Home » , , , » UPACARA KEMATIAN BERNILAI MILYARAN

UPACARA KEMATIAN BERNILAI MILYARAN

Written By Muhammad Yuliawan on Sabtu, Maret 20, 2010 | 3/20/2010

Mabbadong
Ketidakpastian akan misteri kehidupan setelah mati, menciptakan kekhawatiran akan nasib si mati di alam baka. Di dataran tinggi Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, upaya untuk menguak misteri itu telah menciptakan sebuah prosesi religius yang begitu rumit, kompleks, dan memakan banyak tenaga serta biaya. Masyarakat Toraja menyebutnya dengan Upacara Rambu Solok.

Ritual itu dikenal sebagai upacara pengantar jenazah seseorang ke penguburan.


Meski hanya sebuah ritual kematian, penyelenggaraan upacara itu layaknya sebuah pesta besar. Sebab, puluhan ekor kerbau dan babi mesti dikorbankan dengan melibatkan massa secara kolosal dan membutuhkan dana puluhan hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Jika mengikuti tata cara Aluk To Dolo, upacara Rambu Solok sebenarnya adalah upacara yang rumit dan kompleks. Namun, sejak masuknya agama Kristen, Katolik, dan Islam, beberapa bagian prosesi telah dihilangkan. Kini, secara umum, ada empat bagian prosesi yang masih terus dilakukan, yaitu Mapalao, penerimaan tamu, penyembelihan kerbau, dan penguburan.


Upacara Mapalao adalah ritual untuk membawa jenazah ke pusat prosesi, yaitu di rumah adat Tongkonan. Mapalao dilakukan dengan mengarak keranda jenazah dari rumah tinggal menuju Tongkonan keluarga. Di sanalah, jenazah disemayamkan sementara waktu di sebuah Lakean yang terletak di ujung Tongkonan.

Usai upacara Mapalao, keluarga menerima kedatangan para tamu untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum. Bunyi lesung yang ditabuh sejumlah wanita menjadi pertanda ada tamu yang datang.

Para tamu datang dalam kelompok-kelompok keluarga dengan membawa hewan seperti kerbau dan babi untuk disumbangkan. Setiap kali rombongan tamu tiba, tuan rumah segera membawa mereka ke Lantang dan menyediakan hidangan. Di saat yang sama, alunan kidung kesedihan dari penari Renteng sengaja dilantunkan untuk menggambarkan sejarah hidup almarhum.


Proses yang agak rumit terjadi saat upacara penyembelihan kerbau. Sebab, hewan yang telah diterima keluarga, baik dari sumbangan maupun keluarga sendiri akan dihitung oleh panitia yang terdiri dari keluarga, aparat desa, dan masyarakat adat. Dalam proses ini, sering terjadi negosiasi yang alot.

Terkadang, protes datang karena ketakpuasan soal jumlah kerbau yang harus disembelih. Namun, kesepakatan akhir tetap harus terjadi, tak peduli proses negosiasi berakhir dengan protes. Di depan Tongkonan dan keranda jenazah, satu demi satu tebasan pedang para penjagal mengakhiri ajal sang kerbau.


Setelah semua rangkaian upacara telah dilewati maka saatnya dilakukan penguburan. Masyarakat Toraja mempunyai tradisi unik dalam mengubur orang yang telah mati. Penguburan tak dilakukan di tanah, tapi di goa-goa alam yang terletak di tebing-tebing pegunungan. Bahkan, mereka meyakini bahwa semakin menantang proses penguburan maka semakin tinggi pula derajat keluarga yang meninggal.

Akhirnya, sebuah prosesi penguburan yang sangat berbahaya dilakukan. Mulai dari kelincahan, keberanian, serta dorongan keyakinan spiritual. Terkadang, nyawa harus dipertaruhkan dalam proses penguburan ini. Semuanya dilakukan dengan penuh keyakinan bahwa yang diperbuat akan membahagiakan leluhur yang telah meninggal.

Berikut beberapa foto tentang ritual Rambu Solok yang saya Copy dari sini




Rombongan keluarga besar dan jenazah memasuki rante di Tongkonan Tombang, Tosapan, Kecamatan Makale, tempat terakhir almarhumah disemayamkan. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer.




Jenazah dibawa ke lakkean, tempat khusus selama upacara berlangsung, dan foto almarhumah dengan berbagai dekorasi hitam dan merah.



Babi pun diboyong ke rante untuk dipotong dan dibagi-bagikan.





Adu kerbau ikut mewarnai rangkaian upacara. Orang sering bertaruh uang dalam atraksi adu kerbau ini.

Kerbau Belang ( Tedong Bonga) yang harganya paling murah 150 juta rupiah turut disembelih

Kerbau yang disembelih dengan cara berdiri.




Daging yang dilemparkan ke berbagai arah penjuru angin, menandakan penghormatan ke seluruh wilayah tongkonan.




Ma'badong, tarian khas dalam upacara rambu solok, membuat penarinya terhanyut dalam suasana ritual

Bagaimana pun, rambu solok telah menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat, bahkan tidak jarang melahirkan sikap pro dan kontra. Pada satu sisi budaya ini dianggap positif. Bukan hanya dalam rangka melestarikan adat istiadat dan tradisi, tapi juga berdampak pada kehidupan keseharian masyarakat, terutama dengan kebersamaan dan kerjasama warga.

Belum lagi jika dikaitkan dengan pengembangan sektor pariwisata, karena tradisi ini dianggap sebagai salah satu sektor unggulan dan sangat potensial mendatangkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan pesta ini juga mulai berkembang. Penggunaan dana yang terkadang mencapai angka puluhan miliar dinilai oleh sebagian kalangan telah di ambang batas kewajaran, dan menciptakan budaya boros bagi masyarakat. Untuk sebagian warga, biaya pelaksanaan pesta rambu solok akan terasa sangat besar dan menjadi beban bagi mereka.

Meski demikian, mereka tetap harus melaksanakannya, dalam rangka menjaga gengsi dan popularitas. Belum lagi kewajiban untuk membayar utang bagi mereka yang telah membantunya saat pelaksanaan pesta.


Pro-kontra terhadap pelaksanaan ritual ini tentunya harus bisa disikapi secara bijak. Sebagai sebuah tradisi yang telah menjadi aset daerah tentunya kita tidak ingin budaya ini hilang. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari segenap elemen dan pelaku pembangunan untuk menemukan formula efektif dan menguntungkan.

Di tingkat masyarakat perlu terbangun kesadaran bahwa pelaksanaan pesta yang berlebihan akan lebih banyak berimplikasi negatif dibandingkan positifnya.


Share this article :

50 comments:

  1. semoga menjadi pertama ini..^^
    tulisan ttg upacara kematian adat ditaha toraja ini sangat menarik. ebelumnya saya kurang begitu tau dengan adat istiadat dan tata cata pemakamannya. dengar2 sih ada orang bilang, di toraja, orang hidup mencari uang untuk mati. mungkin benar adanya. liat saja biaya itu sampe nembus milyar...
    huff

    BalasHapus
  2. Terus.., utk yg tidak mampu menyediakan uang sebanyak itu apakah tidak ada upacara kematian ?

    BalasHapus
  3. -_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
    *******Salam ‘Blog’!!*******
    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Pelestarian tradisi yang mahal...
    Wah,,kalau yang meninggal secara massal gimana ya???
    Tekor dong bang....
    Hehehehhehe..

    BTW, ada satu kalimat yang benar2 terngiang di kepala saya nih,,,semakin menentang proses penguburan, maka semakin tinggi derahat si mayat...
    Wah kalau gitu nguburnya di angkasa aja..diterbangkan pake roket..

    Udah tempatnya nol gravitasi, paling tinggi, dan oke juga pula...
    1 milyar lebih dari cukup tuh buat nglempar mayat ke atas..
    ehhehhehehe

    Becanda..
    Pisss

    ^____^

    Main yukkk



    -_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-

    BalasHapus
  4. Barusan baca tentang biaya pesta pernikahan yg mencapai angka 100 Milyar.. sekarang upacara kematian pun menghabiskan dana milyaran rupiah.
    Astaga, banyak benar uangnya.

    BalasHapus
  5. hhmmm...
    buat yang punya duit banyak saja :)

    BalasHapus
  6. baiknya ada inovasi agar lebih ramah dana :)

    izin sering mampir pak, saya jadi senang kesini :)

    BalasHapus
  7. Hanya untuk gengsi dan popularitas??? hahaha...

    BalasHapus
  8. wah, baru tau...

    pak, ada tag untuk bapak dari saya, diambil ya pak...terimakasih...

    BalasHapus
  9. wew, mpe milyaran?? kok kayaknya sia2 banget sih yaaahh...

    BalasHapus
  10. balik lg.. tagnya ambil di sini pak...
    http://siroel25.blogspot.com/2010/03/theme-paporitku_18.html

    BalasHapus
  11. wah, sangat mahal ya
    tapi mudah2an tidak memberatkan warga yang meyakini ritualnya

    BalasHapus
  12. saya sih melihat ini sebagai potensi pariwisata yang sangat bagus. kalo saja ada yang mampu mengemasnya dengan indah, sebagai paket tur yang lengkap, pasti keren tuh
    ditambah promosi yang lancar, dan di dukung penuh oleh pemerintah daerah maupun pusat...
    harusnya Tanah Toraja juga bisa menggantikan Bali.

    BalasHapus
  13. Sebuah tradisi pemakaman yang berbiaya sangat besar. Tapi rada bingung dengan adanya tawar menawar tentang jumlah hewan yang musti dikorbankan. Maksudnya bagaimana, Pak?

    BalasHapus
  14. info yg menarik, pak..
    saia baru tau kalo ada upacara kematian yg menghabiskan dana miliaran...
    kalo dipikir-pikir memang terkesan berlebihan dan buang2 uang... :D

    BalasHapus
  15. Ya itulah gunanya uang bang.......akan di bawa meski sampai ke liang peristirahatan terakhir...tapi saya ndak pesimis dengan semua itu...karena tidak ada salahnya menghormati orang yang kita sayangi ketika meninggal......bang fb saya kok ndak pernah di respon sih????????????????

    BalasHapus
  16. kita lestarikan budaya yang beragam
    walalupun cuma pemakaman yang bermilyar biayanya.

    tapi kasian juga yang tidak bisa memakamkan dalam ada itu n gak punya biaya pemakaman

    BalasHapus
  17. Sebuah ritual yang merupakan salah satu budaya dan tradisi bangsa indonesia. Hal ini patut dipertahankan agar budaya dan tradisi kita tidak musnah dikikis zaman.

    BalasHapus
  18. hhhhmmmm, kok mau di kubur aja sampai habis segitu banyaknya ....

    BalasHapus
  19. om, tukaran link yuk, link fatamorgana sudah saya pasang tuh di blog saya.

    BalasHapus
  20. Upacara Rambu Solok, hmm....upacara mahal sbg pertaruhan "prestise" bagi keluarga yang ditinggalkan.

    Apa kabar Bang Iwan?
    Maaf br bermain ke sini, jg sekalian memberi sesuatu yang manis dari Ruang Jeda. Kalau berkenan, diambil ya di:

    http://jedahsejenak.blogspot.com/2010/03/ayo-bermain-lagi.html

    salam.

    BalasHapus
  21. itu mau nyari popularitas apa gengsi aja ya
    mampir balik ya

    BalasHapus
  22. foto kerbau di tebas itu sadis banget.
    ngomong2 sumbernya dari mana nie pak..?hehe
    cuma mau tanya aja sih..

    BalasHapus
  23. saya punya teman dari toraja katanya kepercayaan mereka kalau upacara tidak diadakan maka akan membawa sial buat kampung dan keluarga

    BalasHapus
  24. waaaaooooo banyak bener...
    milyaran??? hah?? :-O

    BalasHapus
  25. abang....
    alexanya makin langsing ajah nih...
    tipsnya apa?? hihihihi

    BalasHapus
  26. yang namanya adat susah diganggu gugat

    BalasHapus
  27. seiring perlajanan proses kehidupan... saya yakin adat seperti itu pasti kelak akan tergeser..

    Oh ya kalau boleh ... kita tukeran link yuuk kak

    BalasHapus
  28. biayanya mirip Ngaben di Bali ya bang
    kolosal dan banyak biaya
    kalo ga ada dana gimana ya?
    hmmmm... masih mikir neh

    BalasHapus
  29. itulah pesona wisata toraja yang perlu terus dipromosikan untuk menggaet wisatawan. Great posting sobat

    BalasHapus
  30. Wah...
    Jadi nambah pengetahuan nich...
    Makasih infonya

    BalasHapus
  31. Mantap Bang, Benar tentang Rambu solo'nya
    Bagaimana tentang Rambu Tuka' (upacara peresmian rumah adat)
    Ma' Nenek juga ada Bang.

    BalasHapus
  32. Ada juga yang dilaksanakan di Kecamatan Sesean, Rambu Solo' dilaksanakan pada tahun 2003, padahal ketika saya ada tugas di sana tahun 2008 lagi persiapan yg sudah berlangsung 2 tahun sebelumnya. Kerbau (tedong) yang disembelih ratusan jumlahnya. Belum lagi jumlah babi (Bai')

    BalasHapus
  33. Sebelum penyembelihan masih ada pasilaga tedong (mengadu kerbau yang mau disembelih) dilaksanakan satu hari sebelum disembelih

    BalasHapus
  34. Maaf Bang , saya di tator hanya 3 tahun, 1998 - 2001, dan tidak kerasan sebab jauh dari masjid. Tiap minggu ke kota naik mobil 3 jam perjalanan.

    Maaf juga klo dianggap sok tau.

    BalasHapus
  35. wah sampai milyaran ya...
    bhineka tunggal ika :)

    BalasHapus
  36. Salam Takzim
    Begitu mewahnya sebuah kematian dalam adat rambu solo ya kang, saya juga pernah memposting ini, begitu menakjubkan Toraja
    Salam Takzim Batavusqu

    BalasHapus
  37. bangsa Indonesia memang bangsa yang besar dengan segala adat-istiadatnya, btw postingan yang sangat menarik Bang menambah pengetahuan kita semua. Salam

    BalasHapus
  38. suatu prosesi pemakaman yang sangat luar biasa dengan biaya yang mahal, juga mencerminkan rasa hormat yang sangat tinggi. Thanks bang Iwan sudah berbagi. Salam

    BalasHapus
  39. Pak,,bagus banget postingannya…
    Saya pernah liat acara di tv, sebenarnya goa-goa di toraja pun memiliki peluang untuk dijadikan wisata alam, tapi saying sekali karena dijadikan ‘makam leluhur’ maka tempatnya jadi terkesan ‘mistis’…
    Oh ya pak, jangan lupa mampir di blog saya ya,,kiky-rose.blog.friendster.com
    Trimakasih ^_^

    BalasHapus
  40. saya sering nonton di tipi pak,,,
    adatnya memang agak aneh dan extreme,, tapi disitulah INDONESIA beragam seni dan budaya nya yang dimiliki yg bikin bangsa lain iri,. betul gk?

    BalasHapus
  41. apakah upacara ritual ini berlaku utk semua suku di tana toraja, ataukah hanya utk keturunan bangsawan saja?
    kalau memang berlaku utk semua, bagaimana cara bagi mereka utk menyelenggarakannya dgn biaya yg sedemikian besarnya?
    walaupun adat istiadat seperti ini patut dilestarikan, namun kok ya memberatkan juga ya.
    salam

    BalasHapus
  42. gile g bisa ngebayangin deh hanya upacara kematian top menghabiskan dana milyaran......

    BalasHapus
  43. upacaranya memang menarik untuk disimak

    BalasHapus
  44. sungguh ritual yang menarik.
    sayang harus menghabiskan puluhan milyar.

    BalasHapus
  45. Tulisannya menarik sekali...klo yg dari daerah lain ada nggak?

    BalasHapus
  46. Upacara Pemakaman Seperti ini sebenarnya hanya di lakukan oleh orang-orang yang memiliki modal yang cukup. Biaya milyaran sebenarnya tidak jadi masalah karena bangsawan-bangsawan di Toraja terkenal memiliki harta yang melimpah jika hanya di bandingkan biaya milyaran itu. Saya sangat bangga menjadi salah satu bagian dari masyarakat suku Toraja.

    BalasHapus
  47. saya mau membuat karya tulis tentang ini tapi saya ga bisa dapetin buku tentang ini,gimana yah kan harus ada daftar pustakanya,ada yang bisa bantu?

    BalasHapus


KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI

MOHON MAAF, KOMENTAR YANG MENGANDUNG LINK TERPAKSA SAYA HAPUS.

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : METROLISA
Copyright © 2013. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger