sekeluarga sambil kumpul-kumpul cari hiburan. Tapi lebih banyak ngumpul sambil cerita tentang kesibukan dan perkembangan visi masing-masing.

    BalasHapus
  29. Pemikiran anak sekarang lebih dewasa daripada usia sebenarnya, ini karena all media terutama tayangan TV yang hanya mementingkan bisnisnya!

    BalasHapus
  30. ini salah satu alesan aku jadi maleeess banget nonton tipi sekarang,, acaranya minim yang berkualitas,, kalo ga sinetron yah kebanyakan infotainment,, capeeee deehhh :p

    BalasHapus
  31. gmn ya?terkadang infotainment telah merampas hak hidup sebagian orang khususnya obyek berita.....infotainment terlalu mencampuri urusan pribadi orang-orang tertentu dan menjualnya kepada publik...namun ironisnya sang obyek berita tidak mendapatkan royalti....dalam beberapa kasus yang tadinya keluarganya aman-aman saja.....setelah di gosipkan oleh infotainment yang mendengar berita BELUM TENTU BENAR tersebut maka keluarga itu jadi berantakan, karena yang di jual oleh infotainment adalah sensasi...maka terkadang mereka memberitakan sesuatu yang fiktif demi naiknya rating suatu acara....


    lantas di mana hak asasi untuk memiliki kehidupan personal dari para obyek berita tersebut? HILANG....hilang karena kepentingan sebagian orang yang ingin acaranya di minati dan memiliki rating tinggi.....


    kadang saya kasihan ma para obyek tersebut,,,,hanya jalan-jalan biasa bersama temen...eh di bilang pacaran...ga sengaja ketemu dalam sebuah pesta...eh di bilang selingkuh...lantas apa sebutan yang paling pas untuk para pencuri dan penghancur kehidupan pribadi seseorang ini?


    memang benar..obyek mereka adalah publik figur yang hampir seluruh kehidupanya untuk konsumsi publik...tapi mbok ya ada batasanya dikit....masa dari makan,minum, hobby, tempat rekreasi vaforit sampai pada SEX....hrus di beritakan pada publik.....terus di mana letak privasi? mereka juga manusia biasa.....


    ya inilah bang aspirasi saya pada infotainment bila suatu hari nanti saya jadi artis...hahahaha

    BalasHapus
  32. Memang kadang infotainment itu keterlaluan, sudah mulai berani mengorek ngorek masalah pribadi segala, makanya Luna Maya sampai gerah

    BalasHapus
  33. Bang... makasih ya buat komentarnya yg luar biasa banyak. Maaf saya belum bisa bales, dng segala keterbatasan yg saya miliki, kadang internet ngadat dan hanya komen serta bw pakai HP

    BalasHapus
  34. :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  35. :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:



    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  36. Pihak yg marah berarti merasa bahwa mereka mirip dengan PELACUR dunk yah? klo gak ngerasa kan stay cool aja.. hehehe

    BalasHapus
  37. salam hangat,...
    Tv adalah sebuah media yang merata dipunyai masyarakat, sudah sepantasnya pihak penyiaran stasiun tv lebih men 'Timur ' kan lah isi dari penyiarannya, liatlah sekarang, banyak adik2 kita yg dewasa sebelum waktunya dan bergaya yg aneh2, gak taulah mau bilang gimana lagi. tp itu kenyataan

    http://buraqmanari.wordpress.com/2009/12/28/tragis-setelah-ditabrak-korban-dibiarkan-tergeletak/

    BalasHapus
  38. Daku manusia yang ga suka infotainment, sinetron, dll sbaginya. nonton tipi cm bwt nonton kartun & pilm yang daku butuh n suka.

    Tp Kadang2 jg nonton berita walau ga mudeng2 banget. hehehe

    BalasHapus
  39. Aku cuma mau bilang, kalo aku dah ga pernah nonton TV lagi kecuali kalo ada liputan menarik di MetroTV atau film box office atau balapan F1. Aku rasa membaca buku jauh lbh enjoy dan lebih bebas mengumbar imajinasi dan pikiran ketimbang kotak kaca yg namanya televisi...

    BalasHapus
  40. yang paling nonton berita olahraga.....jelas faktanya....

    BalasHapus
  41. kita harus pandai memilahnya buat kebaikan kita sendiri.

    BalasHapus
  42. tayangan wisata alam atau yang mengeksplorasi keindahan alam harusnya diperbanyak, karena banyak yang belum diketahui masyarakat luas.

    BalasHapus
  43. waktu di INDONESIA seringnya nonton berita aja pastinya liputan6.katakan tidak pada infotainment karena hanya menampilkan aib orang aja.cari sensasi untuk menaikan ketenaran sesaat.begitupun dengan sinetronnya yg kebanyakan hanya menitik beratkan pd kekayaan,kesombongan,kekuasaan,penindasan terhadap orang miskin.padahal kehidupan di sekitarnya masih tak merata.bayangin aja anak orang yg gak mampu liat sinetron gitu jadinya angan2nya melayang tinggi.sehingga memaksakan yg seharusnya tidak mereka pinta....di sini orang tua akan merasa susah.
    jadi ingat komen nya temen2 kerjaku orang malaysia kenapa sinetron indonesia terlalu wahhh ini akan berdampak terhadap pisikologi anak sebagai penerus bangsa.baiknya atur jadwal menonton TV, pilih acara yg akan menambah wawasan minda.

    BalasHapus
  44. bang kumiisss
    hohooho....udh lama gk kesini deh, apa kabarnyaahhhh...pasti baik2 saja kan...

    ttg tipi? klo gak suka infonya matiin aja bang aahahaha...

    BalasHapus
  45. Acara Sepakbola yang tidak bisa aku tinggalkan, hobi banget!

    BalasHapus
  46. mending emang nonton sepakbola atau film-film yang bermutu aja bang... hiburan dapet, edukasi juga dapet...

    BalasHapus
  47. Aku mending matiin TV yah....
    Lalu belajar.....

    BalasHapus
  48. salam kenal sobat :)

    televisi lihat berita saja sinetronnya banyak yang kurang mendidik buat anak2... parah

    BalasHapus
  49. waow....
    ulasan yang keren abis Om, aku ngga pernah nonton tivi apa lagi infotaiment, wartawan.. apakah mereka juga harus disalahkan,.. entahlah !!

    BalasHapus
  50. emang tivi hampir g ada gunanya. mending blogging aja :-)

    BalasHapus
  51. jadi infotainment itu mengorek berita orang lain buat dijadikan hiburan,hmm g banget deh..infotainment lama lama tambah gak karuan, kadang bahas si ini si itu si a si b kadang tuyul pun di bahas ampun deh..Blogging aja deh

    BalasHapus
  52. setuju bang..saya juga ga suka nonton infotainment, semua jadi terlihat berlebihan...!! Untuk Luna Maya? saya juga ga terlalu simpati karena saya pikir luapan emosi seperti itu juga ga terlalu baik untuk dipaparkan di media publik, nice post!
    liburan kemana bang? salam bt anak2..:)

    BalasHapus
  53. met siang, sudah siapkah menyambut tahun baru?

    BalasHapus
  54. kadang harapan juga g sesuai dg kenyataan, dan kenyataanpun kadang g sesuai dengan harapan

    BalasHapus
  55. iya sob..namanya nyari sandang pangan..jadi jalan apa aja ditempuh..na'udzubillah deh

    BalasHapus
  56. maleslah nonton infotainment.. pembicarraannya ndak ada guna.. cuma membicarakan orang lain saja..
    padahal masih banyak yg lebih penting dari itu.

    BalasHapus
  57. Ilmu yang sangat Hebat, boleh dicoba Artikel dan Tipsnya. Semoga berhasil

    BalasHapus
  58. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger