Home » , , » Dana Abadi Pendidikan

Dana Abadi Pendidikan

Written By Muhammad Yuliawan on Selasa, Januari 04, 2011 | 1/04/2011

Dana abadi pendidikan kembali menjadi bahasan hangat beberapa minggu terakhir ini. Dana Abadi untuk beasiswa ini merupakan ide dari Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menambah anggaran pendidikan sebesar 20 persen yang diamanatkan dalam UUD 1945.

Dana abadi beasiswa sebesar Rp 1 triliun tersebut berasal dari lonjakan penerimaan negara akibat kenaikan harga minyak mentah awal 2010.

Semula, dalam RAPBN ditetapkan Rp 2,4 triliun. Tetapi, dalam APBN jumlahnya menjadi Rp 1 triliun.

Dana abadi Pendidikan yang kadang disebut dana abadi beasiswa Rp 1 trilyun konon kabarnya siap dikucurkan tahun ini. Dana yang kini masih berada di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, ini dikucurkan bukan hanya untuk beasiswa akan tetapi juga riset mahasiswa.

Tentunya hal ini merupakan berita gembira dikalangan kita semuanya terutama anak-anak kurang mampu yang sangat memerlukan bantuan untuk kelansungan studinya. kita hanya berharap agar pencairannya sesegera mungkin.

Meskipun dasar dibentuknya dana abadi pendidikan ini ialah untuk meningkatkan percepatan sumber daya manusia khususnya untuk mahasiswa tingkat S2 dan S3, sesuai dengan penuturan Menteri Pendidikan Mohammad Nuh. Namun alangkah baiknya bila dana tersebut peruntukannya juga untuk siswa kurang mampu yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan perguruan tinggi.

Menurut Mendiknas , dana ini awalnya disetorkan sebesar 1 triliun, kemudian bunga dari dana ini sebesar tujuh persen, atau Rp 70 miliar bisa digunakan. ‘’Dihitung dengan tahun ini ialah Rp 140 miliar,’’ tuturnya.

Badan yang mengurusi dana ini pun telah terbentuk, yaitu Komite Pendidikan. Komite Pendidikan sendiri diketuai oleh wakil presiden RI, Boediono, bersama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. Sedangkan pelaksana harian ialah menteri pendidikan, Mohammad Nuh. ‘’ Kementerian lain yang terlibat ialah Bappenas dan kementerian lain yang terlibat dalam fungsi pendidikan,’’ tuturnya

Menurutnya, dana ini bisa saja dicairkan siapa pun menteri pendidikannya, akan tetapi tidak untuk dana utamanya. ‘’Siapa pun menterinya bisa mencairkan, tetapi tidak di utak-atik dana utamanya, karena tiap tahun akan terakumulatif, dari Rp 140 miliar, jadi Rp 210 miliar, begitu seterusnya,’’ pungkasnya.

Share this article :

13 comments:

  1. apa benar-benar akan terealisasi?? atau hanya jadi rencana

    BalasHapus
  2. Semoga nggak ada yang menyalahgunakan Bang

    BalasHapus
  3. penyalurannya sering tersendat di daerah pak sering nggak diumumkan kalau ada beasiswa atyau dipake sendiri oleh pegawai daerah untuk lanjut s2

    BalasHapus
  4. Wah rencana yang bagus buat pemerintah semoga saja rencana yang benar akan dilaksanakan agar orang yang tidak bisa bersekolah menjadi bisa sekolah karena bantuan beasiswa dari pemerintah. Amiin..

    BalasHapus
  5. dilema bangsa kita
    adalah mencerca orang yang bermanfaat seperti beliau dan mengagunggkan gayus

    BalasHapus
  6. semoga amanah tersebut benar2 dilaksanakan..

    BalasHapus
  7. moga bisa terrealisasi dan ndak disalahgunakan semestinya

    BalasHapus
  8. sayang kebanyakan tidak tepat guna dalam penyalurannya,bahkan beasiswa pun juga seperti itu...indonesia oh indonesia

    BalasHapus
  9. mudah2an dana tersebut tepat sasaran,bukan masuk ke kantong pejabat2 korup

    BalasHapus
  10. Wah,.. ane jadi pnya ksmptan neh... mkasih infox bang...

    BalasHapus
  11. Smoga saja semua dapat terealisasi dengan baik...

    BalasHapus
  12. semogga aja sukses buat agan agan nya ,,,,,,,

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger