Home » , , , » PERTENGKARAN YANG INDAH

PERTENGKARAN YANG INDAH

Written By Muhammad Yuliawan on Senin, April 12, 2010 | 4/12/2010


Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Kalau seseorang berkata, "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!" kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristri, dan atau ia tengah berdusta.

Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat-saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja diantarkan dalam muatan emosi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk hikmah. Betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.

Ketika akan menikah, cobalah untuk memikirkan dan merancang masa depan kehidupan berumah tangga. Satu hal yang jangan sampai terlupa adalah, merumuskan apa yang harus dilakukan jika bertengkar, sehingga "ikatan pengertian" di saat bertengkar tetap terpelihara.

Kalau bertengkar tidak boleh berjamaah. Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjamaah. Seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika Anda marah dan dia mau menyela, segera Anda katakan, "STOP! ini giliran saya!"

Begitupun jika giliran dia yang marah, jangan ikut ambil bagian. Katakan dalam hati, "Guh kekasih, bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu...."

Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah usang. Siapa pun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapa pun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan.

Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang Pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangun.

Selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens" ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.


Share this article :

64 comments:

  1. Amirul mukminin Umar bin Khatab saja pernah "bertengkar" dengan istrinya. Ataun lebih tepatnya dimarahi sama istrinya. Demikian pula Rasulullah. Namun itu menjadikan rumah tangga mereka lebih harmonis dan romantis. Ibarat kapal, itu menjadi riak-riak kecil yang menyenangkan, bukan ombak besar yang membahayakan.

    BalasHapus
  2. stuju yg ini, marahlah karena persoalan saat ini, jangan ungkit yg telah berlalu.
    semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan punya masa lalu entah baik/buruk.

    BalasHapus
  3. komunikasi sangatlah penting, sekiranya ada masalah segera diselesaikan.
    begitu ya bang Iwan?

    BalasHapus
  4. artikel yang menarik Bang, dan makasih bisa belajar dari artikelnya.

    BalasHapus
  5. Pertengkaran atau cek cok dalam rumah tangga dari segi positifnya menurut saya adalah suatu proses pembelajaran dan pupuk menuju rumah tangga yang lebih harmonis lagi. Tapi kalo bisa sih kita meminimalisir pertengkaran tersebut, di ganti dengan dialog atau komunikasi yg lebih intens lagi
    Met hari senin Bang Iwan :D

    BalasHapus
  6. tipsnya bagus banget..
    klo bertengkar ga boleh berjamaah yah! jd satu aja yg marah2. prasaan dhe yg tiap are ngomel2 klo betengkar ama hubby, dia mah diam aja. hehehe..(abis mang salah dia)tp ga sampe maki2 deh. hehee

    BalasHapus
  7. pertengkaran adalah bumbu dalam menjalani kehidupun,.... pertengkaran yang baik adalah dimana kita dapat memposisikan diri,.. bila orang keras kita lemah, dan sebaliknya,

    BalasHapus
  8. -_-_-_-_-_-_- cosmorary.com -_-_-_-_-_-_-
    *******Salam ‘Blog’!!*******
    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Kang, kalo gitu bertengkarnya harus dimanage..ganti-gantian...
    Hehehehehe...
    BTW, menanggapi pertanyyan bang setyawan kemaren, iya widget top komen saya hapus,,,soalnya beban blog udah berat bgt,,jd dg penuh keberatan saya hapus tuh widget...


    -_-_-_-_-_-_- cosmorary.com -_-_-_-_-_-_-

    BalasHapus
  9. kadang menyampaikan emosi itu perlu...
    tapi juga pasti ada batasnya...

    dan setuju bgt, kalo tengkar jgn jamaah ^^

    have a great monday

    BalasHapus
  10. tulisan bang amri benar2 menyentuh nih..^^
    btw sudah ganti tampilan yah/
    makin bagus aja nih...
    sukses terus pak!

    BalasHapus
  11. Jangan mengungkit masa lalu... Setuju banget... Nice post bang, aku suka ini... ^_^

    BalasHapus
  12. Sebagai seorang anak kecil, saya mengira ayah-ibu saya nggak pernah bertengkar. Baru ketika saya dewasa, saya baru ngeh: mereka itu bukan tidak pernah bertengkar, tetapi mereka tidak pernah bertengkar DI DEPAN ANAK-ANAK.

    Saya setuju banget bahwa marah itu jangan berjamaah. Kalau salah satu marah, jangan dibalas dengan marah lagi. Orang yang sedang marah tidak sanggup berpikir rasional, jadi percuma dilawan. Yang patut dilakukan lawan bicaranya hanyalah diam dan mendengarkan.

    Oh ya, sebisa mungkin, kalau sedang marah, kita jangan sampai merusak barang. Soalnya, tidak logis kalau benda mati sampai harus rusak demi menanggung kemarahan kita.

    BalasHapus
  13. ok deh, pak.akan diingat nih nasihatnya.

    BalasHapus
  14. Siang pak!!

    wah, baru saya liat ternyata templte baru!!!

    BalasHapus
  15. Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^

    BalasHapus
  16. SATU RENGUNGAN BUAT KITA SEMUA NEH,,MEMANG SEBAGAI MAHLUK YANG TAK PERRNAH LEPAS DARI SEGALA KESALAHAN JUGA KEHILAFAN,,,SELALU TERJADI PERTENGKARAN,,,DALAM RUMAH TANGGA,,,SEPERTI KATA PEPATAH,,,,CEMBURU KAN TANDA KASIH SAYANG,,,,HEHEHHEEHE,,SALAM



    WWW.WANTDUIT.BLOGSPOT.COM

    BalasHapus
  17. yang terpenting bukan siapa yang harus mengalah,
    tapi bagaimana proses untuk berdamai :)

    BalasHapus
  18. Assalamualaikum ^^
    hu 'oh setuju, klo ga bertengkar ga indah....
    malah yang ada suntuk...
    biasanya setelah bertengkar pasti lebih sayang ^^

    BalasHapus
  19. setubuh mas.. lagian kalo abis bertengkar terus baekan biasanya tambah sayang gtu (lebay mode on he..he.. )

    BalasHapus
  20. bertengkarlah dengan bijaksana, dan akhiri pertengkaran dengan senyum dan pelukan. :D

    BalasHapus
  21. hmmm i seeee.... gitu yah? kalo sering bertengkar gemana toh?apa masih bisa disebut pertengkaran "proses belajar untuk mencintai lebih intens"

    BalasHapus
  22. hmmmmm... sebuah pencerahan yg sangat bermanfaat buat keluarga SAya, ijin ngeprint biar istri saya ikutan baca, hehee...

    MEngenai templatenya cukup bagus, lebih luas dan yg paling penting, lebih frienDly buat konEksi lambat macam saya nie...

    sekalian mohon maaf baru sempat visit, PC saya lg sakit dan harus diopname selama bEberapa hari. Ini saya komen pake hp.

    BalasHapus
  23. Ijin copy dulu dan saya save jaDi .txt ntar sorE baru saya print kalo kerjaan udah agak nyantai.

    BalasHapus
  24. Bertengkar itu biasa..., namanya juga 2 pribadi yg berbeda. Tapi tinggal bagaimana kita bisa mengambil sikap setelah pertengkaran terjadi....

    BalasHapus
  25. Kalau memang ternyata pertengkaran tak bisa dihindari... ya sebaiknya bertengkar secara 'sehat'..
    Nice post Bang...

    BalasHapus
  26. mohon dukungannya ya...

    di ahkhir kontes ini

    blog saya juga dofollow silahkan kunjungi

    BalasHapus
  27. kalo saya memang nggak suka bertengkar
    tapi kalo dengan cara itu kita menyampaikan pendapat dan mengalami benturan yaaa mo gimana lagi
    coz sering logika n emosi bentuknya beda banget..

    BalasHapus
  28. wah rumah baru...lebih simple yg ini...selamat jg mz dah naik PR nya

    BalasHapus
  29. iya mz sekarang pake moderasi komentar...biz banyak yg nyepam...kepaksa deh koment nya di seleksi dulu

    BalasHapus
  30. Nice tips Pak Iwan. Copas dulu untuk disimpan dan dipraktekkan nanti ^_^

    BalasHapus
  31. bertengkar itu bagaikan bintang penghias di langit,
    penghias kehidupan
    makanya Sang Pencipta menciptakan segalanya tidak sama alias berbeda

    BalasHapus
  32. Itulah hidup mas, layaknya masakan kalo ga ada garam kurang enak,, klo hidup cuma monoton susah,, harus ada emosi yang kadang2 malah bikin tambah sedap hidup ini, thx juga udah mampir ke blogku, maklum lagi belajar mas,jadi masih acak-acakan,, ditunggu kunjungannya lagi,, yang terpenting saran-sarannya .., oia linknya udah aku pasang ...

    BalasHapus
  33. Satu hal yang sulit dipastikan dalam pertengkaran adalah terkontrolnya emosi dan tidak meluasnya pertengkaran pada permasalahan yang sudah lama dipendam/diselesaikan.
    Lama tidak berkunjung di sini, rupanya penampilan baru ya Pak? buat saya ini lebih fresh!

    BalasHapus
  34. baru kali aku membaca majememen pertengkaran sehinggan menjadi Indah , kalau dibuku bacaan bertengkar berbisik yang ada

    BalasHapus
  35. bisa nggak kanda yang ganti headernya sekalian desain sebuah logo untuk kita pasang di blog dengan nama blogger bumi lasinrang

    BalasHapus
  36. mantep kata katanya gan
    i like it

    fufufu

    BalasHapus
  37. Kalau saya melihat..dengan pertengkaran biasanya akan memudahkan seseorang mengeluarkan apa yang ada dibenak yang selama ini terpendam... ( sengaja atau tidak sengaja ). Tinggal bagaimana pasangan bisa menerima atau tidak...

    BalasHapus
  38. Good point .... tapi saat do in action susah bangetz ya ..... need energy yang sangat..sangat..sangat besar untuk dapat melakukannya.

    punya saran untuk saya agar dapat mempunyai kesabaran sedemikian hebatnya?

    BalasHapus
  39. Benar bang..pentengkaran sebagian bumbu-bumbu cinta...

    BalasHapus
  40. semoga sahabat sejati selalu bahagia…
    izinkan kami mengucapkan terima kasih..
    atas partisipasinya pada kuis sahabat sejati…
    semoga sukses selalu..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com/2010/04/12/klasemen-akhir/

    BalasHapus
  41. bertengkar dalam suatu keluarga adalah hal yang biasa sejauh salah satu harus ada yang mengalah dan tidak sama2 keras.

    BalasHapus
  42. akus sering mengalami pertengkaran yang kayaknya gak ada ujungnya. tapi aku sadar juga,, dia bertengkara denganku karena sayang...

    BalasHapus
  43. say dah edit postingannya
    dan
    abang juga kena tag...
    semoga mau mengerjakannya

    makasih..

    salam

    BalasHapus
  44. OKe Mas.. Supportnya sudah benar, Termakasih banyak...:)

    BalasHapus
  45. Salam kenal..
    Berarti kita paling tidak harus pernah bertengkar denga istri ya... :)
    Kunjung balik ya. Tks.

    BalasHapus
  46. berkunjung di malam hari mas....
    sejenak menikmati "pertengkaran" ...hehe...

    BalasHapus
  47. wuihhh.. kadang pertengkaran emang perlu... soalnya setelah itu biasanya pasti hot bangeddd :( weewwww... saiia lom ngerasain tuk yang satu itu :(

    BalasHapus
  48. Assalamu 'alaikum
    Salam kenal
    Semoga terjalin shilaturrahmi diantara kita

    BalasHapus
  49. Betul pisan bang, terima kasih postingannya. Bertengkar itu manusiawi banget selama pada proporsinya, apalagi kalo bertengkar pada pasangan, biasanya kalo udah baikkan langsung 'kuangen' hehehe...

    BalasHapus
  50. wah memberikan wacana kepada saya.... jadi kita ambil sisi positifnya dari pertengkaran... dan yang harus diingat... cukup 1 saja yang marah...

    BalasHapus
  51. Ganti tamplate baru ya gan..?
    hehehehehe..
    Linknya udh saya pasang gan..., maaf baru bisa berkunjung ...

    BalasHapus
  52. Ada pertengkaran yang indah di Blog yang indah.
    Salam kenal Bang Iwan...

    BalasHapus
  53. Mantap bang. Yah, pertengkaran yang indah akan membuat saling memahami.

    BalasHapus
  54. Saya kalau lagi marah malah lebih banyak diam, isteri sudah tahu bahwa saya sedang marah he he he.
    Ditawari makan njawab singkat saja he he he.
    Kita harus bisa mengelola pertengkaran agar tak meledak-ledak.
    salam

    BalasHapus
  55. Jangan sampai kita bertengkar sampai anak2 tahu, apalagi sampai pukul2an dan lemparan2 hp atau Tv bang.
    thanks artikelnya

    BalasHapus
  56. harapan saya... jika nanti saya bertengkat dengan istri, saya tidak lupa dengan artikel ini(dua jempol) :).

    BalasHapus
  57. Setuju dengan artikelnya!

    Dalam berumahtangga pasangan kita marah adalah merupakan kritik atau protes akan sikap kita, jadi lebih baik diam dan mendengarkan dengan baik dan mawas diri! Dan dibicarakan setelah kemarahannya betul-betul lenyap!

    BalasHapus
  58. Alhamdulillah, dalam keluarga kami kalau terjadi pertengkaran selalu ada yang diam atau mengalah! Jadi kemarahan tidak sampai membakar hati kami berdua!

    BalasHapus
  59. tapi klo pertengkaran yang berlebihan juga gak baik lho..

    BalasHapus
  60. wah yang ini baru sempat kebaca bang, sempat terlewatkan pesan psikologis dalam posting ini
    semoga saya bisa menerapkan hal ini bang

    salam dari pamekasan madura

    BalasHapus
  61. alangkah indahnya pertengkaran dalam pengertian

    BalasHapus
  62. satu lagi bang
    yang ini sekedar ikut dalam BW aja, tidak sebagai komentar
    he..he..

    BalasHapus
  63. Nasihat yang menarik, membahas tentang marah dan pertengkaran, tapi koq kenapa saya cekikikan ya. Waah kayaknya ini pengalaman pribadi hehe...Thank's bang, tulisannya inspiratif

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger