Home » , , » KEGEMBIRAAN SISTEMIK

KEGEMBIRAAN SISTEMIK

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Maret 02, 2010 | 3/02/2010


Pagi itu , Saya terbujuk keinginan si Kecil untuk menangkap Jangkrik di sekitar rumah. Seusai hujan kemudian matahari sedikit bersinar, jangkrik banyak dijumpai lompat-terbang di sana-sini.

Saya tahu bahwa perkenalan pertama si Kecil dengan binatang jenis itu adalah lewat televisi tentang bocah yang sering berpetualang dan menangkap binatang kecil seperti jangkrik.

Cukup lama, Saya belum mendapatkan seekor pun. Pergerakan jangkrik sangat lincah bila dibandingkan dengan gerakan saya . Saya sudah merasa capek, melangkah ke sana kemari sembari membungkuk mencari Jangkrik. Tapi saya tetap berusaha bersabar.

Saya terhibur dengan semangat si kecil untuk menangkap binatang lucu itu.

Tiba-tiba muncul dalam pikiran saya, mengapa waktu seperti ini saya tidak gunakan untuk membaca buku, koran, atau ngeblog...... Tentunya banyak informasi yang terlewatkan serta kesetiaan teman2 berkunjung di blog saya belum bisa terbalas. Dibanding menangkap jangkrik seperti ini.

Tapi si Kecil tampaknya sungguh gembira berlari ke sana-sini mengejar jangkrik yang berlompatan di sekitar pematang sawah. Eits, bukankah ini kesempatan yang mahal? melihat bagaimana ia bergembira adalah suatu kebahagian tersendiri dalam hati saya. Kegembiraan yang ia rasakan menular ke perasaan saya .

Oya, tepat sekali, Saya pernah membaca sebuah artikel laporan penelitian mengungkapkan bahwa kegembiraan seseorang dengan cepat menular kepada orang lain.

Kegembiraan berdampak sistemik yang positif kepada orang yang ada di sekitar kita. Berbeda dengan kemurungan dan kesedihan seseorang, tidak cepat berdampak kepada orang lain.

Saya belum dapat menangkap seekor pun. Namun saya sangat bersyukur "merasakan" hal seperti ini. Saya dapat melihat berbagai jenis rumput, tumbuhan liar, berbagai jenis batu, bunga kecil, bulu bunga, cacing, kadal, siput, kupu-kupu, daun kering, dan mencium bau tanah segar.

O, benarlah apa yang dikatakan Conficius bahwa semua ciptaan Tuhan di dunia mengandung keindahan tetapi hanya segelintir orang yang bisa dan mempunyai kesempatan merasakannya. Luangkan waktu untuk mendapatkan keindahan-keindahan itu. Berjalanlah kalian di muka bumi….

Saya jadi kian bersemangat membantu si Kecil menangkap Jangkrik. Terkadang saya berpura-pura menjatuhkan diri, membuatnya tertawa-tawa. Benar, ini adalah kesempatan yang mahal. Ini adalah kegembiraan yang tertular di antara saya dan si Kecil dan nampaknya matahari pun yang mulai meninggi tertawa gembira melihat suasana kebersamaan kami.

Saya teringat sebuah kisah tentang seorang ayah yang sangat sibuk. Suatu hari, putranya yang berusia lima tahun merengek untuk dimandikan oleh sang ayah, sekali saja. Namun sang ayah tak punya waktu untuk itu. Ia hanya mengusap rambut putranya kemudian melesat pergi ke tempat kerja.

Menjelang malam, sang ayah dikabari putranya demam tinggi. Sang ayah tetap melanjutkan aktivitasnya dan yakin istrinya dapat menangani masalah itu, lantaran pikirnya, itu demam biasa. Tiga jam kemudian, ia mendapat kabar putranya telah meninggal dunia.

Ketika ikut memandikan jenazah putranya, sang ayah itu tersentak. Pagi ketika akan berangkat kantor anaknya merengek untuk dimandikan. Sekarang, ia memandikan tapi dalam kondisi sang anak sudah tidak bernyawa. Menangislah sang ayah, sembari mengatakan berulang-ulang, "Ayah tengah memandikanmu, Sayang…."

Beberapa saat, saya dapat menangkap seekor jangkrik yang besar. Dengan suka cita si Kecil segera memasukkannya ditempat yang sudah disediakan.

Terima kasih banyak Tuhan, saya sudah diberikan suasana kegembiraan dengan si Kecil yang akhir-akhir ini hampir kami lupakan.

Share this article :

30 comments:

  1. hal kecil seperti itu kadang dilewatkan oleh para orang tua
    mereka kadang ga tau tentang kebutuhan anak

    BalasHapus
  2. Ah...berbagi suasana gembira dengan anak rasanya memang obat mujarab dari kepala yang penat berpikir. Makasih pak telah berbagi...

    BalasHapus
  3. hari ini susah sekali komen di blogspot.
    harus berulang dan refresh untuk memastikan komen dah masuk apa belom
    apa netku lelet ya?

    BalasHapus
  4. Iya ya,, kadng ortu, g dpt memhmi, ap yg si anak inginkan,.. Q aja sering meraskan hal itu. he9x

    BalasHapus
  5. Terimakasih kembali mengingatkan bang.... sungguh saya ketka diakir hayat kita tidak pernah merasakan keindahan cintaan tuhan ini

    BalasHapus
  6. kebahagiaan sesungguhnya adalah membahagiakan orang lain..

    nice

    BalasHapus
  7. bahagianya brother bisa melakukan hal seperti itu :)
    saya kapan ya..

    BalasHapus
  8. Pasti asyik dan menyenangkan....
    saya malah nggak bisa seperti itu sama anak saya
    dulu waktu kecil malah saya pernah berburu jangkrik malam malam
    mungkin pakai acara lain, tapi kebersamaan dengan anak kita memang sangat diperlukan
    setuju bang iwan

    BalasHapus
  9. ya ya....

    kegembiraan yang menular memang ada... :)
    tapi kalo kegembiraan oarang itu karena habis jadian sama mantan, mungkin lian cerita.. :)

    BalasHapus
  10. wah pasti keri gembira deh ditemanin main, tapi kemarin kan dia online difacebook

    BalasHapus
  11. Wah saya belum pernah mbak, karena belum punya anak, ya entarlah kalau sudah punya

    BalasHapus
  12. Salam bang Iwan: baru berkunjung lagi. Saya juga sring ingat sikecil kalo lagi kerja. jadi siang hari istirahat disempetin pulang buat lihat sikecil. Terkadang sampai lupa harus balik lagi ke kantor untuk kerja, jadi sering terlambat jugakalo balik kek kantor. Terkadang orang mencari kegembiraan hingga berkeliling dunia. Ternyata kegembiraan ada didekat kita, salah satunya ya ada pada anak kita.

    Salam hangat dari Balikpapan.

    BalasHapus
  13. Asik ya pak bermain dengan anaknya...
    semoga kebahagian bapak terus berlanjut!

    BalasHapus
  14. seorang ayah yg lebih puas melihat kegembiraan anaknya dibanding memilih kesukaannya sendiri..

    hemm,..indahnya mas ^^

    BalasHapus
  15. semoga kegembiraannya semakin bertambah ya mas....

    BalasHapus
  16. Kisah mengharukan, sugguh penuh makna. semoga kita bisa meraih kegembiraan hakiki utk kita & keluarga

    BalasHapus
  17. weleh kayak century aja berdampak sistematik bagi kelangsungan pemerintahan hihi,, seru juga jangkriknya..pa kabar sob

    BalasHapus
  18. Semoga renungan ini bisa juga berdampak sistemik terhadap semua. Luar biasa.

    BalasHapus
  19. duh keren sekali artikelnya dapat pencerrahan baget habis membaca artikel tentang kegembiraan maksih mas,, salam kenal dari newbi

    BalasHapus
  20. aku sangat menikati pencerahan ini...thank u abiz deh

    BalasHapus
  21. semoga saja kita semua bisa selalu menyadarinya, amin

    BalasHapus
  22. mas tukeran link ya, linknya sudah saya pasang tp masih nofollow klo berkenan konfirm ya...

    BalasHapus
  23. artikel yang menarik Pak dan menggugah ... kebahagian yang tulus ..., salam hormat

    BalasHapus
  24. Kunjungan sesama blogger sob...
    Blognya menarik nih...
    Ditunggu kunjungan baliknya ya...
    Dan jangan lupa komennya...

    BalasHapus
  25. g ada ciptaan Allah d dunia ini yg g ada manfaatnya, asalkan mau menggalinya

    BalasHapus
  26. Contoh yang baik untuk orang tua!

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger