PAK BEYE DAN POLITIKNYA | Tetralogi Sisi Lain SBY

Written By Muhammad Yuliawan on Rabu, September 22, 2010 | 9/22/2010

Pak Beye dan Politiknya
Sukses pada buku pertamanya yang berjudul Pak Beye dan Istananya, Selasa (21/9/2010), buku kedua dari seri Tetralogi Sisi Lain SBY karya wartawan Kompas, Antonius Wisnu Nugroho, diluncurkan. Judulnya, Pak Beye dan Politiknya.

Buku Pak Beye dan Politiknya memang mengungkap banyak cerita ringan seputar kegiatan politik presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya selama musim kampanye 2009 kemarin. Sama dengan buku seri pertama, seri kedua Tetralogi Sisi Lain SBY ini dilengkapi foto-foto ekslkusif yang menjadi modal Wisnu Nugroho dalam menulis cerita dengan jenaka dan sesekali menyentil.

Mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikelilingi banyak hal yang berbau sembilan? Angka atau jumlah sembilan banyak ditemukan di benda-benda sekitar Presiden, misalnya dalam lukisan dan kebijakan yang dikeluarkan Presiden. Angka yang menghiasi perjalanan politik SBY ini mendapat perhatian khusus dari Wisnu Nugroho dalam buku Pak Beye dan Politiknya.

Buku Pak Beye dan Politiknya memang mengungkap banyak cerita ringan seputar kegiatan politik presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya selama musim kampanye 2009 kemarin. Sama dengan buku seri pertama, seri kedua Tetralogi Sisi Lain SBY ini dilengkapi foto-foto ekslkusif yang menjadi modal Wisnu Nugroho dalam menulis cerita dengan jenaka dan sesekali menyentil.

Walaupun di blog-nya Wisnu mengaku tulisan yang dibukukan itu tidak penting, bagi pembaca, apa yang tertuang di buku tersebut merupakan cerita di balik berita yang selama ini tidak pernah dikemukakan kepada publik lewat media mana pun. Hal ini antara lain ditegaskan oleh pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana saat membedah buku tersebut di Metro TV, Minggu (19/9/2010) sore.

"Lewat buku ini, Wisnu mencoba mengungkap story behind. Hal ini penting pagi publik karena mereka tidak mendapatkan cerita itu di koran-koran," ungkap Tjipta. Selain itu, walaupun halus, tulisan-tulisan Wisnu di Kompasiana yang dibukukan ini juga mengandung kritik yang cukup keras.

Secara umum, buku setebal 431 halaman ini dibagi ke dalam tujuh bab, yaitu cerita seputar Kampanye, Pilpres, Strategi, Parpol, Pidato, Gosip, dan Klenik.

Salah satu cerita yang cukup menarik adalah seputar tahi lalat di wajah SBY yang hilang saat Pemilu 2009. Cerita berjudul "Pak Beye Enggak Pede" ini dilengkapi dengan dua foto yang membandingkan tahi lalat di wajah SBY saat Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

Selain itu, ada juga cerita seputar jilbab biru Andi Nurpati, berdasarkan foto yang dibuat saat anggota KPU bersilaturahim seusai penetapan SBY sebagai pemenang Pemilu Presiden 2009. Waktu itu, Andi bersama anggota KPU lainnya datang mengenakan seragam coklat, tetapi jilbab yang dipakai berwarna biru muda. "Awalnya saya tidak menganggap foto ini bermakna. Tetapi, setelah dia meloncat ke Partai Demokrat, foto ini jadi bermakna untuk saya," kata Wisnu.

Kembali ke angka sembilan, angka sakral bagi SBY ini dibahas tuntas di bab Klenik. Angka sembilan ditemukan Wisnu di banyak tempat dan kejadian serta bisa dinikmati lewat foto-foto yang disajikan dalam buku.

"Orang yang sudah membaca buku pertama seperti akan tertarik membaca buku kedua ini,"

Selain itu, kekuatan buku Tetralogi Sisi Lain SBY terletak pada gaya bahasanya yang ringan dan berada di tengah-tengah. Setelah membaca buku ini, yang suka terhadap SBY akan semakin suka, begitu juga sebaliknya. "Gaya bahasanya gaya Inu, gaya Kompas dan gaya Jawa. Tidak membuat sakit hati siapa pun," ungkap Effendi yang pada peluncuran buku seri pertama juga didaulat menjadi pembedah.

Selain menyoroti sepak terjang Presiden SBY di pentas politik secara ringan dan jenaka, lanjut Effendi, pada bagian tertentu buku ini juga menghadirkan tulisan yang benar-benar lucu. "Misalnya, di tulisan berjudul "Pak Beye Tidak Mau Dipanggil Pansus". Wisnu bilang, minimal SBY maunya dipanggil Pak Sus atau Mas Sus, bukan Pan Sus," lanjutnya, sambil mengutip isi buku.

Sementara itu, pengamat politik Sukardi Rinakit yang juga menjadi pembedah buku Pak Beye dan Politiknya siang tadi lebih banyak menyoroti sisi-sisi klenik dalam perjalanan karier politik SBY.

Detail Buku Pak Beye dan Politiknya


Pak Beye dan PolitiknyaJudul : Pak Beye dan Politiknya Tetralogi#2

No. ISBN : 9789797095208

Penulis : Wisnu Nugroho

Penerbit : Buku Kompas

Tanggal terbit : 21 September - 2010

Jumlah Halaman : 431 halaman

Jenis Cover : Soft Cover

Kategori : Biografi

Text : Bahasa Indonesia








Source : Kompas.com
Share this article :

11 comments:

  1. Keren reviewnya. Jadi kepingin baca bukunya. Sudah beredar di toko-toko buku ya pak?

    BalasHapus
  2. ada campuran kleniknya juga ya Bang isi bukunya ?
    aku suka males baca buku2 semacam biografi gini, gak tau kenapa , mungkin krn dah pesimis duluan, bahwa yg ditulis hanya yg bagus2 saja .
    salam

    BalasHapus
  3. wah... menarik nie...
    thx for share ^^

    BalasHapus
  4. Theme-nya baru nih, Pak...
    Keknya makin oke dan tambah cepet loadingnya

    BalasHapus
  5. wah pengen banget baca bukunya

    BalasHapus
  6. Saya rasa SBY sudah mengetahui pekerjaannya,dan itu tidak hanya didasari atas politikanya saja.Terima kasih kang saya bisa menuangkan pendapat saya disini.

    BalasHapus
  7. Buat yang berminat bukunya, saya jual murah nih..
    Liat di http://www.kaskus.us/showthread.php?p=353768000#post353768000
    Thanks

    BalasHapus
  8. pengen beli buat koleksi,tp lum ada duit,ntar nunggu turun harga atawa diskon hehehe

    BalasHapus

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger