Ketika Cinta Bertasbih | Sinetron Ramadhan

Written By Muhammad Yuliawan on Sabtu, Juli 24, 2010 | 7/24/2010

SINETRON KETIKA CINTA BERTASBIH
Film popular Ketika Cinta Bertasbih karya sineas Chaerul Umam kini merambah layar kaca untuk melanjutkan kisahnya. Setelah dalam versi film dikisahkan bahwa percintaan Azam dan Anna berakhir bahagia, versi sinetron justru tak seindah itu. Dalam sinetron andalan RCTI produksi Sinemart menjelang Ramadhan ini, rumah tangga mereka terancam kehadiran orang ketiga.

Dengan mengusung pemain yang sama, Kang Abik (Habibburahman El Shirazy) pun mengaku tak khawatir dengan esensi karyanya di versi novel dan film. “Cerita ini masih kuat dramanya dan menjadi kisah segar karena merupakan kelanjutan film keduanya,” katanya dalam peluncuran sinetron tersebut di Marocco House Menteng pekan lalu. Penuli novel Ayat-ayat Cinta ini pun kian percaya setelah Chaerul Umam pula yang didapuk menjadi penulis skenario lanjutan sebanyak 50 episode itu.

Director of Programing & Production RCTI Harsiwi Achmad pun menyatakan bahwa sinetron ini adalah sinetron yang jauh berbeda dari sinetron-sinetron Ramadhan lainnya. “Ketika Cinta Bertasbih dinilai lebih komprehensif dalam menggali nilai-nilai Islami, tidak hanya menampilkan sosok berjilbab, berpeci atau bersorban saja,” kata Harsiwi. Jadi, lanjutnya, dalam sinetron ini pemirsa akan terbebas dari intrik-intrik yang vulgar dan tidak rasional, karena semuanya digarap dengan sangat halus, seperti versi filmnya. "Syuting episode pertama di Solo. Selanjutnya lokasi dipindahkan ke pesantren di daerah Ciawi," ujar Kang Abik.

Mengulik sedikit dari sinopsisnya, Ketika Cinta Bertasbih versi sinetron yang tayang mulai 26 Juli 2010 setiap pukul 18.00 WIB di RCTI ini berfokus pada pesantren milik Kyai Lufi Hakim.

Pesantren Daarul Quràn yang terletak di desa Wangen, Polanharjo, Klaten adalah pesantren terbesar di Jawa Tengah bagian selatan. Pesantren itu diasuh oleh ulama kharismatik yaitu Kyai Luthfi Hakim.

Suatu waktu Kyai Luthfi Hakim harus menunaikan nadzarnya, tinggal di samping Masjidil Haram setengah tahun lamanya. Maka amanah mengasuh pesantren jatuh ke pundak menantu dan putrinya yaitu Azzam dan Anna Althafunnisa. Di sinilah cerita sinetron spesial ini dimulai.

Di awal mengasuh pesantren, Azzam dan Anna menghadapi masalah tidak dari luar dan dari orang lain, justru dari diri mereka berdua sendiri. Sudah tujuh bulan menikah, Anna belum juga mendapat tanda-tanda akan memiliki anak. Hasil pemeriksaan medis memvonis Anna mengidap Endometriosis, suatu penyakit yang dikenal menjadi salah satu penyebab kemandulan. Anna menjadi sangat cemas kalau Azzam menikah lagi, karena dia sangat kecil kemungkinannya bisa memberikan keturunan untuk Azzam. Anna yang biasanya panjang berpikir menjadi sangat sensitif.

Dalam suasana seperti itu pesantren dititipi seorang remaja putri pecandu narkoba bernama Aprilia, putrid sepasang konglomerat. Aprilia diterima setelah Azzam dan Anna mengadakan musyawarat dengan pengurus pesantren, walaupun awalnya Azzam enggan untuk menerimanya.

Keberadaan Aprilia benar-benar membuat kekacauan di pesantren. Kelakuannya yang tidak mengenal sopan-santun sangat mengganggu ketenangan pesantren. Bahkan rumah tangga Azzam dan Anna nyaris terancam pecah karena ulah Aprilia.

Anna yang sensitif langsung dibakar cemburu. Anna semakin merasa tidak bisa memaafkan Azzam ketika Aprilia menjelaskan kalau dirinya memang diperdaya oleh Azzam, karena Azzam ingin mendapatkan anak dari Aprilia akibat dari penyakit yang diderita Anna. Anna kehilangan kepercayaan kepada Azzam, karena penyakit tersebut adalah rahasianya dengan Azzam.

Keadaan semakin kritis ketika Eliana dan pamannya datang meminta Azzam mencarikan tempat yang cocok untuk syuting video klip. Azzam membantu Eliana mencarikan tempat dengan membawa Eliana ke salah sisi terindah dari pinggir Waduk Cengklik, Colomadu, Solo. Itu adalah tempat yang sangat romantis yang sepi, yang biasa menjadi tempat beristirahat Azzam dan Anna. Anna semakin dibakar rasa cemburu. Bahkan Anna sempat menganggap bahwa Azzam lebih buruk dari Furqan suami terdahulunya.

Keadaan pesantren semakin diuji ketika salah seorang santri dicabut dari pesantren, sehingga hal itu menciptakan sejarah buruk bagi Pesantren Daarul Quràn. Karena sejak pesantren di dirikan sampai saat itu belum pernah ada wali santri yang menarik anaknya karena tidak sepakat dengan kebijakan pesantren apalagi tidak percaya kepada pesantren.


Berbagai peristiwa datang silih berganti mewarnai kehidupan di Pesantren Daarul Qur’an. Bagaimanakah Azzam dan Anna menyelesaikan masalah internal mereka, apalagi setelah kehadiran Aprilia, Eliana, dan Qanita?.. Bagaimana juga Azzam menjaga adik-adik perempuannya dan menjaga bisnisnya?.. Dan Akankah Azzam dan Anna berhasil menjaga keutuhan dan kewibawaan pesantren Daarul Quràn sebagai pusat ilmu dan pusat penyejuk jiwa masyarakat?.. Ataukah sebaliknya di tangan Azzam pesantren justru menjadi pusat masalah bagi masyarakat?..

Saksikan jawabannya di sinetron Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan. Sebuah sinetron spesial yang ceritanya digarap sebagai kelanjutan dari filmnya yang fenomenal dan telah sukses disaksikan jutaan penonton di Asia Tenggara.

Sebuah sinetron yang penuh konflik internal yang mencerdaskan Insya Allah, untuk membangun jiwa Indonesia dengan keteladanan dan cinta!


Source : http://www.sinemart.com


Share this article :

30 comments:

  1. siap menghibur jagat sinetron di bulan puasa, sambil nunggu bedung . hehe :D

    BalasHapus
  2. pas banget buat nunggu magrib...
    moga tayangnya gak setelah magrib, bisa nggak nonton...

    have annice weekend Om... ^^

    BalasHapus
  3. mungkin saya tidak bisa lihat sebab sibuk beraktifitas semoga acara ini bisa menambah motifasi untuk menambah ilmu2 agama

    BalasHapus
  4. mudah2an nambah pelajaran nih film buat bangsa ini dengan film2 yg ga jelasnya..

    BalasHapus
  5. Menambah nikmatnya di bulan ramadhan ini bang,,

    BalasHapus
  6. Sudah lama rindu sinetron yang bernafaskan benar-benar islami!

    BalasHapus
  7. Harapan saya ditayangkan pada waktu yang tidak mengganggu ibadah kita!

    BalasHapus
  8. Novelnya saya sudah baca, bagus sekali!

    BalasHapus
  9. Semoga bisa menjadi hiburan dan hikmah ..... untuk pemirsanya ....

    BalasHapus
  10. jadi ga sabar ne ...

    ....
    kunjungan perdana ni...

    BalasHapus
  11. semoga nggak bersambung lagi ke ramadhan berikutnya

    BalasHapus
  12. wow cerita sinetron banget nih :)

    BalasHapus
  13. yah,,, sinetron lagi. semoga sinetron yang membangun

    BalasHapus
  14. entah ya,, saya sendiri kurang respect ketika KCB ini dibuat film atau sinetron.. ngga tahu, ngga terlalu suka aja (saya belum liat filmnya juga)

    saya pikri ketika sebuah buku diubah bentuk menjadi gambar bergerak, rasanya "jiwanya" sudah lain. meskipun pengarangnya sendiri mengatakan itu ngga masalah..

    salam kenal.. ;)

    BalasHapus
  15. ketika cinta bertasbih yg versi sinetron yah bang, sangat cocok nih, aq suka bgt ama filmnya juga

    BalasHapus
  16. Suka banget dengan KCB :D

    BalasHapus
  17. semoga betul2 `beda` dengan sinetron ramadhan kebanyakan.. sy berharap banyak dari sinetron ini..

    BalasHapus
  18. Emang Film seperti ini yang harusnya di perbanyak!!!

    BalasHapus
  19. walaupun sangat popular di Malaysia, saya belum pernah membaca novel atau melihatnya

    sudah ketinggalan...

    BalasHapus
  20. saran untuk penayangan sinetron KCB jangan pd wktu maghrib donk...
    biar gak gnggu sholat maghrib...
    jzkl..

    BalasHapus
  21. makasih bang Iwan atas review-nya. Salam

    BalasHapus
  22. Sastro Jendro Hayuningrat26 Juli 2010 21.23

    Sebenarnya, daripada nonton sinetron lanjutannya, saya lebih ngeharapin novel lanjutan KCB, Dari Sujud ke Sujud, terbit.

    BalasHapus
  23. Saya termasuk sangat menyukai film KCB. Tapi begitu melihat sinetronnya...hanya satu kata yang bisa mengungkapkannya....payah...
    gak jauh beda sama sinetron2 lain...bercerita tentang konflik percintaan yg di bumbui dengan wanita2 liar yg minta diperkosa, tergolek pasrah diranjang...bla..bla.. Mirip2lah sama sinteron standar khas Indonesia. Satu Kata buat KCB Ramadhan...JELEK

    BalasHapus
  24. sempet kiat eps kedua kemaren, walah....kok sinetron banget sih.... Tokoh2nya yg seharusnys digambarkan kuat malah jadi bloon gitu, khas sinetron yg cuma ngejar masa tayang yg panjang.

    mumpung masih baru, coba dibikin lebih asyik lagi....lebih bermakna tanpa harus membodohi penonton....

    Isman

    BalasHapus
  25. Afri
    Surabaya

    Kalo bisa sinetronnya mbok ya diganti jam tayang, diganti diatas jam 20.30, karena bila jam 18.00 - 19.30 jam para umat muslim terawih, selesai terawihpun jam 20.15 - 20.30. Jadi semua orang diindonesia bisa mengikuti dengan tenang tanpa diganggu hal yg bersifat keagaamaan, coz mengingat Ketika Cinta Bertasbih ini banyak pelajaran yg bisa dipetik u/ kehidupan masa depan. Thx

    BalasHapus
  26. Hahaha, jadi inget. Temen saya ada yg gak mau nonton ini sinetron karena takut bakal ngerusak cerita novelnya yg dah bagus

    BalasHapus
  27. yang jadi istrinya azam tu siapa ya kok sueger banget kayak buah peer..haaha...

    BalasHapus

loading...

SAHABAT FATAMORGANA

 
Support : FATAMORGANA
Copyright © 2015. FATAMORGANA - MERANGKUM FAKTA, MEREKAM INFORMASI, DAN BERBAGI KHAZANAH
Created by Creating Website Published by Mas Template
Powered by Blogger