Home » , , » BILA SAATNYA TIBA

BILA SAATNYA TIBA

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, April 19, 2010 | 4/19/2010

Untuk beberapa lamanya saya masih merenung disaat terbangun setelah istirahat siang. ketika Azan mulai berkumandang… mengingatkan saya untuk segera melaksanakan Shalat Ashar……

Setelah shalat, saya mencoba kembali merangkai mimpi yang rasanya begitu nyata…….

Perlahan, tubuhku yang terbalut kain kafan mulai ditutupi tanah,

perlahan, semua pergi meninggalkanku,……
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan,
rekan sejawat, murid-muridku dan orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, anakku merintih,
muridku berduka aku tak tega melihatnya
Rekan kerjaku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,….
menunggu perhitungan...

Menyesal sudah tak mungkin,
Apalagi kesempatan untuk bertaubat
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
meskipun selama ini saya menganggap diri saya jauh dari-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
Yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,bersama mereka...

Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan...........

~~~~~~~~~~~~~~~

Moga rangkaian kata diatas dapat menjadi renungan buat kita semuanya terutama untuk saya tentunya....
Postingan ini juga sebagai pengantar Award dari seorang sahabat yang sementara menuntut ilmu di Korea, Triyani Fajriutami . Award yang bertajuk "SPRING AWARD",


saya peruntukkan buat :

Munir Ardi ; Mbak Elly ; Mbak Fanda ; Mbak Reni ; Mbak Latifah Hizboel ; Bang Attayaya

Dengan sedikit syarat dari pemberi Award sebagai berikut :
  1. Memberikan award ini ke teman blogger lainnya, minimal satu orang. Hal ini akan menjadikan antar sahabat saling menyapa sehingga memberikan efek silaturahim yang memperpanjang umur, InsyaAllah.
  2. Menuliskan minimal satu kalimat motivasi atau kalimat penyemangat atau nasihat yang memacu pikiran positif untuk kita semua. Boleh mengutip dari kata-kata motivator dunia ataupun dari manapun, asal disebut sumbernya ya.. :) Tapi kalau punya kalimat sendiri atau nasihat dari orang tua/teman/saudara yang ingin dibagi, pastinya boleh juga..
Semoga sahabat semua sudi menerimanya.


Share this article :

50 comments:

  1. apa kabar bang iwan,,lama tidak berkunjung ke sini..
    puisinya mantap bang,saya sebenarnya pingin sekali bikin blog yang berisi puisi,,,

    BalasHapus
  2. merinding aku bacanya..
    ya allah.. ingetkan aku sebelum mau menjemputku :|

    BalasHapus
  3. Om juga jago bikin puisi.. makanya dapet award :D *Ada hubungannya ngga hehe

    BalasHapus
  4. Salut buat mas Iwan yg bisa mengutarakan semua pemikiran itu. Banyak orang (mayoritas bahkan) menjalani hidup ini dengan kesia-siaan, hanya numpang hadir saja di dunia, dan mengikuti kemana arus membawa mereka. Terima kasih pencerahannya... Award kuterima dan pasti akan kuteruskan (meski lagi 'bertapa'). Kayak gini nih yg memaksa aku 'turun gunung', padahal baru sehari 'bertapa'. Hehehe...

    BalasHapus
  5. Wah maz....puisinya buat aku nyadar klo dosaku baaannnyyyyaaakkkk bangeetttzzz....maafin sy ya mz bila saya ada salah kata dalm koment atau apapun :)

    BalasHapus
  6. Puisi yang sangat indah bang...
    btw selamat untuk awardnya ya...

    BalasHapus
  7. terimakasih bang Iwan.. puisinya sangat menggugah.. lebih dari yg aku harapkan sebagai penggagas awardnya. sekali lagi terimakasih, insyaAllah membawa perubahan yg lebih baik bagi yg membaca puisi bang Iwan, karena penyesalan sungguh tiada guna setelah ajal menjemput..

    BalasHapus
  8. oiya, bang Iwan cat "rumah"nya ganti ya..dari biru ke putih. maaf ngga ikut selamatan, hehe..

    BalasHapus
  9. subhanallah tiada kata lagi terucap jika maut menjemput taiada daya yang bisa dilakukan.....
    kecuali amal dan pahala yang ada

    BalasHapus
  10. Bg Iwan Puisinya sangat menyentu hati dan rasanya ingin menangis!!!

    BalasHapus
  11. puisinya bikin merinding, terlalu banyak salah yang telah terbuat.

    BalasHapus
  12. hmm, mudah2an aku meninggal dalam keadaan khusnul khotimah...

    BalasHapus
  13. terima kasih sudah mengingatkan lewat rangkaian kata indah diatas..

    BalasHapus
  14. terima kasih mas atas pencerahannya, semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh-NYA

    BalasHapus
  15. subhanallah
    terkadang kita lupa banyak melakukan kesi-siaan

    BalasHapus
  16. Tubuhku bergetar membaca puisinya, walaupun nantinya kita tinggalkan juga semua ini! Selamat atas awardnya!

    BalasHapus
  17. Cara pemberian award yang manis dan bermanfaat!

    BalasHapus
  18. ternyata bang iwan bukan cuma jago kimia, jago puisi juga ternyata

    BalasHapus
  19. siap laksanakan
    award langsung diembat

    nb :
    siap ga siap
    ajal harus ditemui
    jika waktu sudah tiba menurut-Nya

    BalasHapus
  20. sammurasuuunnnn..... isnyaallah.... semua akan tiba waktunya... bersiap-siaplah..... salam dari bogor

    BalasHapus
  21. Bang..., tergetar hatiku membacanya.
    Rasanya aku sendiri yg sedang mengalami kejadian itu....
    Makasih ya Bang telah mengingatkanku akan 'saat itu'...

    BalasHapus
  22. Terima kasih utk award yg dibagikan buatku Bang...
    Insya Allah akan aku pajang.

    BalasHapus
  23. kita harus siap dalam keadaan apapun,

    bang follow balik dong? kan bang iwan dah aku follow dari dulu, follow aku dan beritahu teman yah, agar followersku banyak

    BalasHapus
  24. Mas, mau laporan, tugas dah aku kerjain, award sudah dipasang.
    Trs ada sedikit pertanyaan, siapa tahu mas Iwan bisa dan berkenan menjawab...

    BalasHapus
  25. dibalik puisi ini mengingatkan kita, mati itu wajib bagi setiap makhluk yang hidup di dunia ini

    BalasHapus
  26. wow..., kata-kata yang sangat indah untuk menyadarkan wahai kita semua bahwa hidup ini singkat dan perlu diisi dengan yang jernih dan suci...

    ngomong2, terima kasih mas amriawan atas sarannya agar blog saya diteruskan. Sekarang, http://shiddiqblog.com telah diteruskan dan batal dijual.

    thank's ya mas amriawan...

    BalasHapus
  27. selalu siap setiap saat ya bang, karena Hanya Tuhanyang tau kapan dan dimana waktunya..

    salam untuk putri malu yang cantik

    BalasHapus
  28. mungkin terkesan ikut2an, tapi sy memang merinding baca puisi ini,, ^^
    makasih taujihnya pak...

    BalasHapus
  29. Pengantar sebuah award dengan renungan yang mantap. Terimakasih awardnya bang Iwan. Saya boyong ya....

    BalasHapus
  30. Terimakasih, atas perenungannya :( semoga Allah, selalu melindungi kita semua amin...

    Sepertinya, saya dapet PR ini, dari Mbak fanda

    BalasHapus
  31. Huhu .. Jadi teringat semua kesalahandi masa lalu sob .. Hiks .. hiks .. :(
    salam kenal .. Kunjungan pertama nih .. Mw tukeran link gak ?? Bair gak ketinggalan jejak .. :)
    Keep share yah .

    BalasHapus
  32. puisinya mengena sekali di hati saya...

    slmt awardnya pak...

    BalasHapus
  33. Bagus bgt tulisannya Bang... Jadi merenung...

    BalasHapus
  34. Selamat Kang awardnya, Semoga Sukses selalu...

    Oia Tulisannya tambah bagus dari hari kehari, membuat saya selalu kangen main kesini.:)

    BalasHapus
  35. huks huks....puisinya menusuk juga nich...bagush....

    BalasHapus
  36. Alhamdulillahdapat rezeki, terimkasih banyak bang, Selamat atas awardnya ya bang.

    Mohon maaf baru mampir.

    BalasHapus
  37. semoga para pengumpul harta kotior ada yang baca puisi ini

    BalasHapus
  38. ketika semua yang hidup di dunia fana ini dalam penantian untuk pulang...ke alam kelanggengan...

    BalasHapus
  39. SELAMAT YA SEMOGA LEBIH SEMANGAT LAGI DAN TERIMAKASIH PUISINYA SANGAT INDAH

    BalasHapus
  40. tidak ada kata yang pas untuk mengungkapkan akan keindahan puisinya. Salam

    BalasHapus
  41. ketulusan hati dan saling memaafkan akan terasa indah dalam me-WARNA-i kehidupan kita. Salam

    BalasHapus
  42. mantap sekali puisinya membuat hati bergetar, awardnya saya mabil dan langsung diposting tapi tidak sebagus ini pengiringnya

    BalasHapus
  43. Salam Takzim
    Selamat kepada penerima Award, dengan award kita mendapat ide membuat postingan ya itung itung update. Terima kasih bang Iwan yang selalu suka berbagi
    Salam Takzim Batavusqu

    BalasHapus
  44. sangat mencerahkan, buat yang depet selamat mengerjakan yah

    BalasHapus
  45. Salam Takzim
    Walaupun dari yang belum kulihat wajahnya, tulisannya meyakinkan kepribadian bang Iwan, walaupun award telah terkirim seminggu lalu namun terasa baru kusentuh
    Selamat kepada penerima Award dan bang Iwan makasih ya tulisannya
    Salam Takzim batavusqu

    BalasHapus
  46. Dikala air mata terkuras
    Meratapi jiwa yang tidak suci lagi
    Hanya do'a yang terirng
    Mohon keridhoan dari-Nya
    Sucikan kembali
    Jiwa yang telah ternodai
    Kelak di jemput
    Masih dalam dekapan
    Islam yang mulia

    BalasHapus
  47. Subhanaallah>> Ampuni dosa-dosaku Ya Allah,,,

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger