Home » , , , » FILM MENCULIK MIYABI LULUS SENSOR

FILM MENCULIK MIYABI LULUS SENSOR

Written By Muhammad Yuliawan on Rabu, Mei 05, 2010 | 5/05/2010


Setelah mendapat kecaman karena dikhawatirkan mengandung pornografi, akhirnya film 'Menculik Miyabi' segera dirilis. Lembaga Sensor Film (LSF) pun menyatakan film tersebut sudah lulus sensor. Dan akan di rilis di beberapa bioskop mulai 6 Mei besok.

Kepastian itu dinyatakan oleh Ketua LSF Muchlis Paeni saat dihubungi via ponselnya, Selasa 4 Mei. Katanya surat pengesahan lulus sensor tinggal ditandatangani. "Saya baru ingin menandatangani kelulusan sensor film itu yang baru dibuat Sabtu lalu," kata Muchlis.

Menurut Muchlis, ada beberapa adegan di film 'Menculik Miyabi' yang harus dipotong. Namun Muchlis mengaku tidak tahu lengkap adegan seperti apa yang dipotong.
"Memang ada beberapa adegan yang dipotong dalam film itu. Tapi bukan saya yang menangani permasalahan detail adegan-adegan yang disensor itu," tegas Muchlis.

"MUI dengan tegas menolak pemutaran film itu," ujar Ketua MUI KH Amidhan kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa.

Amidhan mengaku tidak dapat memahami rencana pemutaran film yang pernah ditolak MUI itu. Karena judul film dan bintang yang memerankannya sama.

"Nggak masuk akal kalau film yang pernah ditolak kemudian akan diputar," tambah Amidhan. Amidhan menjelaskan alasan MUI menolak film itu.

Pertama, film 'Menculik Miyabi' dibintangi oleh artis yang sering memerankan film porno.

Kedua, pemutaran film itu akan menjadi pintu masuk bagi anak-anak remaja untuk mencari DVD porno yang dibintangi Maria Ozawa Miyabi.

Ketiga, anak-anak remaja akan menjadikan Miyabi sebagai idola yang dipuji-puji mereka. "Jadi, kalau produsernya ngotot untuk memutar film itu berarti melecehkan aspirasi umat," tegas Amidhan.

Amidhan menyarankan agar produser maupun pengusaha bioskop sepakat untuk tidak mengedarkan film tersebut karena akan mendapatkan perlawanan dari umat.

Di film tersebut, Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi, perempuan yang mendapat tugas untuk menjemput pemenang kuis di Indonesia. Namun, ia malah diculik oleh tiga remaja culun.

Pada September 2009 lalu, penggarapan film 'Menculik Miyabi' gagal karena mendapat protes dari beberapa pihak. Sejumlah kalangan terutama kalangan agama menolak Miyabi datang ke Jakarta untuk syuting. Namun rumah produksi Maxima tidak kehilangan akal dengan melanjutkan pengambilan adegan syuting yang dilakoni Maria Ozawa di negeri asalnya, Jepang.

Sang produser film Ody Mulya Hidayat mengharapkan agar masyarakat tidak terlalu cepat menilai negatif. "Film Menculik Miyabi sudah dinyatakan lulus sensor tanpa ada bagian yang dipotong. Dan film itu masuk dalam klasifikasi tontonan remaja. Jadi jangan terlalu cepat menilai negatif dulu," ujarnya, Selasa malam, (4/5/2010), saat dihubungi melalui telepon.

Menurutnya, dalam film bergenre komedi itu sama sekali tidak ada adegan yang perlu ditakutkan. Sebab, film itu telah lulus sensor. Semua syarat dan aturan sudah diikuti sehingga cukup layak ditonton masyarakat Indonesia.

"Kalau ada ketidakpuasan, tinggal konfirmasi saja ke lembaga yang telah menyensornya," tegasnya..



Sumber : Inilah.Com dan Fajar Online



Share this article :

59 comments:

  1. bingung kang....antara ada dan tiada...

    BalasHapus
  2. Ternyata perjuangan itu bukan hanya milik kebenaran, yg bathil pun sama-sama berjuang pula.

    BalasHapus
  3. (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Ternyata yang berjuang untuk dapat menonton film ini masih jauh lebih banyak....

    BalasHapus
  4. Bintang film kita kayaknya kurang seksi ya bang sampai ngambil wanita seksi negara lain.
    Salam hangat dari BlogCamp

    BalasHapus
  5. Pasti terjadi kontroversi dalam pemutaran film ini. Ada yang pro dan kontra kan.
    Salam hangat dari Plesiran

    BalasHapus
  6. kalau MUI sangat mengecam penayangan filmna miyabi, kenapa Rin sakuragi kok g ada beritanya MUI mengecam yah, apa arena MUI g kenal sama Rin Sakuragi, mungkin MUI belum sempat kenalan kali yah, necam kok cuma sepihak cuma cuma si miyabi doang, secara miyabi dah kondang d indonesia, dan kenapa juga kalau yang meranin artis local juga g terdengar MUI mengecam, macem air terjun pengantin dll, cp deh

    BalasHapus
  7. padahal filmnya belum tentu bagus

    BalasHapus
  8. dan begitulah "bisnis", cara apapun akan digunakan... demi "uang", tanpa peduli dengan efek negatif yang mungkin timbul karenanya...

    BalasHapus
  9. memang lebih baik setelah lolos LSF ya disebar saja. masalah baik atau tidak, biar penonton (bukan pengamat yang hanya baca resensinya) yang berkomentar. jika ternyata penonton menilai buruk, ya terima resikonya.

    BalasHapus
  10. waahhhhhh jebol juga neh pelem
    keknya cerita pelemnya biasa aja uh
    yg ga biasa tuh gambar syur dari bintangnya

    BalasHapus
  11. kayaknya nama itu sangat menjual ya miyabi miyabi

    BalasHapus
  12. saya masih 16 tahun belum boleh nih deket-deket ama miyabi

    BalasHapus
  13. pendapat bapak tentang lolos sensornya pilm ini gmn pak?
    :)

    BalasHapus
  14. wah...
    akhirnya film ini jadi diputar juga yah...
    tapi saya rasa masyarakat kita sudah bisa memilih film mana yg layak untuk ditonton...meski itu berupa film 1/2 porno...haha
    oke pak amri!

    BalasHapus
  15. Wuih, bagi penggemar Miyabi selamat menonton aja. Resensi mantap bang Iwan.

    BalasHapus
  16. akhirnya jadi juga miyabi muncul dibioskop2 indonesia ya bang..

    BalasHapus
  17. Kirain dulu film ini tak jadi dibuat, Bang. Ternyata tetap jalan to..?

    BalasHapus
  18. Pemeran prianya ganti ya Bang..? Dengar2 Dika mundur dari film ini.

    BalasHapus
  19. Mustinya MUI terlibat dalam Lembaga Sensor, tapi apa mau mereka melihat!
    Tag yang lama banget sudah saya kerjakan!

    BalasHapus
  20. Wadew, miyabi maen film di Indonesia beneran.... wah bakalan seru tuh kkayaknya om ....

    BalasHapus
  21. wah kok gak bisa dilihat, berarti tidak lolos! Kalau lolos sensor berarti Dibaliknya ada uang gede!

    BalasHapus
  22. kalau film menculik saya, bakalan ndak pernah lulus sensor bang ..

    :)

    BalasHapus
  23. ckkckkckckckkc...ternyata filmnya masih jalan toh..
    akhirnya bertambah lagi film how how di bioskop tanah air :D

    BalasHapus
  24. begitulah caranya orang sekarang mencari uang, tdk lagi memikirkan banyak pihak, yg penting meraup untung.
    merasa tdk bertanggung jawab pd apa yg dihasilkan, apakah lebih banyak manfaat atu mudharat sudah tdk jadi pertimbangan lagi :(
    salam

    BalasHapus
  25. kunjungan malam sambil bernyanyi disini..gunjreng...gunjreng...kaburrrr.

    BalasHapus
  26. Berbagai macam cara orang cari uang. Tidak mudah, lihat perjuangannya sampai harus ngluruk ke Jepang.

    BalasHapus
  27. wah tanggal 6 Mei deket dan bentar lagi dong
    kayak apa ya nanti filmnya.. heheh..

    boleh tukeran link kan ? Link mas sudah saya pasang di blog saya dengan anchor Fatamorgana, mau ditukar juga bisa kok
    tolong dipasang balik ya..
    ane tunggu kabarnya, oh ya salam kenal juga.

    BalasHapus
  28. gak kepengen nonton ahh ^^

    BalasHapus
  29. Kalo saya sih manut aja Bang... kalo benar mau diputer ya ikutan nonton, kalo gak ya gak jadi nonton.. pasrah

    BalasHapus
  30. kalau sudah lulus sensor ya bagus.. artinya tidak ada buka2an ehuehue tetapi sayangnya image miyabi sudah jadi begitu di masyarakat. bisa dikatakan rata2 yang menonton itu mungkin termotivasi oleh miyabinya bukan filmnya..

    kalau termotivasi oleh filmnya aja ya gapaapa tapi tampaknya jarang yang motivasinya seperti ini..

    salam :)

    BalasHapus
  31. mampir menculik eh mengklik yang lain

    BalasHapus
  32. Film "Menculik Miyabi" lulus sensor atau tidak lulus tetap menjadi kontroversi dan tentu saja merupakan iklan yang sangat baik !!!

    BalasHapus
  33. inilah WARNA kehidupan kita ... perbedaan pendapat & sudut pandang adalah hal biasa dan jauh lebih penting adalah memberikan solusi bukan sekedar menolak dan bersikap antipati !!! bukankah masyarakat kita sudah cukup dewasa untuk memberikan penilaian ?!

    BalasHapus
  34. met pagi bang iwan
    met pagi makassar

    BalasHapus
  35. masih aja bingung2an masalah ini...

    BalasHapus
  36. assalamualaikum,
    pa kabar bang iwan,
    mmhh..kontroversi emang film tsb. tp jika sdh keluar, apalagi lah bang jadi konsumsi menarik bagi siapapun. (meski memang tdk dibumbui oleh yg porno2: katanya)
    mudah-mudahan kita bijak memilih tontonan.
    salam

    BalasHapus
  37. satu lagi, gara2 pilm, media kan heboh dgn berita2 itu..pasti ntar jadi latah semua (doh)

    BalasHapus
  38. salam sahabat, izin menyimak
    mungkinn kurangnya artis yang sexy² sehingga menculik miyabi buat jadi pemain film di indonesia

    BalasHapus
  39. Yeheee...asik...LULUS sensor.
    Gak sia2 kemarin main film sama Miyabi, wkakkakakakak...
    *Oh..mimpi saya :D

    BalasHapus
  40. Wah...ntar FPI bakal ambil tindakan apa gak yah..??
    FPI kan sok jadi polisi, ckckckkckc...

    BalasHapus
  41. Inilah kondisi real di Indonesia terjadi dekadensi moral. LSI sebagai filter terhadap isi film yang tidak layak di tonton hanya sekumpulan orang-orang yang bisa di atur oleh kekuasaan dan duit, kayak pejabat dan anggota dpr yang korup.

    BalasHapus
  42. Lah ya engga apa2
    film suster keramas yang lebih hot itu juga dibintangi film porno lho?
    kenapa lulus sensor?

    BalasHapus
  43. Salam Takzim
    Dari pada nonton flm yang dibintangi orang luar mending nonto Warkop bang, biar sudah lama masih bikin tertawa
    Salam Takzim Batavusqu

    BalasHapus
  44. Weleh ... Maria .. kok malah ikut meramaikan film indonesia lo ... mbok cukup di film biasae aja ...

    BalasHapus
  45. akhirnya film ini diputar juga bang

    BalasHapus
  46. menurut saya film seperti ini jauh lebih baik daripada film komedi indonesia lainnya karena biasanya film komedi indonesia pasti menyisipi kontent porno dan tidak disensor..
    yang dilihat kan kontentnya bukan latar belakangnya..
    artikel yang kontroversial banget gan, bagus :) hehe..
    mau tukeran link gak? balas komen di blog saya ya :)

    BalasHapus
  47. Wah sudah mulai mau tayang to.... terus bikinnya dimana? kok filmnya udah jadi.

    BalasHapus
  48. Ciri khas orang indonesia adalah mengomentari. Mau bener mau ngga, mau udah tahu persoalan maupun tidak tahu...yang komentar aja dulu. Mendingan nonton filmnya dulu....baru deh kasih komentar

    BalasHapus
  49. ok akan saya cona untuk nonton nanti,

    BalasHapus
  50. wah kapan bisa ditonton secara gratis ya filmnya

    BalasHapus
  51. mendapat kritik dan pertentangan tentang miyabinya bukan filmnya
    tapi kita kan belum tahu sebenarnya film tersebut seperti apa
    semoga saja badan sensor film tidak salah sensor

    BalasHapus
  52. sapa yang nyuli miyabi bang??

    selamat berakhir pekan di kunjungan ini citromduro mengucapkan salam semoga bang iwan bersama keluarga senantiasa sehat wal afiat
    maaf baru bisa berkunjung bang

    BalasHapus
  53. mungkin karena banyak yang penasaran sama akting miyabi di film makanya di lulus sensorin ^_^

    BalasHapus
  54. Jadi maksudnya 'tidak cepat menilai negatif' itu kita lihat dulu filmnya, kalau memang negatif ya sudahlah (karena udah terlanjur lihat) gitu? Menurut Bapak gimana?

    BalasHapus
  55. ayo kapan film ini diliris dipalembang
    karna saya belum nonton film ini
    saya ingin sekali nonton film ini

    BalasHapus
  56. Ichsan Oerba - Sabang2 September 2010 18.33

    di tempat saya tidak ada bioskop, jadi belum nonton filmnya, makanya tidak bisa komentar banyak. Yang pasti kalau sekedar film biasa saya rasa tidak masalah, soal Miyabi itu bintang porno, di Indonesia berapa banyak yang bertingkah lebih dari Miyabi. Tidak usah munafiklah. Ibarat lagu Kok Lepas Sensor "Gito Rollies". Protes keras, kritik pedas, tapi diam-diam doyan juga.

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger